Film

Kita Harus Melawan Ide Gila Disney Bikin Remake 'Home Alone'

Buat apa film sempurna dan klasik ini harus dibikin lagi? Petinggi Hollywood emang sudah keterlaluan soal nyari duit pakai cara gampangan.
Drew Schwartz
Brooklyn, US
JP
Diterjemahkan oleh Jade Poa
8.8.19
Kita Harus Melawan Ide Gila Disney Bikin Remake 'Home Alone'
Cuplikan film Home Alone via IMDB 

Seakan tak puas mengubah Timon dan Pumbaa menjadi monster mengerikan dalam film Lion King baru, atau mengubah genie menjadi setan biru berupa Will Smith di film Aladdin, Disney terus melanjutkan upaya merusak ingatan indah masa kecil kita. Kali ini mereka pengin nge-remake Home Alone.

Menurut CNN, CEO Disney Bob Iger mengumumkan kabar ini Selasa lalu. Dia mengatakan kepada para investor melalui surel tentang rencana membangkitkan Home Alone untuk layanan streaming barunya Disney+. Belum ada kabar siapa yang akan memerankan Kevin, tapi itu enggak penting— Home Alone enggak perlu di-remake njir, karena Home Alone udah sempurna.

Dari awal sampai akhir, film tayang rilis pada 1990 ini tak ada duanya—satu-satunya film Natal yang bisa ditonton beribu-ribu kali tanpa kalian merasa bosan. Adegan pesta, saat Kevin McCallister (Macaulay Culkin) menarik rangkaian tali buat bikin pesta palsu di rumahnya, dengan lagu "Rockin' Around the Christmas Tree": sempurna. Joe Pesci and Daniel Stern sebagai the Wet Bandits: menakjubkan. Bapak-bapak tua yang diduga membunuh keluarganya: benar-benar mengerikan.

Gimana caranya coba film ini hendak dibikin lebih baik? Macaulay Culkin sebagai Kevin tak bisa dikalahkan; Ingat saja betapa gagalnya Home Alone 3. Selain itu, soundtrack gubahan John Williams enggak mungkin bisa ditiru. Pokoknya, film klasik, seru, dan mengharukan seperti Home Alone mustahil dibikin jadi lebih bagus.

Tapi Disney kepedean, karena film ini punya peluang buat menghasilkan duit—dan mereka enggak peduli bahwa penonton kemungkinan besar akan membenci remake ini. Terima kasih, Disney, udah menghancurkan bagian paling mengesankan dari masa kecilku.

Follow Drew Schwartz di Twitter .

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.