Dokumenter VICE

Teknologi Kini Memungkinkan Atasan Memantau Kalian Selama Kerja dari Rumah

Ada perangkat lunak tertentu yang bisa memonitor setiap aktivitas komputer karyawan, baik lewat pencatatan keystroke maupun pemantauan situs dan email.
20.7.20

Dulu, tak semua orang memiliki kesempatan untuk bekerja dari rumah. Kalaupun boleh, atasan cenderung ragu-ragu memberikan izin, khawatir karyawannya malah tidak produktif selama di rumah.

Sejak pandemi COVID-19 menjangkiti dunia, WFH mulai diberlakukan di mana-mana. Hampir 50 persen penduduk Amerika kini bekerja dari rumah, di saat sebelumnya hanya ada 15 persen saja. Sejumlah besar perusahaan akhirnya merasa harus menggunakan perangkat lunak manajemen jarak jauh untuk memastikan karyawan mereka tidak malas-malasan di rumah. Dikasih jargon semacam “Human contact for remote teams” dan “Work Better, Together”, alat-alat ini sebenarnya ditujukan untuk memantau karyawan.

Iklan

Cara penggunaannya pun bermacam-macam. Beberapa bisa mengawasi aktivitas komputer karyawan dengan pencatatan keystroke, pemantauan email dan situs, dan merekam layar komputer. Sementara lainnya berupa “pemantauan tak kentara”, yang berarti program ini berjalan pada komputer karyawan tanpa mereka sadari.

Lain halnya dengan Basecamp. Co-founder David Heinemeier Hansson akan memutuskan integrasi platform lain dengan perangkat lunak buatan perusahaannya jika kedapatan memiliki fungsi pengawasan. “Banyak sekali manajer dan atasan yang berpikiran karyawan mereka tidak bekerja jika tidak diawasi. Ini pemahaman yang sangat bodoh.”

Sementara perusahaan-perusahaan mulai beroperasi seperti sedia kala, tak semua pekerja akan kembali ke kantor. Perusahaan seperti Facebook dan Twitter, misalnya, mengizinkan karyawan mereka untuk bekerja dari rumah tanpa batas waktu. Apabila WFH terus diberlakukan, maka ada kemungkinan alat pemantau ini terus digunakan untuk menjaga akuntabilitas pekerja.

VICE News berbincang dengan co-founder dua program kerja jarak jauh untuk memahami posisi mereka dalam pasar yang bertransformasi seperti sekarang ini.

Tonton dokumenternya di tautan awal artikel ini

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News