Manusia Superkaya

Ketakutan Kita Terbukti: Miliarder Makin Kaya, Manusia Lain di Bumi Tambah Miskin

Sebenarnya mayoritas orang udah paham soal ini. Tapi, setelah melihat survei terbaru WealthX versi 2018, rasanya gaji bulanan ini tambah tak berarti. Hiks...
16.5.18
Demonstran menolak pemotongan pajak untuk orang kaya di AS. Foto oleh Saul Loeb/AFP/via Getty Images.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News

Sekarang adalah masa-masa yang menyenangkan bagi orang superkaya. Manusia yang mewakili 0,001 persen penduduk Bumi itu, karena hidupnya sangat-sangat berkecukupan, bahkan bisa saja merasa tambah asoy karena data penelitian terbaru mencatat kalangan elit minoritas ini semakin kaya dari tahun-tahun sebelumnya.

Kekayaan segelintir miliader top Planet Bumi disimpulkan membumbung drastis, merujuk Wealth X billionaire census yang dirilis Selasa [15/5] lalu. Terdapat 2.754 orang yang kekayaannya mencapai lebih dari US$1 miliar di seluruh dunia. Sebanyak 357 orang di antaranya sudah masuk daftar ini sejak dua tahun lalu. Artinya, jumlah orang tajir di muka bumi mencapai angka tertingginya tahun ini dan—yang menyebalkan—kekayaan mereka bakal terus menjulang. Masih menurut laporan survei yang sama, jumlah kekayaan total seluruh miliader itu kini 25 persen lebih tinggi dari jumlah setahun lalu. Data ini adalah sebuah rekor baru, baik itu dalam lonjakan jumlah orang tajir dan lonjakan kekayaan total mereka. Totalnya, orang-orang super tajir ini menguasai kekayaan senilai $9,2 triliun—nyaris setengah produk domestik bruto Amerika Serikat. Forbes juga menyajikan perhitungan yang nyaris sama. Menurut perhitungan mereka, total kekayaan seluruh miliader di muka bumi mencapai US$9,1 triliun.


Tonton dokumenter VICE sesudah nongkrong seharian bareng miliarder Rusia, untuk memahami perilaku dan keseharian kalangan elit superkaya di Planet Bumi:


Ironisnya, kesenjangan pun dialami lingkungan kaum super kaya ini—tidak cuma antara orang superkaya dan manusia biasa kayak kita-kita. Total kekayaan 10 orang terkaya di Bumi saat ini adalah US$682 miliar, atau sekitar 35 persen dari seluruh kekayaan penduduk Bumi. Dari angka US$682 miliar itu, US$112 miliarnya milik Jeff Bezos, bos besar Amazon, yang nangkring di posisi puncak daftar manusia paling tajir versi Forbes.

Fakta baru yang terungkap dari survei orang kaya ini adalah kini ada lebih banyak miliader dari Benua Asia daripada dari kawasan Amerika Utara. Selain itu, kendati jumlah orang superyaka dari jenis kelamin perempuan masih kalah jauh dibanding triliuner pria, perkembangan perempuan tajir melintir berkembang lebih pesat. Kini ada 321 perempuan kekayaannya mencapai lebih dari US$1 miliar, alias naik 18 persen dibanding data 2016. Sebagai perbandingan, dalam kurun waktu yang sama, jumlah miliarder lelaki di seluruh dunia cuma naik 14,5 persen.

Survei ini mencatat pula, kalau pemimpin yang punya janji populis, contohnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump, justru kebijakannya condong menguntungkan kaum supertajir. Sentimen publik terhadap para politikus yang selama ini berpihak pada orang superkaya tak banyak berubah. Aturan pajak baru ala Trump, contohnya, ternyata tak memberi dampak stimulus perekonomian maksimal bagi kelas menengah bawah.

“Keuntungan undang-undang pajak hanya menguntungkan kaum superkaya,” demikian kesimpulan laporan WealthX tersebut.

Uniknya, survei tersebut tak hanya tertarik dengan isi kantong para miliarder global. Hobi para bilyuner ini juga sekalian dikulik. Paparannya tak mengejutkan sama sekali sih. Olah raga favorit para manusia superkaya ini tipikal sekali: mereka mayoritas demen main golf. Lalu, seperempat dari miliarder global tertarik mendalami olah raga dirgantara (alias punya pesawat untuk diterbangkan sendiri). Hanya tiga persen dari mereka menggemari musik kelas menengah bawah macam country atau hip hop. Habis baca artikel ini, kami sarankan kalian jangan lihat rekening deh. Ntar kalian bisa marah sama kapitalisme lho….