Sains

Laki-laki Jago di Kompetisi Scrabble Karena Perempuan Banyak Urusan Lebih Penting

Satu penelitian berupaya menjelaskan alasan pertandingan Scrabble sering didominasi laki-laki. Jawabannya menohok banget: perempuan menganggap Scrabble sebagai permainan biasa, buat seru-seruan sama teman, bukan buat kompetisi.
7.9.17
Foto ilustrasi oleh Cindy Prins via Stocksy

Artikel ini pertama kali tayang di Broadly.

Saya enggak doyan main Scrabble. Alasannya, sori-sori aja nih, saya punya urusan lain yang lebih penting. Contohnya, menggosok lantai kamar mandi atau menghancurkan patriarki. Ternyata, bukan cuma saya yang berpikir demikian. Ada celah gender dalam kompetisi Scrabble di seluruh dunia. Sebagian ilmuwan betul-betul percaya penyebabnya adalah, ya itu tadi: perempuan punya urusan lain yang lebih penting. Sebuah tim penelitian dari University of Miami menganalisis 255 pemain laki-laki dan perempuan di turnamen US National Scrabble sepanjang kurun 2004 hingga 2008. Tim ini mengedarkan kuisioner berisi estimasi jam yang dihabiskan pemain berlatih Scrabble tiap minggunya. Dalam kuisioner yang sama, ada pula perbandingan waktu latihan tadi dengan jam yang dihabiskan untuk bermain seru-seruan. Para responden ditanya seberapa menggembirakan dan sulitnya sejumlah aktivitas, untuk memperbaiki keterampilan mereka, mulai dari bermain dalam kelompok hingga berlatih sendirian. Sebuah celah gender rupanya benar-benar ada di pertandingan Scrabble. Menurut para peneliti, sepuluh pemenang kompetisi nasional belakangan adalah laki-laki. Pemain Scrabble di ranking tertinggi adalah laki-laki, dan tidak ada satupun pemain perempuan dalam ranking 15 besar nasional, setidaknya untuk Amerika Serikat. Hingga saat ini, belum ada yang menyelidiki alasan-alasan di balik perbedaan performa pemain Scrabble perempuan dan laki-laki. Namun tim peneliti yakin penyebabnya bukan karena kemampuan bawaan gender yang timpang. "Kami tidak punya parameter untuk kemampuan bawaan," kata Dr. Jerad Moxley, yang turut terlibat penelitian tersebut. "Sangat tidak mungkin ada kemampuan bawaan yang sangat timpang, sampai-sampai mempengaruhi keterampilan bermain Scrabble perempuan dan laki-laki." Masih bingung mengapa laki-laki lebih sukses bermain Scrabble daripada perempuan? Hhhh kan udah dibilangin, perempuan benar-benar enggak sempat berlatih karena kita punya urusan lebih penting. Kalaupun kita bermain Scrabble, itu karena kita pengin seru-seruan bareng sobat-sobat. Lagian, Scrabble kan… cuma permainan acak kata gitu lho. "Laki-laki menghabiskan lebih banyak waktu menganalisis permainan mereka dan mengulas kembali permainan mereka, memikirkan anagram-anargam," ujar Moxley. Dia menambahkan bahwa laki-laki dan perempuan cenderung menghabiskan waktu yang sama setiap minggunya untuk bermain Scrabble, namun dengan cara yang berbeda. "Tidak ada orang yang benar-benar menikmati berlatih Scrabble sendirian, namun laki-laki lebih tahanl melakukan itu dibandingkan perempuan." Sebaliknya, perempuan menyukai aspek sosial dari permainan Scrabble, seperti bermain dalam kelompok dan, lagi-lagi, hanya untuk seru-seruan aja. Tim Moxley menemukan bahwa berpartisipasi dalam latihan Scrabble solo adalah prediktor terbaik atas performa kompetitif yang lebih baik. Perbedaan dalam metode latihan ini—solo versus sosial—mungkin menjelaskan mengapa laki-laki secara umum mengalahkan performa perempuan dalam kompetisi Srcabble. "Laki-laki dihargai atas sisi kompetitif mereka, dan sifat kompetitif dipandang sebagai ciri maskulin," ujar Moxley saat dihubungi Broadly. "Jadi, hal ini bisa dijelaskan lewat teori sosialisasi gender [ide bahwa laki-laki dan perempuan sudah dikondisikan sejak lahir untuk berperilaku berbeda]." Mungkin bagian yang paling penting dari bermacam penelitan itu adalah fakta perempuan lebih menikmati Scrabble, dalam konteks sosial dan non-kompetitif, dibanding laki-laki. Itulah sebabnya perempuan cenderung memandangnya Scrabble apa adanya: sebuah permainan seru untuk dilakukan bersama teman-teman, bukan sebuah target prestasi yang dikerja obsesif dalam kesunyian.