Pilkada

Menelisik Faktor Keberhasilan Proyek Dinasti Politik Jokowi Pada Pilkada 2020

Kemenganan telak Gibran di Solo, serta keunggulan Bobby di Medan, membuat sang presiden resmi memiliki dinastinya sendiri. Seperlima paslon pilkada tahun ini terkait dinasti lokal.
9.12.20
Jokowi resmi punya dinasti politik Gibran Rakabuming menang telak pilkada Solo, Bobby Nasution unggul di pilkada medan
Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi selaku calon wali kota Solo, menemui pendukung setelah mengklaim menang telak pada pilwalkot 9 Desember 2020. Foto oleh Anwar Mustafa/AFP

Pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa yang bertarung di pemilihan wali kota Solo sejauh ini terpantau menang telak berdasar hasil tiga lembaga survei berbeda. 

Berdasarkan hitung cepat oleh Charta Politika dengan sample mencapai 93 persen per pukul 17.00 WIB, Gibran dan Teguh memperoleh 87,23 persen suara. Sementara lawannya, pasangan independen Bagyo Wahono dan Suparjo Fransiskus Xaverius kalah jauh dengan hanya mengantongi 12,77 persen suara untuk sementara waktu.

Iklan

Hasil yang tak jauh berbeda juga dilaporkan oleh Voxpol Center. Dengan 95 persen sample, pasangan Gibran-Teguh untuk saat ini menang 86,57 persen, sementara Bagyo-Suparjo mendapatkan 13,42 persen. Sulit bagi pasangan ini untuk mengejar keunggulan anak sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut.

Gibran pun mengucapkan terima kasih kepada para pendukung dan petugas Pilkada yang memastikan situasi kondusif. “Terima kasih Pilkada berjalan aman dan lancar,” kata laki-laki yang juga berprofesi sebagai pengusaha tersebut. “Yang jelas bukan anak muda saja yang kami sentuh, tapi semua warga Solo. Pada saat debat saya selalu mengulang percepatan ekonomi di kota Solo.”

Hasil baik yang dicapai Gibran turut dirasakan oleh Bobby Nasution. Menantu presiden itu menggandeng Aulia Rachman dalam merebutkan kursi wali kota Medan. Hasil hitung cepat Charta Politika menunjukkan jumlah suara yang masuk untuk Bobby-Aulia adalah sebesar 54,61 persen. Sementara pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi menyusul dengan 45,39 persen suara.

Survei Jawa Pos Group juga memperlihatkan keunggulan sementara Bobby-Aulia dengan meraup sebesar 54,05 persen suara. Sedangkan Akhyar-Salman memperoleh sebanyak 45,9 persen suara. 

Iklan

Jika nasib mujur didapat oleh keluarga Jokowi untuk sementara ini, lain halnya dengan anak perempuan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah, yang berlaga di Pilkada Tangerang Selatan. Berdasarkan hitung cepat Voxpol, mantan pegawai negeri sipil (PNS) itu justru berada di urutan paling bawah bersama pasangannya Ruhamaben dengan 23,58 persen suara.

Pasangan Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan untuk sekarang berada di posisi terdepan dalam perebutan kursi wali kota dengan meraup 42,25 persen suara. Pilar Saga sendiri masih kerabat dinasti politik berpengaruh Banten. Pilar merupakan keponakan mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang saat ini mendekam di balik jeruji karena kasus korupsi. 

Sedangkan di posisi kedua adalah pasangan Muhammad dan Saraswati Rahayu Djojohadikusumo dengan 34,16 persen suara. Saraswati merupakan anak konglomerat Hashim Djojohadikusumo, sekaligus keponakan dari Menteri Pertahanan dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Menurut akademisi Yoes Kenawas yang meneliti dinasti politik Indonesia untuk disertasinya di Northwestern University, keunggulan Gibran dan Bobby punya latar belakang berbeda, meski keduanya berhubungan dengan Jokowi. Di Solo, nama mantan wali kota itu melekat kuat sehingga sangat mudah bagi Gibran untuk mengikuti jejak bapaknya.

Ia berpendapat Gibran punya semua syarat yang diperlukan untuk menang. “Saya sempat bilang Gibran itu tidur-tiduran aja bisa menang dan hari ini terbukti,” kata Yoes saat dihubungi VICE. “Untuk kasus Gibran, Jokowi [adalah] Solo, Solo [adalah] Jokowi. Kira-kira begitu. Jokowi launched karir politiknya di Solo. Boleh dibilang Jokowi banyak pencapaian di Solo, lalu Solo juga jadi basis PDIP.”

Iklan

Sebaliknya, pamor Jokowi sempat diprediksi tidak cukup mendongkrak dukungan bagi Bobby di Medan. Pasalnya, di kota itu sang presiden mengalami dua kali kekalahan yaitu pada Pilpres 2014 dan 2019. Partai berlambang banteng juga tidak mencatatkan hasil optimal di Sumatra Utara. Terakhir, pasangan Djarot Saifulah Hidayat dan Sihar Sitorus yang diusung PDIP kalah dalam pemilihan gubernur 2018.

Selama masa kampanye, Bobby diprediksi akan bersaing ketat dengan petahana yang merupakan pemain lama di Medan. Sedangkan Bobby, meski lahir di Medan, tapi tidak pernah benar-benar besar di sana dan baru memasuki dunia politik. Kemenangan Bobby yang diindikasikan hasil hitung cepat, kemungkinan lebih disebabkan menurunnya popularitas Akhyar di mata pemilih.

Misalnya, naiknya Akhyar sebagai Wali Kota Medan adalah karena pemangku jabatan sebelumnya, Dzulmi Eldin, ditangkap oleh KPK karena diduga terlibat korupsi.

“Bobby juga terbantu karena masyarakat Medan melihat ada asosiasi dengan itu [tersangka korupsi], kedua, kemarin sempat banjir gede dan ini beneran dipakai untuk menunjukkan kinerja petahana tidak sebagus itu,” kata Yoes.

Berdasar kajian Nagara Institute, seperlima calon gubernur/wali kota/bupati dalam pilkada tahun ini, sebanyak 124 paslon, memiliki kekerabatan dengan petahana atau pejabat yang sudah nonaktif. Istri pejabat yang mencalonkan diri mencapai 29 orang.

KPU dan berbagai lembaga survei belum melansir data golput, atau pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya pada pilkada serentak 2020. Partisipasi pemilih lebih dari 60 persen baru tercatat di Surabaya, dimenangkan paslon PDIP yang didukung petahana Tri Rismaharini. Survei terakhir di Tangsel mengindikasikan golput mendekati 30 persen.

Calon tunggal, alias paslon melawan kotak kosong, mencatatkan angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia pascareformasi. Ada 25 paslon yang menjadi calon tunggal pada pilkada serentak 2020.

Total pada 9 Desember 2020, sebanyak 270 daerah menggelar pemungutan suara. Sembilan provinsi di antaranya melangsungkan pencoblosan untuk posisi gubernur. Pandemi Covid-19 terus membayangi, dengan kekhawatiran munculnya klaster penularan baru akibat Covid-19. Protokol kesehatan ketat diberlakukan saat pencoblosan di semua TPS.