WTF

Pencapaian Depok: Surat Hasil Tes Covid Jadi Bungkus Gorengan

Dinkes Depok mengelak cetakan hasil swab PCR itu berasal dari puskesmas. Di Indonesia, kertas fotokopi KTP hingga laporan KPK pernah jadi bungkus gorengan.
27.7.21
Surat Hasil Tes PCR Covid di Kota Depok viral Jadi Bungkus Gorengan
Ilustrasi tes PCR yang digelar di stasiun. Foto oleh Jefta Images/Barcroft Media via Getty Images

Kalau boleh menebak satu hal yang pasti terjadi di Indonesia, tentu jawabannya adalah nasib kertas tak terpakai yang bakalan jadi bungkus gorengan saat waktunya tiba. Kertas-kertas ini sering kali pernah punya peran penting di hidupnya terdahulu sebelum berakhir jadi wadah minyak jelantah yang tak mampu menjalankan fungsinya dengan bagus-bagus amat. Di Depok, Jawa Barat, akun Instagram @infodepok_id bikin ramai setelah mengunggah foto bungkus gorengan dari kertas pemeriksaan tes usap PCR dengan hasil positif, Senin (26/7) kemarin.

Iklan

Unggahan memperlihatkan pasien Covid-19 tersebut telah melakukan pemeriksaan pada 15 Februari lalu. Namun, tak terlihat dari lembaga mana hasil tes berasal. Dari caption, pemilik akun mengklaim menemukan kertas tersebut setelah beli gorengan. Beredar pula informasi temuan ini berasal dari Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, pada 23 Juli 2021.

Menanggapi respons ramai pada foto itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Depok Rani Martina meminta dokumen tersebut diperiksa. “Harus dilihat dulu suratnya kapan dibuat dan suratnya menggunakan surat asli yang terdapat stempel, atau hasil fotokopi,” kata Rani kepada Kumparan. Ia mengingatkan penggunaan kertas bekas untuk bungkus makanan tidak sesuai dengan standar kesehatan. Rani mengaku pihaknya sudah berulang kali melakukan sosialisasi, namun kerap diabaikan para pedagang kaki lima.

Rani mengelak bahwa kertas bekas itu berasal dari instansi pemerintahan. Ia menyebut puskesmas di Kota Depok sudah berkirim hasil pemeriksaan tes usap secara digital ke pasien. Doi menduga cetakan kertas dipakai pasien yang butuh hard copy untuk keperluan tertentu.

“Biasanya kan terkadang warga ingin menunjukkan bahwa hasilnya negatif kepada orang lain, sedangkan hasilnya positif untuk mendapatkan bantuan atau laporan ke tempat kerjanya,” kata Rani.

Iklan

Kondisi ini sudah terendus aparat. Kasat Reskrim Polres Kota Depok Yogen Heroes Baruno menjelaskan pihaknya sedang melakukan penyelidikan apakah benar bungkus gorengan rasa swab itu ditemukan di wilayahnya. “Sementara masih kita selidiki apakah benar itu di Depok. Nanti kalau terbukti ada yang dirugikan atau ada pidana nanti pasti kita tindak lanjuti,” ujar Yogen kepada Suara.

Absurdnya bungkus gorengan emang kerap mengundang decak heran warganet. Akhir Mei lalu misalnya, beredar rekening koran dari Bank Mandiri cabang Tegal Selatan berevolusi jadi bungkus tempe goreng. Jadi selain menikmati jajanan, pembeli juga disuguhkan dengan arus keuangan sebuah perusahaan. 

Mengingat banyaknya waktu yang kami punya, VICE melakukan pencarian singkat di internet untuk merangkum dari mana saja asal bungkus gorengan yang dipakai para pedagang. Hasilnya bikin kagum: mulai dari pernyataan sumpah apotekerkantong muntahkartu keluargaKTP elektronikberita duka, sampai laporan harta kekayaan penyelenggara negara dari Komisi Pemberantasan Korupsi.

Waktu yang pas untuk menggubah pepatah baru: barangsiapa gemar beli gorengan niscaya akan memiliki wawasan luas.