Luar Angkasa

Jangan Kaget, Kira-Kira Inilah Penampakan Kutub Utara Matahari

Matahari, bintang di tata surya kita, punya kutub juga lho. Foto langsung belum ada (dan memungkinkan), tapi ilmuwan meneliti data pencitraan masa lalu untuk menciptakan proyeksi bentuknya.
Citra proyeksi penampakan kutub utara Matahari
Sumber: ESA/Royal Observatory of Belgium 

Sekarang kita sudah bisa mengetahui bentuk kutub utara matahari berkat kerja keras para ilmuwan dari European Space Agency (ESA).

Tak seperti kutub Bumi yang sudah dipetakan dan dipecahkan misterinya, masih banyak yang belum diketahui dari kutub Matahari. Satu-satunya misi satelit yang mengelilingi kutub matahari adalah Misi Ulysses pada pertengahan ‘90-an, dan misi ini tidak memiliki instrumen pencitraan sama sekali.

Iklan

Gerhana Matahari Bakal Berhenti Terjadi Di Masa Mendatang

Tim ESA baru saja selesai membuat gambarnya dan membagikannya Senin kemarin. Gambar ini hanyalah perkiraan dari penampakan kutub Matahari. Gambarnya memang tidak asli, tapi tetap saja menarik. Karena kurangnya data pencitraan dari kutub matahari (kebanyakan misi satelit hanya mengamati lintang rendah), para ilmuwan membentuk gambar buatannya dengan mengekstrapolasi data pencitraan yang dikumpulkan oleh satelit Proba-2.

Prosesnya tidak mudah. Mereka bekerja keras selama berbulan-bulan untuk menciptakan gambar dan mencobanya berulang kali. Gambarnya kira-kira seperti ini:

The Sun's North Pole

Sumber: ESA/Royal Observatory of Belgium

Wajib hukumnya mengetahui tentang kutub matahari, karena wawasan ini bisa dimanfaatkan untuk menyelidiki beberapa bidang studi yang mempelajari matahari, seperti lubang korona matahari. Lubang korona adalah area aura plasmik yang mengelilingi Matahari yang lebih dingin, gelap, dan tidak sepadat bagian korona lainnya.

Gambar buatan kutub Matahari ciptaan ESA akan terus ditingkatkan, tetapi kita perlu sabar menunggu sampai misi Solar Orbiter ESA diluncurkan pada 2020. Misi ini bertujuan mendapatkan langsung data pencitraan dari permukaan matahari yang tentu saja ekstrem karena suhunya superpanas.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard