The VICE Guide to Right Now

Politikus India Janji Wajibkan Warga Tidur Siang Kalau Menang Pemilu

Janji kampanye itu ancang-ancang untuk pemilu 2022. Petinggi partai di Negara Bagian Goa ini ingin kualitas hidup masyarakat meningkat lewat tidur siang.
8.12.20
Politikus Negara Bagian Goa India Janji Wajibkan Warga Tidur Siang Kalau Menang Pemilu
Photo: Dan Burton courtesy of Unsplash 

Politikus demen menjanjikan apapun, dari jauh-jauh hari, untuk menarik simpati masyarakat. Ketua partai lokal di Negara Bagian Goa, India, bahkan sudah ancang-ancang menyambut pemilu 2022 dengan janji kampanye unik.

Vijay Sardesai, ketua partai Kemajuan Goa, mengklaim bakal mewajibkan semua orang tidur siang selama jam 2 hingga jam 4 sore. Kebijakan itu akan dia jalankan apabila terpilih sebagai gubernur.

Iklan

Tapi janji ini memang disesuaikan dengan budaya masyarakat di negara bagian terkecil India tersebut. Orang Goa, mengingat banyak yang hidup di pesisir Samudra Hindia suka tidur siang. Toko-toko atau rumah sering tutup selepas jam makan siang hingga menjelang jam 4 sore.

Nah, Sardesai ingin semua orang, termasuk pekerja profesional, untuk memanfaatkan waktu tidur siangnya secara maksimal. Saat diwawancarai The Indian Express, Sardesai meyakini kualitas hidup siapapun akan meningkat bila rutin tidur siang.

“Kami di Goa mengenal konsep ‘Sussegad’, istilah warisan penguasa Portugis di tanah ini yang menggambarkan betapa pentingnya kita rileks menjalani hidup,” ujarnya. “Otak yang rileks karena hidup ini damai. Tidur siang adalah bagian dari relaksasi harian manusia. Saya punya beberapa hasil riset yang membuktikan tidur siang meningkatkan kemampuan berpikir, produktivitas kerja, serta memperbaiki mood harian seseorang.”

Goa, yang hingga 1961 masih menjadi koloni Portugis, dikenal sebagai kawasan wisata bahari. Banyak pantai menawan dan banyak resor-resor menyasar wisatawan asing, sehingga kultur Goa secara umum memang sudah santai dari sononya.

Sardesai buru-buru menambahkan kalau tidur siang tidak sama dengan citra pemalas, seperti stereotipe yang sering disematkan pada penduduk Goa oleh orang India dari negara bagian lain. Sebab ketika masyarakat India di Goa belum dijajah Portugis, kebiasaan tidur siang sudah dijalankan warga yang bekerja dalam kultur agraris.

“Faktanya di Goa berbagai pekerjaan tetap selesai walaupun banyak orang tidur siang. Ini sekadar budaya lokal saja, saya pikir orang luar layak menghormatinya,” tandasnya.

Jika Sardesai benar-benar terpilih dua tahun lagi, mari kita nantikan bagaimana caranya memaksa warga tidur siang.

Follow Snigdha di Twitter.