FYI.

This story is over 5 years old.

Hari Raya

Pria Jadi Kaya Berkat Menjual Kalender Perayaan dan Libur Nasional Palsu

Hari karamel nasional, Hari Mencari Pelangi, Hari Pesta Sedunia. Pernah dengar? Kami juga engga. Tapi banyak yang percaya lho.
Foto kalender hari raya unik oleh Lia Kantrowitz untuk VICE.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.

"Kemarin adalah Kiss a Ginger Day. Baru hari ini saya dengar tentang perayaan itu."
Begitulah yang dikatakan pembawa acara bincang-bincang Conan O'Brien, dalam sebuah monolog yang dia sampaikan pada 13 Januari 2015. Tepat sekali. 12 Januari adalah Kiss a Ginger Day. Terdapat ribuan hari raya nasional abal-abal, dan kamu bisa saja melewatkannya kalau kamu engga teliti. Minggu ini saja ada banyak hari libur nasional. 3 April adalah bagian dari Hari Mousse Cokelat Nasional, Hari Pesta Nasional, dan Hari Nasional Mencari Pelangi. 4 April adalah Hari Nasional Chicken Cordon Bleu, Hari Nasional Memeluk Wartawan, dan tanggal 5 April adalah Hari Caramel Nasional dan Hari Nasional Kismis dan Bar Rempah. Kenapa hari-hari libur aneh seperti itu bisa ada? Asal usul sebagian besar hari libur nasional abal-abal itu, tentu saja, tidak jelas. Banyak hari libur berlandasan produk datang dari proklamasi lokal dan nasional, seperti Reagan's "Ice Cream Day." Yang lainnya, datang dari konspirasi marketing perusahaan seperti "Sweetest Day," yang secara eksplisit diatur oleh perusahaan-perusahaan permen. Tapi banyak juga hari libur aneh yang tercipta dari murni kecelakaan, seperti Hari Nasional Berbicara Seperti Bajak Laut, yang bermula dari lawakan antar kawan yang kemudian menjadi viral. National Kiss a Ginger Day yang dibicarakan Conan adalah kampanye Facebook seorang laki-laki untuk mengkonter National Kick a Ginger Day, yang terinspirasi dari sebuah episode South Park. Kamu mungkin sering melihat hari libur nasional yang aneh dan tidak resmi seperti itu, tersebar luas di Twitter, yang dibuat secara khusus. Segmen-segmen acara pagi hari, sering membicarakan hari-hari bertema seperti itu dan menyadarkan publik. Sebagaimana monolog Conan yang saya sebut di atas. Hari-hari nasional tersebut sebagiannya adalah produk era media modern, yang dibuat dan disebarkan oleh orang-orang di media sosial dan digembor-gemborkan oleh situs-situs yang mencari #content yang menarik minat pembaca.

Iklan

Tapi kamu boleh juga berterima kasih dengan Marlo Anderson dari Mandan, North Dakota, kota dengan populasi 20.000 jiwa.

tahun 2013, Anderson mulai mengarsipkan "liburan-liburan" ini pada sebuah hub sentral, National Day Calendar. Dia mulai mengisi daftar tersebut secara iseng-iseng. Eh lama kelamaan menjadi pekerjaan. "Empat tahun lalu, saya dengar ada Hari Popcorn Nasional, dan saya doyan banget popcorn, jadi saya cari tahu di Internet asal usul hari itu, tapi saya tidak bisa menemukan informasi apapun," ujarnya. "Saya rasa itu janggal, jadi kami [memulai situsnya]." Anderson menggunakan arsip kongres tua, dan Chase Calendar of Events (sebuah panduan hari libur yang telah ada sejak 1957) untuk memenuhi kalendernya. Setelah riset berjam-jam, dia menjadi sumber yang didatangi orang-orang. Tak lama kemudian, ujarnya, media mulai mengikuti kalendernya dan "situs ini jadi terkenal." Sebagian besar hari libur nasional telah ada selama berdekade-dekade tapi tidak pernah relevan secara khusus. Kini hal tersebut berubah. Pada 28 May, brand besar seperti Jack in the Box dan McDonald's tidak akan ragu-ragu memasukkan Hari Hamburger Nasional ke dalam strategi marketing mereka. Hal tersebut akan ngetren di Twitter, dan National Day Calendar punya andil dalam hal tersebut. Situs tersebut mengirimkan notifikasi berisi hari-hari nasional kepada 20,000 outlet pres dan tokoh entertainmen di milis. Hal tersebut menjadikan Anderson, secara de facto, raja dari hari libur abal-abal. "Kami mendadak menjadi punya wewenang, dan orang-orang mulai bertanya apakah mereka bisa mendaftarkan hari-hari nasional baru dengan kami," ujarnya. Kini, National Day Calendar adalah institusi yang sepenuhnya komersil, yang tidak lagi mencantumkan daftar hari-hari tapi juga menjualnya. Anderson telah memonetasi dengan menjual hari libur melalui proses pendaftaran. Dia bilang kini mereka menerima 18,000 pendaftaran setiap tahunnya, dan hanya kira-kira 30 yang dijadikan "Hari Nasional". Setiap minggu, komite berisi empat orang mengadakan sidang untuk mengurangi daftar. Jika mereka mencapai kesepakatan pada hari yang ditentukan, mereka lanjut ke yang lainnya. Hari-hari yang disetujui dijual seharga sekitar Rp30 juta dan mendapatkan beragam level fitur engagement. Biasanya pelanggan mereka adalah lembaga nirlaba, dan Anderson bilang hari nasional favoritnya adalah Hari Astronot Nasional pada 5 Mei—hari yang sama Alan Bartlett Shepard Jr. menjadi warga Amerika pertama di luar angkasa tahun 1961. Tapi tentunya, banyak pula keterlibatan korporasi.

Iklan

Tahun lalu, situs tersebut menjual hari nasional kepada divisi marketing Jeep, yang akhirnya menjadi Hari Jeep 4x4 pada 4 April (ngeh engga?). 14 Agustus adalah Hari Fajita Nasional, yang didaftarkan oleh franchise restoran On the Border Mexican. Anderson bukan agen pemerintah, dia tidak memiliki lisensi kekuasaan, dan hari-hari nasional tersebut tidak benar-benar diakui secara nasional, tapi tidak ada yang peduli. Hahapan para pelanggan Anderson adalah hari-hari tertentu bisa menjadi viral dan mendukung bisnis.

Kesuksesan kalender ini benar-benar mengejutkannya. Di siang hari, dia adalah presiden dari Zoovio, perusahaan yang mendigitalkan perpustakaan VHS, dan Awesome 2 Products, perbaikan komputer lokal dekat Mandan. Dia tidak akan meninggalkan pekerjaan tersebut dalam waktu dekat, karena kini National Day Calendar diurus oleh staf Anderson. Tapi siapa tahu saja. Hal-hal lebih aneh pernah terjadi sebelumnya. Salah satunya adalah Hari Nasional Menyelipkan Zucchini ke Dalam Tas Tetanggamu yang jatuh pada tanggal 8 Agustus.

"Saya tidak pernah menyangka [kalender ini] akan bisa sampai ke level yang sekarang," ujarnya. "Saya menertawakannya setiap hari. Ini adalah peran menarik dalam hidup."

Follow Luke Winkie di Twitter.