Trauma Para Pelajar Muslim Diintai Mata-mata Pemerintah Selama 4 Tahun

Sebuah video dokumenter berjudul “Watched”, menceritakan tentang polisi NYPD yang menyamar dan menyusup ke sebuah kelompok mahasiswa Muslim. Juga tentang efek psikologis yang dialami oleh dua mahasiswi muslim yang dimata-matai oleh polisi NYPD tersebut.
28.11.17
Foto oleh Spencer Platt via Getty Images

“Saya membayangkan apa yang bisa saya lakukan kalau semua ini tidak terjadi,” kata M dalam sebuah video dokumenter singkat yang ditayangkan pertama kali di Tribeca film festival, Kamis. Video dokumenter berjudul Watched menceritakan tentang dua mahasiswi Muslim yang dimata-matai oleh seorang polisi NYPD yang menyamar, bernama “Mel”. Mel datang ke Brooklyn Collage (BC) untuk memata-matai kaum Muslim dan mahasiswa yang berbasis politik lainnya sejak 2011 hingga 2015.

Mel datang ke BC dengan mengaku sebagai orang yang dibesarkan dalam keluarga Turki yang sekuler. Pada hari pertamanya di kampus, Mel masuk Islam di depan sebuah kelompok mahasiswa Muslim, dan bilang bahwa dirinya ingin mendalami agama yang menjadi agama leluhurnya. Selama empat tahun kemudian, Mel selalu bersama dengan kelompok mahasiswi muslim, dirinya menanyakan kepercayaan dan pandangan politik mahasiswi-mahasiswi tersebut. Mel bahkan diundang untuk piknik bersama, mengunjungi rumah mahasiswi muslim, dan menjadi pendamping saat salah satu mahasiswi menikah. Beberapa mahasiswa sempat curiga bahwa Mel adalah polisi yang menyamar, tapi mereka tidak bisa membuktikan apa-apa. (NYPD mengakui bahwa mereka mengirim petugas yang menyamar ke BC dalam sebuah “Investigasi yang telah Disetujui”, namun mengatakan bahwa mereka tidak menemukan apa-apa dari investigasi tersebut).

Video dokumenter ini menunjukkan efek yang terjadi dari proses memata-matai yang dilakukan oleh Mel. Mahasiswi-mahasiswi Muslim yang menjadi korban menjadi kesulitan mempercayai orang-orang di sekitar, merasa tidak aman di tempat publik, dan mereka takut dimasukkan ke penjara seperti orang Muslim lainnya yang mereka kenal. Meskipun sejak Donald Trump dipilih menjadi Presiden AS isu Islamophobia kembali terangkat, tapi Watched menjadi gambaran yang unik mengenai apa yang bisa terjadi jika polisi Amerika memata-matai mahasiswi Muslim. Watched menjadi produk jurnalistik mengenai apa yang dirasakan oleh pelajar Muslim setelah peristiwa 9/11, dan suara mahasiswi tersebut tidak diintervesi oleh pihak mana pun.

Mel pertama kali datang ke BC pada April 2011, beberapa bulan setelah Associated Press memberitakan bahwa NYPD menciptakan unit baru bernama Demographics Unit. unit yang bertugas untuk memetakan kondisi orang Muslim di New York. NYPD mengirim polisi ke restoran, masjid, toko buku, dan kelompok pelajar.

Setelah pemberitaan di AAP berangsur-angsur hilang, banyak yang mengira proses pemetaan orang Muslim sudah dihentikan. Sebuah pemberitaan mengenai pendekatan yang dilakukan oleh Demographics Unit oleh de Blasio menunjukkan era baru dalam dunia kepolisian. Dua tuntutan hukum yang diberikan oleh orang Muslim sudah diterima oleh NYPD atas tuduhan memata-matai. Mel melakukan aksi mata-matanya di Brooklyn College setelah publikasi berita di AP dan terus dilakukan hingga satu tahun lebih setelah de Blasio memegang jabatan. Watched membuktikan bahwa aksi memata-matai yang dilakukan kepada kaum Muslim di New York belum berakhir.

Salah satu mahasiswi dalam dokumenter Watched

Harus lapor ke siapa kalau kamu mencurigai ada polisi yang menyamar di komunitasmu?

Hal yang melatarbelakangi aksi spionase Mel di Brooklyn College adalah kasus Fahad Hashmi, seorang mahasiswa Brooklyn College juga. Seorang Muslim yang sangat vokal, Hashmi lulus dari Brooklyn College pada 2003 dan mendapat gelar masternya di London Metropolitan University. Pada tahun 2006, dia ditahan atas 4 tuduhan terkait membantu jaringan teroris Al Qaeda karena menerima temannya untuk menginap selama 2 minggu di apartemennya. Dalam koper temannya itu ditemukan jas hujan, ponco, dan kaus kaki anti-air yang akan diserahkan ke pemimpin Al Qaeda di Pakistan. Hashmi menghabiskan 3 tahun di tahanan pra-pengadilan di Manhattan. Sehari sebelum pengadilan, dia mengambil keputusan untuk berunding dan mempertimbangan mengaku salah. Pada saat Mel berada di BC, jumlah mahasiswa Muslim yang memperjuangkan hak-hak Fahad Hashmi meningkat.

Yang menjadi masalah adalah aksi mata-mata polisi kepada kaum Muslim mengganggu privasi. Banyak kaum Muslim yang takut dirinya atau keluarganya dipenjara setelah dimata-matai karena alasan yang tidak jelas. Dalam kasus Mel, masyarakat bisa melihat bagaimana penegak hukum bersikap kepada kaum Muslim.

Sikap ini bermula saat jaman Clinton, yang lalu berkembang pesat pada peristiwa 9/11 dibawah pimpinan Bush dan Obama, dan semakin berkembang di bawah pimpinan Donald Trump. Sikap penegak hukum ini dianggap sebagai “tuntutan pencegahan”. Sebuah larangan untuk “membantu teroris secara material” (bantuan material diartikan sebagai “pelayanan, pelatihan, saran ahli dan bantuan” ke kelompok yang oleh pemerintah dianggap sebagai teroris”, dijalankan pada 1996 dan berkembang dengan PATRIOT Act, membuat seseorang mungkin dituduh bekerja sama dengan teroris dengan bukti yang minim. : “bantuan material” tidak harus terbukti membuat kontak langsung dengan jaringan teroris. Biasanya pihak-pihak yang dituntut adalah gerakan religius kecil dan kelompok-kelompok politik, yang biasanya diartikan sebagai potensi terbentuknya kelompok teroris.

Untuk menangkap seorang kriminal yang tidak memiliki bukti bahwa dirinya telah berbuat kriminal, aksi mata-mata harus dilakukan untuk mengetahui siapa kira-kira yang berpotensi untuk menjadi seorang kriminal. Semacam tindakan pencegahan. Sebuah teori baru muncul : anak-anak muda Muslim yang peduli terhadap politik dan aspek-aspek religius bisa menjadi potensi menjadi sebuah gerakan kriminal. FBI dan NYPD menginstruksikan informan-informannya untuk mencari petunjuk mengenai “Anti-American” sentimen yang berkembang di masyarakat, dan yang berpotensi untuk melanjutkan sentimen tersebut mejadi sebuah tindakan. Setengah dari tuntutan terorisme sejak 9/11 melibatkan informan, dan banyak operasi yang melibatkan aparat pemerintah. Dalam beberapa kasus, bahkan hakim mengatakan bahwa pemerintah sudah membuat plot cerita dan menyediakan bahan-bahan untuk menuntut dari awal hingga akhir.

Watched menjadi sebuah contoh bagaimana caranya bertahan ketika sedang dimata-matai. Dan ini tergambar ketika kita memikirkan bagaimana dampak yang dirasakan oleh para korban. Banyak orang Amerika yang bertanya, “Kalau kamu tidak bersalah, kenapa harus takut?” dalam Watched, kita melihat bagaimana aksi spionase NYPD membuat mahasiswi trauma, menyebarkan rasa tidak percaya pada suatu komunitas, dan mendorong anak muda untuk mengawasi pikiran, perkataan, dan pandangan politiknya.

Dalam dokumenter ini, mahasiswi lain bernama R mendeskripsikan ketakutannya dengan gambaran konsep bangunan milik Foucault. Pemerintah tidak perlu mengawasi semua kaum Muslim yang ada di Amerika Serikat. Kalau kaum Muslim cukup takut dengan kekuatan pemerintahan Amerika, kaum Muslim akan mengawasi dan mengurangi keterlibatan mereka dalam hal politik yang melibatkan agama.

Ketika pengungkapan Snowden diliput, orang Amerika marah dengan sikap pemerintah Amerika Serikat yang ikut campur kehidupan pribadi mereka. Dan pengawasan yang dilakukan pemerintah kepada kaum Muslim lebih personal, mengganggu, dan merusak dibanding pengawasan yang dilakukan kepada kaum non-Muslim. Kenapa kaum Muslim di Amerika dianggap tidak boleh memiliki privasi, tidak boleh berekspresi dalam bidang politik dan agama, tidak boleh merasa aman saat berada di teman umum dan dalam hubungan keluarga mereka?

Yang membuat Watched menjadi tontonan yang memukau adalah video dokumenter ini berani menunjukkan bagaimana pengaruh pengawasan dan aksi mata-mata pemerintah AS kepada kaum Muslim Amerika. Sejak peristiwa 9/11, kaum Muslim Amerika sudah diwanti-wanti akan menghadapi pengawasan dari pemerintah AS yang dimaksudkan untuk memastikan keamanan warga AS lainnya. Dokumenter Watched bisa membuat kita sadar bagaimana rasanya mendapat pengawasan yang super ketat secara langsung dari pemerintah.