Inilah Rasanya Jadi Penduduk Auschwitz, 73 Tahun Setelah Nazi Dikalahkan
Semua foto oleh penulis.
Sejarah

Inilah Rasanya Jadi Penduduk Auschwitz, 73 Tahun Setelah Nazi Dikalahkan

Kota di Jerman itu menjadi saksi kekejaman kamp konsentrasi Nazi melakukan Holocaust terhadap etnis Yahudi. Lalu seperti apa perasaan penduduknya sekarang pada 2018?
30.1.18

Artikel pertama kali tayang di VICE Germany

Tanggal 27 Januari lalu diperingati sebagai ulang tahun ke-73 pembebasan kamp konsentrasi dan pembantai kaum Yahudi Auschwitz-Birkenau yang terletak di selatan Polandia. Di kamp inilah, dalam kurun waktu antara tahun 1940 dan 1945, tindakan tentara Nazi merenggut nyawa sekitar 1 juta penduduk Yahudi di Polandia maupun dari negara-negara sekitarnya.

Saat ini kota Oświęcim, nama dalam bahasa Polandia untuk Auschwitz, dihuni 40.000 penduduk. Saban tahun, kota ini dikunjungi lebih dari dua juta turis mancanegara. Dua tahun lalu, fotografer Jerman Felix Adler tinggal selama enam minggu di Oświęcim. Di sana, dia bercakap-cakap dengan penduduk setempat guna mengetahui seperti apa rasanya tinggal tak jauh dari bekas kamp konsentrasi Nazi.

Iklan

Beata

"Kalau dipikir-pikir, agak aneh juga sih saat kita ketemu orang baru terus bilang ‘Saya tinggal di Auschwitz.' Cuman, memang begitu kenyataannya, kehidupan di sini normal-normal aja kok. Misalnya, saya seneng banget sebab ada mal besar yang baru banget buka.”

Leszek

"Aku sih enggak milih untuk tinggal di Auschwitz. Hanya saja, aku dilahirkan di sini dan aku juga harus nyari kerja di sini,” ujar Leszek. Pabrik batubara milik Leszek berdiri di tanah yang dulunya dijadikan pabrik mesiu Krupp, tempat tahanan kamp melakukan kerja paksa untuk memproduksi amunisi bagi tentara Nazi.

Krzysztof

"Sebagai umat Gereja Saksi-Saksi Yehuwa, tugas saya adalah menyebarkan firman-firman tuhan, termasuk sampai ke tempat seperti ini,” ujar Krzysztof di luar Gereja Balai Kerajaan setempat. “Terlepas dari banyaknya orang terbunuh di sini—sesuatu yang sangat menyedihkan— Auschwitz sama seperti kota lainnya. Penduduk di kota ini terus berusaha memperbaiki diri dan Tuhan Allah bisa membantu mereka.”

Marija

"Aku suka sekali tinggal di sini, apalagi kalau musim panas. Aku sebenarnya lahir di kawasan utara Polandia, dekat Lviv, yang kini jadi bagian Ukraina. Cuma, aku pindah ke Auschwitz."

Darek

"Ah, tinggal di sini enggak buruk-buruk amat kok—kotanya indah dan turis yang datang ke kamp suka ngasih duit tips.”

Martin dan Piotr

"Memang, ngasih tahu orang kalau kami tinggal di Auschwitz itu agak aneh," kata Martin. "Pernah suatu kali, saat kami sedang liburan di Poznan [di barat Polandia], kami bilang tempat asal kami. Eh malah nanya, apa kami masih tinggal di barak."

Iklan

Zbyszek

"Semua orang di kota ini memanggilku Paduka Raja!"

Jan

"Keponakanku adalah James A. Pawelczyk, astronot polandia pertama yang akan terbang ke luar angkasa" kata nelayan bernama Jan berulang-ulang dengan bangga.

Tomasz

Tomasz datang ke Sungai Sola untuk berjemur saban hari. Pada masa penduudkan Nazi, tentara SS menggunakan sungai ini untuk membuang abu daari krematorium kamp sementara Rudolf Höß, komanda kamp Auschwitz, kerap membawa anak-anaknya bermain di sekitar sungai.

Natalia

“Saya bukan dari Auschwitz; saya berasal dari Krakow, Polandia. Kami sedang berziarah mengunjungi kuburan pacar nenek dulu. Menurut saya, tinggal di sini kayaknya agak aneh.”