FYI.

This story is over 5 years old.

Game

Membuat Animasi Kuda Ternyata Susahnya Setengah Mati

Satu studio animasi telah menemukan cara untuk menangkap gerak kuda dan menerjemahkannya ke animasi dengan baik. Masalahnya, praktiknya pelik banget
Foto: Animatrik

Mulai dari Roach di Witcher 3 hinga Epona di The Legend of Zelda: Breath of the Wild, kuda adalah elemen penting dan ikonik dalam sebuah video game. Hanya saja, khusus untuk kuda, mereka masih dibuat dengan cara digambar langsung oleh beberapa seniman grafis. Pasalnya, menggunakan teknik tangkapan gerak alias motion capture (mocap) pada kuda susahnya tak ketulungan.

Kami tahu karena Animatrik—sebuah studio animasi yang mengerjakan beberapa film dan video game ternama—kini sedang berusaha menggunakan teknik motion capture pada kuda untuk sebuah proyek yang belum mau mereka beberkan. Animatrik sudah berkali-kali memanfaatkan teknik motion capture dan efek visual selama lebih dari satu dekade. Cuma, inilah kali pertama mereka me-mocap kuda.

Iklan

Kendati demikian, mereka tak pernah punya masalah dengan hewan-hewan lain. “Kami pernah me-mocap serigala dulu,” ujar Brett Ineson, presiden Animatrik, lewat sambungan telepon. Untuk menangkap gerakan serigala, hewan-hewan buas itu harus dipakaikan baju spandeks. Jelas, mereka kelihatan tak nyaman awalnya. “Butuh berminggu-minggu untuk membiasakan serigala memakai baju spandeks..yang lucu adalah begitu mereka terbiasa memakai spandeks, serigala ini malah sangat protektif terhadap baju mereka dan tak mau mengembalikannya pada kami. Mereka sangat posesif.”

Untuk proyek terbaru mereka, Animatrik berniat menjajal sesuatu yang berbeda. Mereka ingin mendapatkan animasi kuda yang sangat detail. Studio animasi lain sudah pernah me-mocap kuda dan prosesnya meliputi memakaikan kuda sebuah baju spandeks seperti dikenakan serigala dan kunjungan ke studio motion capture.

Foto: Animatrik

Seorang pawang kuda yang tergabung dalam tim Animatrik menyodorkan sebuah solusi: alih-alih membawa hasil mocap ke studio, sekalian saja studionya yang dibawa mendekati sang kuda.

“Saya sudah menjadi atlit berkuda cabang equestrian dressage sejak berusia 10 tahun,” kata Sara Cameron, penyelia pasca-produksi Animatrik. “Jadi kami bisa memanfaatkan pengetahuanku dan anatomi kuda untuk menempatkan penanda pada tubuh kuda untuk menangkap segala otot, persendian dan lainnya.”

Animatrik menggunakan jasa kuda-kuda Hollywood yang berpengalaman—hasil kerja mereka salah satunya digunakan di film Warcraft —dan membawa bergulung-gulung equestrian tape. Idenya adalah menggunakan tape itu untuk menciptakan titik yang tepat di bagian tubuh kuda. “Kami khawatir otot-otot kuda ini nyelip di bawah baju spandeks. Dan penandanya tak langsung menyentuh kulit kuda. Jadi, kami akan melewatkan beberapa gerakan di sini,” ujar Cameron.

Iklan

Beruntung tim Animatrik menemukan plester equestrian warna hitam yang didesain khusus untuk kuda. “Aku menguji penanda gerakan itu pada Rotweillerku dan menyuruhnya berlari-lari keliling studio,” ungkap Cameron. “Plester itu tak mengganggu pergerakannya. Ini penting karena kami mementingkan keselamatan dan kenyamanan binatang ini. Masalahnya, kami baru tahu kalau anjing tak berkeringat seperti kuda yang bisa berkeringat sampai tubuhnya basah.”

Foto: Animatrik

Cuaca siang yang terik bikin proses syuting jadi lebih susah. Kendati ada jaminan bahwa plester yang dipakai akan erat menempel di kulit kuda, dalam prakteknya plester itu terus menerus copot. “Plester itu terus terlepas jadi kami harus terus menempelkannya lagi dan memastikannya tak kemana-mana,” ujar Cameron.

Pola ladam kuda yang tercetak dalam plester kelihatan lucu, tapi ini juga menciptakan masalah tersendiri dalam proses mocap. “Pokoknya ini bikin kami gila,” ujar Cameron. “Kami mencoba menggunakan plester tanpa pola ladam tapi penanda kami hilang di dalamnya..tapi kami harus dapat plester dalam jumlah besar dan itulah yang perusahaan berikan.”

Kendati terik dan plester terus-menerus terkelupas, Animatrik tak menyerah. Mereka tetap me-mocap beberapa ekor kuda dan menempatkan 44 kamera di atas kasok serta menyewa boom lift untuk menangkap pergerakan kuda. Setup yang sama pernah digunakan oleh Wachowski Bersaudara saat merekam adegan bullet time di film The Matrix.

Bukannya menyelesaikan masalah, ini malah bikin masalah baru. “Lumbung yang kami gunakan tak sestabil bangunan dari semen atau rangka baja,” ujar Ineson. “Kalau ada angin bertiup, lumbung akan tertiup dan berubah bentuk. Nah, kalau kameranya kamu pasang di dinding lumbung, volumenya akan berubah akan berubah seiring berubahnya bentuk lumbung.”

Cameron dan Ineson mengaku belajar banyak dari pengalaman mereka me-mocap kuda. Lain kali, kata mereka, kudanya harus dimandikan sebelum dipasangi tape. “Bener-benar dimandikan,” kata Cameron. “Tubuh kuda harus benar-benar bersih dari minyak..kayaknya kuda yang kami sewa enggak benar-benar bersih deh.”

Ineson juga mengatakan lain kali mereka langsung memakaikan baju spandeks ke kudanya sekalian. Praktis sih tapi ya lumayan disayangkan. Pasalnya kuda yang dipakaian plester berbentuk ladam kelihatan lucu, dan kami enggak keberatan dibanjiri foto-foto macam itu.