kuliner dan kesehatan

Temuan Ilmiah: Ternyata Umur Maksimal Para Vegetarian Tak Lebih Panjang dari Pemakan Daging

Iya sih, banyak penelitian yang bilang daging itu penyebab kanker dan penyakit mematikan lainnya. Tapi, jangan juga lupa, isi piring kita adalah otoritas kita.

Beberapa tahun terakhir ini adalah ujian berat bagi para penggemar daging. Hampir tiap bulan—atau bahkan minggu—organisasi kesehatan tertentu atau sekelompok ilmuwan mengeluarkan laporan yang menghubungan konsumsi daging dengan penyakit mengerikan macam kanker atau sejenisnya. Kalau kamu pikir laporan-laporan macam ini bakal berkurang, kalian salah besar: sebuah penelitian besar-besar menguak fakta yang kurang menyenangkan: di samping jadi penyebab kanker, konsumsi daging meningkatkan tingkat mortalitas dan kemungkinan kita menemui ajal karena beberapa penyakit yang dekat hubungannya dengan pola makan.

Iklan

Peneliti Mayo Clinic Arizona menelaah enam buat penelitian berskala besar yang menelusuri lebih dari 1,5 juta orang berusia antara 5,5 hingga 28 tahun. Responden enam penelitian juga memiliki pola makan yang beragam dari seorang vegan fanatik hingga mereka yang saban hari memamah daging. Dalam review mereka, yang terbit dengan judul "Is Meat Killing Us?" di Journal of the American Osteopathic Association, menyimpulkan bahwa konsumsi daging bisa membunuh manusia.

“Data yang kami telaah menegaskan apa yang sudah kita ketahui sejak lama—apa yang kita makan bisa membuat kita sehat atau sebaliknya,” ujar Brookshield Laurent odari New York Institute of Technology College of Osteopathic Medicine.

Temuan ini jelas bukan berita baru. Santapan yang mencakup daging merah—contohnya daging sapi, babi, domba dan binatang buruh—meningkatkan risiko kita terkena penyakit cardiovasculaar atau kanker, serta gangguan kesehatan lainnya seperti kencing manis dan peningkatan tekanan darah. Hasil penelitian tersebut juga merinci bahwa yang paling jahat sesungguhnya daging olahan.

Photo via Flickr user yortw

Dan kalau kamu mikir, kamu bakal kalau cuma mengonsumsi sedikit daging saja, maaf-maaf nih, para peniliti sepakat bahwa peningkatan mortalitas yang tajam bisa diakibatkan sedikit tambahan konsumsi daging merah.

Lengkapnya lagi, penelitian ini menyimpulkan bahwa meski ada variasi data, “ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa peningkatan asupan daging merah—terutama daging merah olahan—berhubungan erat dengan peningkatan mortalitas.”

Di sisi lain, teman-temanmu yang vegan bakal sumringah dan dengan senang hati menunjukkan bahwa dalam penelitian dengan skala lebih kecil membuktikan bahwa “pola makan vegan mampu meningkatkan beberapa parameter kesehatan, termasuk menurunnya indikasi penyakit cardiovascular, menurunnya indeks masa tubuh, menurunnya kemungkinan terkena diabetes dan menurunnya tekanan darah.”

Dan harus diakui bahwa pendapat kaum hippies tempo dulu ada benarnya—cara makan vegetarian dalam jangka waktu panjang punya banyak keuntungan. Orang yang mengamalkan pola makan vegetarian selama 17 tahun memiliki angka harapan hidup 3,6 tahun lama dari mereka mengamal vegetarianisme barang bebeberapa minggu saja.

Prospek menjadi penyantap daging seperti bakal makin suram ke depan. Tapi, dalam jangka waktu yang panjang, selama apa sih 3,6 tahun? Kalau hidup konon cuma mampir minum teh, maka 3,6 tahun hanyalah waktu yang kita habiskan untuk mengaduknya. Menurut kami sih, makan daging saja kalau memang pengin karena toh cuma kita yang bisa menimbang-nimbang dan menanggung untung ruginya makan seporsi sate kambing.

Plus jangan lupa, isi piring kita—seperti juga tubuh kita—adalah otoritas kita.