Easy Riders

Mixtape Terbaik Tentang Romansa Jakarta Pusat

Pusat ibu kota tak melulu tentang pencakar langit atau kantor pemerintahan yang angkuh. Pilihan lagu dari Shun berikut menggambarkan semua hal yang mungkin luput dari mata kita.
20.9.17

Jakarta Pusat adalah jantung ibu kota republik ini. Tentu saja, klaim semacam itu datang karena kantor megah pemerintahan berhimpun di sana, ditemani sekian pencakar langit milik korporasi dan bar-bar mewah di lantai atas gedung-gedung tadi. Tentu, Jakarta Pusat bukan sekadar itu. Ada aura tak terjamah sekaligus hangat, yang membuat siapapun sulit melupakan Jakarta Pusat. Seperti sisi Jakarta lainnya, kawasan pusat mustahil didefinisikan sekali ringkus. Di Menteng, selain tempatnya kaum elit tinggal, ada banyak rumah-rumah klasik yang menjadi saksi sejarah jatuh bangunnya kota ini. Namun dalam jarak yang relatif dekat, kita bisa langsung menemui ruas jalan Cikini, yang penuh kafe ramah mengundang siapapun mampir, menghapus kesan angkuh dari Menteng. Dari sana, kalian bisa sekalian mampir menengok pasar barang antik dan juga tempat penggila piringan hitam berburu harta karun di ruas Jalan Surabaya. Capek belanja barang antik, rehatlah di Jalan Jaksa yang bernuansa kosmopolit sejak tiga dekade lalu. Sebaliknya, saat kalian melawat ke Kemayoran, akan nampak kawasan yang dulu dicita-citakan menjadi motor ekonomi republik, namun akhirnya kini berubah kusam akibat hantaman krisis ekonomi dan tak kunjung bangkit kembali.

Iklan

Pendek kata: Jakarta Pusat adalah paradoks yang mengasyikkan karena tersusun atas sekian wajah, sekian citra. Menyusul seri mixtape bertema ibu kota sebelumnya, VICE berkolaborasi dengan UBER meminta DJ pilih tanding menggali beragam lagu dari khazanah musik dalam negeri, untuk menggambarkan sisi khas setiap sudut Jakarta. Untuk Jakarta Pusat, kami meminta bantuan Shun, yang lebih akrab dengan moniker Dr. Satomata saat dia berada di belakang DJ set. Shun adalah warga negara Jepang yang meninggalkan segalanya, lantas memilih pindah ke Indonesia. Selain menjalani sebagai rutinitias sebagai desainer grafis sehari-harinya, Shun mengelola kafe Mondo By the Rooftop. Untuk mixtape Jakarta Pusat, Shun memilah secara hati-hati beragam lagu yang punya nuansa klasik kuat. Alasannya, karena Jakarta Pusat adalah gambaran dari semua yang serba klasik dari pusat negara ini. Hasilnya adalah mixtape dengan nuansa dewasa, kental irama jazz hingga bossanova.

Shun mengawali sepilihan lagu dalam mixtape ini dengan petikan gitar flamenco dari lagu Ireng Maulana berjudul "Semua bisa bilang". Disambung berikutnya irama gitar jazz gitar dengan lirik yang membahas sosok tukang copet dan cerutu oleh Pahama group. Gubahan maestro jazz Bubi Chen, Grace Simon, serta Maryono & his boys ikut meramaikan mixtape susunan Shun. Deretan lagu yang menggambarkan Jakarta Pusat ini cocok kalian didengarkan di sore hari sambil ngopi di pinggir kolam renang Cikini atau berjalan santai di Taman Suropati.