Pistol dan Bola

Wasit Sepakbola di Brasil Ancam Pemain Nakal Pakai Pistol

Pengadil bernama Camilo Eustáquio de Souza itu mengaku terbawa kebiasaannya sebagai personel kepolisian. Aduh pak, jadi terancam hukuman dua tahun larangan bertugas deh.
4.7.17

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Sports.

Wasit pertandingan sepakbola bukan pekerjaan idaman. Mereka harus lebih banyak bergerak dibanding pemain, tanggung jawabnya besar, sudah begitu sering jadi sasaran makian dan penganiayaan pemain kalau dianggap keliru memutuskan. Serba ga enak deh. Sehingga, kalau ada wasit yang sampai ngamuk-ngamuk lalu mengeluarkan pistol di lapangan hijau gara-gara pemain ga bisa diatur, terhitung wajar-wajar saja. Eh, apaan? Pistol?

Iklan

Dalam pikiran wasit bernama Camilo Eustáquio de Souza yang bertugas di Brasil, jawabannya sih "iya."

Souza sudah dikenal sebagai wasit yang garang, sehingga pemain tak berani macam-macam. Dia biasa mengadili pertandingan liga amatir di Negeri Samba itu. Souza pernah menghajar pemain. Pekan lalu, dia mengambil sepucuk pistol dan borgol dari tasnya di pinggir lapangan gara-gara pemain menolak diatur. Simak cuplikan video aksi koboy Souza berikut:

Berdasarkan laporan tabloid Mirror, Souza bertindak nekat gara-gara dipukul pemain bernama Marcos Lopes Vieira. Pemukulan terjadi setelah sang wasit memberi hadiah penalti untuk tim lawan Viera. Tak terima dibogem pemain amatiran, Souza awalnya menjauh dari lapangan hijau. Bukannya kabur, ternyata dia mengambil pistol dan borgol. Vieira yang baru sadar kalau si wasit mengamuk, segera kabur ke ruang ganti. Mirror sekaligus menampilkan wajah Souza yang lebam di bagian mata gara-gara bogem mentah si pemain. (Catatan: tenang, ini biasa kok di Brasil. Kami juga sudah pernah melihat wasit memamerkan senjata di lapangan.)

Berikut penjelasan Souza atas tindakannya seperti dikutip Mirror:

"Tindakan saya tidak berlebihan, yang berlebihan jelas perilaku para pemain. Tugas saya adalah menjaga ketertiban pertandingan. Maka tindakan saya [mengambil pistol] dalam kapasitas saya di pekerjaan sehari-hari sebagai polisi. Saya dibolehkan aturan hukum menahan warga yang menyerang petugas."

"Saya juga membawa borgol ke lapangan untuk menunjukkan pada semua orang bahwa saya tidak akan melukai si pemain yang memukul, saya hanya akan menahannya.

Masalahnya Pak Souza, profesi wasit dan polisi memang mirip tapi salah satu tidak diizinkan pakai senjata. Berdasarkan kabar terbaru, Vieira akan diadili oleh Komisi Disiplin Liga Amatir. Tenang, si bapak polisi/wasit paruh waktu juga disidang. Dia terancam hukuman larangan menjadi wasit dan berkecimpung dalam dunia sepakbola selama dua tahun. Kasihan.