Berita

Justin Trudeau Menduga Iran Dalang di Balik Serangan Rudal Penerbangan Ukraina 752

Perdana Menteri Kanada mengklaim tim intelijen mereka punya bukti rudal Iran menembak jatuh pesawat Boeing 737 Ukraina.
Mack Lamoureux
Toronto, CA
AN
Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
10.1.20
Justin Trudeau
Justin Trudeau dalam konferensi pers pada 8 Januari. Gambar via The Canadian Press.

Perdana Menteri Justin Trudeau menyampaikan tim intelijen Kanada mencurigai Iran bertanggung jawab dalam kecelakaan Boeing 737 Ukraina pada Rabu waktu setempat. Insiden pesawat jatuh menelan 176 jiwa — 82 berkebangsaan Iran, 63 warga Kanada, 11 asal Ukraina, 10 orang Swedia, empat warga Afghanistan, tiga orang Inggris, dan tiga asal Jerman. Korban tewas termuda lahir pada 2016, sedangkan paling tua lahir pada 1950.

Iklan

Dalam konferensi pers di Ottawa pada Kamis, Trudeau memaparkan banyak sumber menyalahkan Iran atas jatuhnya Penerbangan Ukraina 752.

“Sumber-sumber yang diperoleh tim intelijen kami menunjukkan pesawatnya ditembak jatuh oleh rudal Iran,” ujar Trudeau. “Besar kemungkinannya tidak disengaja.”

Dia menambahkan, “Penyelidikan menyeluruh perlu dilakukan.”

Pesawatnya jatuh beberapa jam setelah Iran meluncurkan serangan balas dendam terhadap AS atas pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani. Usai kecelakaan, Iran tidak mau menyerahkan kotak hitam pesawat ke perusahaan Boeing milik Amerika.

New York Times telah memverifikasi video yang menampilkan pesawat tertembak rudal. Video tersebut menunjukkan ledakan awal, tapi pesawatnya tetap utuh sebelum balik ke bandara. Ledakan lebih besar lalu terlihat, dan pesawat terjatuh sebelum mendarat. Dilansir Reuters, satelit AS mendeteksi peluncuran rudal yang kemungkinan besar buatan Rusia.

Saksi mata mengatakan pesawatnya jatuh dua menit setelah lepas landas.

Kanada dan Ukraina telah mengirim tim ahli ke TKP. Tim Ukraina pernah menangani kecelakaan pesawat Malaysia yang ditembak jatuh pasukan pro-Rusia pada 2014. Trudeau juga telah berkonsultasi dengan Perdana Menteri Mark Rutte. Waktu itu, Belanda memimpin investigasi kecelakaan MH17.

“[Rutte] menjelaskan pentingnya memberi tahu keluarga korban setiap prosesnya, bahkan pada tahap awal sekalipun,” Trudeau mengatakan. “Beliau membicarakan perlunya hubungan langsung dengan semua elemen yang terlibat dalam kecelakaan itu.”

PM Kanada mengutarakan Iran akan bekerja sama dengan Kanada dalam menyelidiki kecelakaan.

“Kita harus sama-sama menguatkan dalam situasi seperti ini. Tragedi mengerikannya telah menewaskan banyak orang Kanada dan Iran,” lanjutnya. “Kita tidak bisa melupakan mayoritas korban adalah warga negara Iran.”

Iklan

Trudeau menuturkan “masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan dan menyalahkan pihak tertentu”, ketika ditanyakan apakah AS patut disalahkan atas tragedi ini.

Konferensi pers diadakan setelah beberapa media melaporkan banyak sumber intelijen Barat yang percaya pesawatnya ditembak Iran. Ini termasuk laporan waktu radar dan rudal yang ditembakkan bersamaan dengan jatuhnya pesawat.

Trudeau mengatakan Menteri Luar Negeri Kanada François-Philippe Champagne telah mengajak Iran bekerja sama dalam penyelidikan ini. Para pejabat Kanada juga sudah saling kontak-kontakan dengan Ukraina mengenai kecelakaan tersebut.

Pada Kamis, Presiden AS Donald Trump menduga Iran tak sengaja menembak pesawat Ukraina.

“Saya punya kecurigaan,” tuturnya dalam konferensi pers terpisah. “Ada yang melakukan kesalahan di sana. Pesawatnya terbang di wilayah yang berat, dan seseorang melakukan kesalahan.”

Trudeau menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga korban, dan menyebut insidennya “sebuah tragedi yang mengejutkan dunia.” Dia berjanji akan berusaha keras memecahkan misteri ini.

“Yang terpenting sekarang adalah mencari tahu kenapa tragedi itu bisa terjadi. Keluarga korban dan orang Kanada butuh jawaban. Saya juga menginginkan jawaban.”

Follow Mack Lamoureux di Twitter.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE CA.