miras

Apa Dampaknya Kalau Kita Rajin Mabuk-Mabukan di Usia 20-an Buat Tubuh?

Mending mana minum sedikit tiap hari atau sekalian gaspol malam minggu doang? Kami bertanya pada pakar mencari jawabannya.
Hannah Ewens
London, GB
8.3.19
Kebiasaan rajin minum miras di masa muda akan berdampak saat kita menua
Foto dari redaksi VICE UK

Saya sangat memperhatikan kesehatan, karena saya tidak ingin menderita secara fisik atau meninggal gara-gara gaya hidup. Masalahnya saya suka banget minum alkohol. Peer banget tuh.

Nah, saya buta banget soal dampak yang bisa ditimbulkan mabuk-mabukan dua sampai tiga kali seminggu? Apakah ada efek jangka panjang atau jangka pendek yang belum saya ketahui? Haruskah saya mengabaikan anggur merah pas “hari kerja”?

Iklan

Haruskah saya mulai mencatat setiap bir yang saya minum di aplikasi kayak orang tolol? Apakah saya harus mulai mengontrol diri dan bersikap seperti orang dewasa?

Saya menghubungi tiga pakar alkohol untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, dengan harapan mereka akan mendukung gaya hidup saya selama ini :P

VICE: Apakah ada dampak buruk pada kesehatan saya SAAT INI kalau saya minum-minum setidaknya dua kali seminggu?
James Morris, Lembaga Kajian Akohol Inggris: Jelas ada risiko obesitas dari konsumsi kalori minuman beralkohol. Namun masalah paling besar pada anak muda yang berusia 20-an adalah risiko masalah sosial: kecelakaan dan cedera, berantem, gagal melakukan hal yang diharapkan atau direncanakan, mencakup kinerja pekerjaan atau hubungan.

Bukan berarti kamu tidak mungkin mengalami konsekuensi kesehatan serius; masalahnya, berbagai dampak ini mulai muncul seiring waktu, bukan pada umur 20-an. Dalam beberapa kasus, ada yang menderita kerusakan hati pada umur 20-an, dan alkohol memang membunuh sel otak, mempengaruhi ingatan dan perkembangan otak jangka panjang.

Andrew Misell, Lembaga Alcohol Concern: Menurut saran dokter, jangan mengonsumsi lebih dari 14 unit alkohol per minggu, setara satu setengah botol anggur. Artinya minum satu botol dalam satu malam saja sudah cukup banyak. Sekarang minum sebotol anggur adalah hal biasa–misalnya kalau kamu pergi makan, lalu wine itu menjadi porsi alkohol untuk malam itu. Bahkan di acara khusus, bisa saja kalian mengonsumsi dua botol anggur. Jelas bukan ide yang bagus.

Iklan

Dr Sarah Jarvis, Medical Advisor to Drinkaware: Saya menganggap alkohol sebagai depresan. Awalnya kamu merasa euforik karena alkohol mendorong bagian otakmu agar rileks. Tapi aktivitas minum itu juga memicu depresi. Kami pasti pernah dengar sebagian besar percobaan bunuh diri terjadi saat ada alkohol, yang meningkatkan risiko bahaya disengaja maupun tidak sengaja.

Semua penjelasan di atas bisa saya terima, tapi kalau saya terus minum seperti sekarang sampai umur 30-an dan seterusnya, apa dampak kumulatifnya?
James Morris: Penyakit hati cukup langka pada orang pada usia 20-an, tapi saat kamu mulai menginjak umur 40-an, dampaknya jauh lebih kentara. Gangguan kesehatan tergantung pada berbagai variabel, tapi kami tahu kalau kamu peminum berisiko tinggi—seseorang yang mengkonsumsi dua kalinya jumlah minuman yang disarankan per minggu—maka kamu 13 kali lebih mungkin menderita penyakit hati yang disebabkan alkohol ketimbang seseorang yang mengikuti saran. Kamu juga berpotensi menderita gangguan ingatan jangka pendek maupun panjang.

Andrew Misell: Zaman sekarang, kami melihat banyak kasus kerusakan otak pada orang berusia 40-an tahun, yang dulunya dianggap sebagai kondisi orang berusia 60-an dan 70-an tahun. Bukan berarti semua orang yang suka mabuk-mabukan pada akhir pekan pasti akan menderita kerusakan otak. Tapi kami sebelumnya mengira kondisi ini hanya dialami lansia, dan kini kami melihat orang berusia paruh baya gejalanya mirip dementia gara-gara kebiasaan minum jangka panjang.

Iklan

Bagaimana dengan kanker?
Dr Sarah Jarvis: Dunia kedokteran sudah sepakat kalau kebiasaan minum sekaligus banyak pada usia 20-an, membuatmu lebih mungkin menderita kanker pada usia 40-an dan 50-an.

Andrew Misell: Ada sejumlah hubungan antara konsumsi alkohol dan jenis-jenis kanker tertentu, tapi itu bukan berarti semua orang yang pernah minum atau banyak minum akan menderita kanker. Hubungan ini tidak sekuat hubungan antara merokok tembakau dan kanker paru-paru, tapi tetap ada. Sebagai orang dewasa, kita selalu mempertimbangkan situasi. Ada hal-hal tertentu yang tidak kita lakukan karena terlalu berbahaya. Tapi tidak ada yang benar-benar berpikir ‘Ah, saya akan mempertimbangkan risiko potensi kanker pada sepuluh tahun ke depan, sebelum saya minum gelas anggur atau bir ini’? Hidup itu penuh resiko, dan kalau kamu belum pernah mengambil risiko, pasti kamu hanya mengumpat di bawah kasur seumur hidup. Itu sendiri tidak bagus untuk kesehatan mental.

Menurutmu, lebih baik minum sedikit aja tapi setiap hari, atau langsung banyak pas akhir pekan? Kalau saya sih mending melakukan yang pertama.
James Morris: Saya rasa tidak ada yang lebih baik. Kamu bisa tetap ketergantungan meski kamu cuma minum segelas wine setiap hari. Toleransimu terhadap alkohol akan naik, sehingga kamu tidak terlalu merasakan efek saat minum dalam jumlah yang sama. Ujung-ujungnya, kamu akan minum lebih banyak, supaya bisa merasakan efek mabuknya. Kamu mungkin awalnya cuma minum satu gelas wine setiap malam untuk bersantai, tapi besoknya kamu merasa satu gelas saja tidak cukup. Itulah mengapa banyak orang mulai minum dua gelas wine dan seterusnya. Ketergantungan pada alkohol akhirnya jadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Andrew Misell: Sepertinya belum ada keputusan pasti soal ini. Ada sejumlah bukti yang mengatakan liver manusia punya lebih banyak waktu untuk pulih, kalau minumnya sedikit-sedikit. Di sisi lain, organ tubuhmu segera merasakan dampaknya kalau kamu langsung minum banyak, meskipun cuma satu atau dua kali seminggu. Pastinya butuh waktu lama bagi hatimu untuk benar-benar pulih ketika terjadi gangguan kesehatan.

Apakah kalian akan menyarankan anak muda yang suka minum banyak di akhir pekan untuk tidak minum alkohol sama sekali pas hari kerja? Atau tidak usah minum banyak sekalian?
James Morris: Mereka bisa mencoba dua opsi tadi. Kalau kamu habis mabuk berat, tidak ada salahnya mengistirahatkan tubuh dan liver sementara waktu. Ada efek langsungnya ke tubuh kalau kamu minum dua hari berturut-turut pas malam Sabtu dan Minggu. Saya juga menyarankan anak muda lebih memerhatikan apa yang mereka minum. Jika minum sepuluh botol, apakah risikonya akan berkurang secara signifikan kalau kamu mengurangi dua botol? Saya biasanya menyesali beberapa botol terakhir yang saya minum saat sedang nongkrong sama teman. Saya menyesal karena tidak merasakan manfaatnya. Jadi kamu sebaiknya belajar membatasi diri.

Apakah menurut kalian risiko kesehatan jangka panjang alkohol bakal jadi masalah yang lebih besar bagi generasi millenial? Apakah kebanyakan dari kami menyadarinya setelah terlambat?
James Morris: Tidak tahu juga ya. Orang Inggris terkenal sebagai pemabuk berat — lebih parah dari kebanyakan negara di Eropa. Umur saya 35. Saya orang Inggris. Semua jenis alkohol siap minum, seperti WKD, mulai muncul era 90-an. Ini adalah akibat langsung dari industri yang menargetkan generasi muda menjadi pemabuk. Para remaja yang coba-coba minum akhir 90-an dan awal 2000-an, sekarang sudah pasti jadi pemabuk berat. Beberapa orang menggambarkan 2004 sebagai “puncaknya bisnis minuman keras”, alias tingkat konsumsinya sudah meningkat sejak lama dan baru mencapai puncaknya di satu titik dan akhirnya menurun sejak itu.

Dr. Sarah Jarvis: Salah satu masalahnya, risiko kesehatan ini baru ketahuan beberapa tahun kemudian. Anak muda tidak pernah memikirkan persoalan sirosis hati saat mereka masih berusia 20-an. Kamu baru akan merasakannya nanti. Generasi muda berpikir mereka kebal dari efek negatif alkohol, dan inilah masalah sesungguhnya.

@hannahrosewens

Artikel ini pertama kali tayang di VICE UK.