wtf banget

Karyawan Kurang Ajar Dipecat Setelah Videonya Memasak Tikus di Panggangan Burger Viral

Lagian apa faedahnya sih melakukan itu?
Burger di panggangan
Foto

Selain bahasa Inggris, bahasa Hawaii juga merupakan bahasa resmi dari negara-negara di Kepulauan Pasifik. Ada sekitar 18.000 penduduk yang masih berbicara bahasa yang terdiri dari delapan huruf konsonan dan lima huruf vokal ini. Bahasa Hawaii juga sudah masuk ke aplikasi belajar Duolingo, sehingga kalian bisa mempelajarinya di sana. Setidaknya kalian tahu kata selain “aloha” walaupun paling cuma semangat belajar di Duolingo beberapa hari doang.

Iklan

Istilah hoopailua bisa diartikan “sesuatu yang menjijikkan” sebagai kata benda dan “menjijikkan; sangat tidak suka” sebagai kata kerja. Kedua arti ini mungkin sangat menggambarkan perasaan kalian setelah menonton video Snapchat yang direkam di sebuah dapur restoran burger di Honolulu. Pekan lalu, Teddy’s Bigger Burgers menutup sementara cabang restorannya di Mapunapuna setelah salah satu karyawannya yang masih remaja mengunggah video sedang memanggang tikus ke internet.

Captionnya berbunyi “Ini waktunya berhenti kerja dari Teddy’s”. Dan benar saja. Pihak manajemen segera memecatnya dan karyawan lain yang muncul di video. Restorannya ditutup selama beberapa hari untuk dibersihkan dan diganti peralatan masaknya.

“Kami tak menyangka mantan karyawan kami yang masih remaja bisa setega itu dan membuat video yang sedang kami selidiki keasliannya,” kata bos Teddy’s Richard Stula kepada Hawaii News Now. Pihak restoran juga mempertimbangkan untuk mengambil tindakan hukum terhadap karyawan tersebut. (Hayolo, mau ngomong apa nanti ke orang tua?)

Ini bukan kali pertama restoran dilanda tikus. Awal tahun ini, Dixie Pig BBQ di Oakland Park, Florida ditutup sementara setelah video viral juru masak yang membunuh tikus dengan kapak di dapur restoran. Selain itu ada juga video yang menunjukkan tikus hidup yang ada di rak kawat di dapur. Mantan karyawan mengeluhkan kondisi kerjanya kepada Department of Business and Professional Regulation setempat. Setelah dilakukan inspeksi, Dixie Pig diperintahkan untuk menutup restoran dan membersihkan dapurnya. “Saya tidak pernah memasak daging tikus,” komplain Sherry Gentry, pemilik restoran, kepada Local 10 News. “Saya tak pernah memasukkan yang aneh-aneh ke makanan pengunjung.”

Stula mengutarakan bahwa perusahaan Teddy’s akan mengirim tim inspeksi ke restoran Mapunapuna sebelum dibuka kembali. Departemen Kesehatan Hawaii tidak akan menginspeksi restoran tersebut, tetapi mereka “menghargai upaya perbaikan dan proaktif” dari pihak Teddy’s yang bersedia menutup dan membersihkan restorannya.

MUNCHIES telah menghubungi Teddy’s untuk berkomentar dan memberi tahu hasil investigasi internalnya, tetapi kami belum mendapat tanggapan.

Benar-benar hoopailua, ya.