Artikel ini pertama kali tayang di Noisey.Awal minggu adalah waktu yang tepat memburu musik-musik baru. Sayangnya, kita kadang kebingungan mulai dari mana. Karena itulah, tiap minggu tim redaksi Noisey menyusun daftar album, mixtape, atau EP yang bisa kamu putar seminggu penuh. Kalian juga bisa mencoba lagunya langsung lewat pemutar streaming di artikel ini. Kami sadar rekomendasi tersebut tidak mungkin bisa komprehensif menggambarkan yang sedang seru dari kancah musik dunia. Setidaknya kami berharap usulan kami membantu kalian menemukan musik-musik baru yang menghibur. Jadi, silakan membaca daftarnya!
Iklan
Ty Dolla $ign: Beach House 3
Ty Dolla $ign kembali dengan album keduanya. Kali ini, rapper muda piawai itu mengundang segudang artis lainnya ikut berbagi bar. Nama-nama yang nongol serem semua, mulai dari Pharrell Williams, Lil Wayne, The-Dream, YG, Future, Swae Lee, Wiz Khalifa, Damian Marley, Tory Lanez serta masih banyak lagi. Adapun Mike Will Made It, DJ Mustard, dan Skrillex adalah beberapa orang yang duduk di bangku produser dalam album ini. Momen rilisnya album Beach House 3 didahului pelepasan beberapa single. Namun, kalau boleh jujur, single yang paling nendang adalah "Message In a Bottle." —Alex Robert Ross
Angelica Rockne: Queen of San Antonio
Di sela-sela energi honky-tonk yang kental terasa pada debut album Angelica Rockne, Queen of San Antonio—utamanya ketika Rockne tenggelam dalam lagu-lagu memakai aransemen khas country. Terdapat lagu-lagu galau yang sentimental. Di sanalah, suara Rockne menemukan performanya yang paling bagus, penyanyi muda ini mulai menenggak minuman beralkohol, slide guitar saling timpa menimpa dan jiwa album ini pun akhirnya menampakan diri. Queen of San Antonio adalah album tentang kegalauan meski enggak selalu tentang patah hati. —Alex Robert Ross
Slaughter Beach, Dog: Birdie
Birdie, album panjang kedua proyek solo co-frontman Modern Baseball ,Jake Ewald. Nama proyek ini Slaughter Beach, Dog. Dalam album ini, Ewald membuyarkan batas antara fiksi, fakta dan metafora. Permainan liriknya memukai. Momen-momen seperti bayar ongkos taksi sebesar $1,25, digigit serangga di teras atau pasangan kelas menengah bergandengan tangan bisa meluncur begitu saja, tanpa beban. Ewald, lewat liriknya, sanggup menggambarkan sebuah adegan dengan sangat mendetail sebelum tiba-tiba beralih bercerita tentang seorang uskup yang mengusir ibunya dari rumahnya. Malah dalam satu titik, Ewald seperti tak yakin apakah karakter dalam liriknya sedang jalan-jalan atau masih diam di kamarnya. —Alex Robert Ross
Iklan
Julien Baker: Turn Out the Lights
Menulis lagu membahas depresi bukan perkara mudah. Yang sering terjadi adalah penulis harus menulis tentang hilang perasaan. Artinya, penulis hanya punya sedikit bahan tulisan—atau malah kadang tak ada bahan yang bisa diolah. Inilah alasan kenapa single terbaru Julien Baker "Appointments," dari album keduanya Turn Out the Lights begitu melenakan. Lagu ini adalah penggambaran yang sangat nyata tentang ketidakmampuan melihat segala bentuk penebusan emosional atau malah ketidakmampuan merasakan apapun. Bagaimana pun, Turn Out the Lights menggunakan depresi sebagai sumur ide yang tak kering-kering. Rasanya, sudah waktunya untuk mengaku Julian Baker sebagai penulis lagu piawai. —Alex Robert Ross
Rico Nasty: Sugar Trap 2
2017 adalah tahunnya rapper asal kawasan DMV, Rico Nasty. Sejak hit pertamanya "Poppin" jadi viral, sukses menjaring hampir satu setengah juta views musim panas lalu (salah satunya karena masuk tayangan dalam serial HBO, Insecure), fanbase rapper perempuan ini langsung membengkak. Setelah menunggu beberapa bulan lama, Sugar Trap 2, album kedua Rico Nasty, akhirnya dirilis. Album ini adalah penerus yang keren dan menghentak dari album The Tales of Tacobella. bila Tacobella dinamai dari alter-ego santun Rico, Sugar Trap 2 kental dengan energi yang menghentak-hentak ala Sasha Fierce yang siap mencuri perhatianmu. Dan begitulah, anda akan dibuat terpana oleh suara Rico yang serak dan beat-beat yang manisnya tak terkira di album ini. —Tiffany Wines
Iklan
John Maus: Screen Memories
John Maus memberi kita 12 track yang mengoceh tentang penafsiran akan kematian edukasi seni liberan, tekno-gnostisisme Silicon Valley dan akhir dunia. Seperti biasa, Maus menyajikan penafisirannya dalam bentuk komposisi barok dan synth-pop minimalis. Bayangkan saja musik Bach yang ditulis ulang oleh Flock of Seagulls. Kira-kira seperti itulah musik Maus. Ada satu lagu yang dibuat berdasarkan metafora sepakbola yang panjang. Lalu, ada juga track yang liriknya berbunyi "Your pets are gonna die." Tapi, jangan khawatir, bulan lalu ketika saya mewawancarainya, Maus bilang semua hewan peliharaan ujung-ujungnya bakal masuk surga. —Colin Joyce
Album seru lainnya yang rilis pekan ini:Weezer: Pacific Daydream
Young Dro: Da Real Atlanta
Fever Ray: Plunge
Bootsy Collins: World Wide Funk
Yellow Days: Is Everything OK In Your World?
FAKA: Amaqhawe
Majid Jordan: The Space BetweenFollow Noisey di Twitter.