Standar Kecantikan

Lewat Bisnis Busana Terbarunya, Rihanna Menampilkan Manekin Bertubuh Realistis

Rihanna masih menjadi contoh yang baik bagi inklusivitas (termasuk perempuan berpaha besar) dalam industri musik dengan toko pop-up barunya.
21 Juni 2019, 7:16am
Rihanna menikmati wine di toko Fenty, di New York
Rihanna menikmati wine di toko Fenty, di New York. Foto oleh Bryan Bedder/Getty Images untuk Fenty

Kita mungkin sudah sering melihat konten dari Fenty-plex, alias toko pop-up Rihanna di Webster, New York, yang baru dibuka ini. Kaos yang bertuliskan “Immigrant” dan “No More Music” (eh ini bercanda, kan?), gaun musim panas, dan kacamata raksasa (mungkin menyindir tren kacamata mungil) miliknya sudah menarik banyak perhatian, mungkin karena di AS sedang sering hujan, dan orang-orang di sana mendambakan cuaca yang lebih kering… seperti Barbados, tempat lahir Rihanna. Namun, hal paling mengesankan tentang pop-up Rihanna adalah maneken yang memperagakan pakaiannya. Alih-alih bentuk tubuh panjang dan langsing, maneken Rihanna justru tampak… normal? Setidaknya, perut dan pinggul mereka berisi, berbeda dengan alien cekung yang terlihat di sebagian besar toko. Netizen juga setuju dengan sentimen ini.

Tapi masuk akal, sih — foundation Fenty Beauty Rihanna menawarkan lebih banyak warna kulit dibanding merek-merek lain, dan koleksi pakaian dalam Savage x Fenty miliknya menyediakan ukuran hingga 3XL. Musik Rihanna mungkin agak liar, tapi dalam hal bisnis, Rihanna selalu menggunakan akal sehat, yang sangat dibutuhkan di industri fesyen.

This article originally appeared on VICE US.