Polusi Jakarta

Polusi Udara Malam di Jakarta Seburuk Siang Hari, Gubernur Curiga Pemicunya Kepadatan Tol

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan heran, daerah yang tak banyak aktivitas penduduk kok pagi-pagi udaranya busuk banget. Biang keroknya ditengarai kendaraan berat di jalan tol lingkar luar.
31 Juli 2019, 10:26am
Polusi Udara Malam di Jakarta Seburuk Siang Hari, Gubernur Curiga Pemicunya Kepadatan Tol
Kepadatan kendaraan di Tol Lingkar Luar Jakarta. Foto via Shutterstock.

Masalah polusi udara di Jakarta semakin rumit saja. Ibu kota republik ini masih mondar-mandir di peringkat sepuluh besar kota dengan udara terburuk sedunia, serta sesekali nangkring di nomor satu. Awalnya diduga polusi itu terjadinya siang doang saat mobilitas warga sedang tinggi-tingginya, baru-baru ini muncul fakta bila mobilitas kendaraan berat di malam hari juga menyumbang polutan dalam jumlah besar.

Situasi ini dibincangkan di media sosial setelah akun @AgusSaptono membuat utas yang diunggah pekan lalu.

Pemilik akun itu menjabarkan fakta dari AirVisual, tentang bagaimana kualitas udara di Jakarta masih saja ada di level beracun meski sudah masuk malam hari. Konsistensi udara yang selalu buruk membentuk pola yang menimbulkan kecurigaan Agus: Jangan-jangan ada aktivitas industri yang meracuni udara yang sengaja dilakukan di malam hari.

Dalam twit-nya tersebut, Agus menyenggol Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar turut mencari tahu. Entah karena twit itu atau bukan, Selasa (30/7) lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan timnya sedang mencari tahu kaitan polusi udara Ibu Kota di malam hari dengan kendaraan berat yang melewati jalur Tol Lingkar Luar Jakarta.

"Kita sedang cari apakah ini [polusi udara yang buruk] terkait dengan volume kendaraan di sekitar JORR (Jakarta Outer Ring Road/Tol Lingkar Luar) yang cukup tinggi di malam hari," ujar Anies, seperti dikutip CNN Indonesia.

Anies menduga aktivitas tinggi di jalur itu menyebabkan kadar polusi tinggipada pagi hari di daerah terluar Jakarta. Dugaan tersebut datang setelah ia melihat data polusi di Stasiun Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang tinggi di malam hari, padahal minim kegiatan. Selain itu, juga ada dugaan kontruksi jalan yang biasa dilakukan saat malam memicu kemacetan. Dampaknya kualitas udara ikut memburuk.

Jika dugaan itu benar, Anies berencana mengetatkan aturan batas emisi kendaraan di Tol Lingkar Luar Jakarta. "Nanti kami pastikan kendaraan-kendaraan berat yang memasuki wilayah JORR itu mereka penuhi standar emisi sehingga nggak menimbulkan masalah," ujar Anies saat dikonfirmasi Tirto.

Menurut pantauan harian AirVisual, kualitas udara di Jakarta konsisten tidak sehat. Musim kemarau menambah parah keadaan, padahal puncakkekeringan baru akan datang pada Agustus. AirVisual mengimbau orang-orang dengan pernapasan sensitif mengurangi aktivitas di luar ruangan,serta agar setiap orang di daerah dengan udara buruk mengenakan masker, menutup ventilasi, serta memasang pemurni udara. Polusi yang memburuk membuat Anies, bersama Presiden Jokowi, digugat ke pengadilan oleh koalisi warga dibantu LSM. Mereka berharap adanya gugatan ini memaksa pemerintah serius memperbaiki kebijakan pengendalian emisi.

Novelis Ratih Kumala pernah bilang, "Cuma orang sakti yang bisa bertahan hidup di Jakarta." Anggapan itu benar belaka.