Tata Surya

Cincin Saturnus Mulai Menghilang, kata Ilmuwan NASA

Sebuah penelitian terbaru NASA mengungkap bahwa kelak cincin Saturnus akan hilang, Sedih deh.
20.12.18
Saturn's icy rings are raining themselves into oblivion, and could vanish within 300 million years, according to a study published in the journal Icarus on Monday.

Segala yang indah dan menyenangkan pasti akan berakhir. Mungkin itu yang disimpulkan oleh sejumlah peneliti NASA. Menurut penelitian terakhir yang mereka gelar, dalam sekian juta tahun ke depan, cincin Saturnus akan menghilang.

Air beku membentuk 90% cincin Saturnus. Pada 2013, para ilmuwan menunjukkan bahwa “hujan cincin”—guyuran partikel es dari cincin Saturnus—makin tertarik ke arah atmosfer Saturnus karena medan magnet. Hujan cincin sudah diteliti sejak dasawarsa ‘80an. Namun, bukti keberadaannya baru diperoleh pada 2013 setelah para ilmuwan mengecek data spektral dari ionosfer Saturnus.

Kini, para pakar dari NASA percaya bahwa cincin Saturnus akan musnah sebab partikel esnya terus menerus jatuh dalam bentuk “hujan”—1995 kg per hari—di Saturnus. Dengan kecepatan seperti ini, sisa umur cincin Saturnus ditakar paling mentok 292 juta tahun lagi saja.

“Cincin Saturnus tidak abadi” kata James O’Donoghue, seorang mahasiswa pasca-doktoral di NASA kepada New York Times Senin kemarin (12/18). “Dan suatu saat nanti, cincin itu akan menghilang.”

Iklan

O’Donoghue dan tim peneliti dari Amerika Serikat serta Inggris menerbitkan temuan mereka di jurnal Icarus, Senin Kemarin.

Temuan penelitian baru ini juga memastikan bahwa umur cincin Saturnus “baru” sekitar 100 juta tahun, bukan miliaran tahun seperti dugaan sebelumnya. Tahun lalu, informasi dari wahana luar angkasa Cassini yang melintasi dan mengakhiri petualangannya di Saturnus menegaskan prediksi bahwa umur cincin Saturnus masih tergolong muda.

Cincin ikonik Saturnus membentang selebar 285 km dan kebanyakan terdiri dari bongkahan es yang bervariasi ukurannya, dari serpihan kecil hingga sebesar bongkahan batu raksasa. Data yang dikumpulkan oleh Cassini menunjukkan partikel yang terdapat di cincin Saturnus cenderung berukuran kecil. Ini kemungkinan disebabkan oleh benturan dengan planet lain di masa lalu sehingga umurnya boleh jadi tak sepurba yang kita kira.

Proyeksi sisa umur cincin Saturnus yang dikeluarkan oleh peneliti NASA dibuat berdasarkan asumsi bahwa hujan partikel dari cincin Saturnus berlangsung dalam kecepatan konstan. Kendati begitu, dugaan ini bisa saja meleset. Misalnya, sisa umur ini bisa lebih pendek 100 juta tahun lantaran terjadi pembusukan pada partikel lain selain es dalam cincin.

“Kita beruntung masih bisa menikmati keindahan cincin Saturnus yang kelihatannya baru melewati separuh umurnya,” kata O’Donoghue dalam sebuah pernyataan resmi Senin kemarin.

“Tapi, jika keberadaan cincin planet bersifat sementara, bisa jadi kita tak sempat melihat cincin Jupiter, Uranus dan Neptunus yang kini hanya menyisakan garis es tipis saja.”