Kecanduan

Strategiku Menghentikan Semua Kebiasaan Buruk Memasuki 2018

Sejauh ini saya berhasil berhenti merokok, minum alkohol, tak lagi makan daging, bahkan stop nonton film bokep. Hebat ya? Ini tips dariku kalau kalian mau menjajalnya.
8.1.18
Ilustrasi via Shutterstock 

“Tahun baru, diri baru” adalah salah satu kebohongan yang selalu kita lontarkan setiap tahunnya. Saya ahli soal ini, karena biasanya saya bertahan hingga tanggal 9 Januari sebelum akhirnya mesen es krim sambil minum Jack Daniels setiap hari, dan kartu keanggotaan gym saya lempar ke tong sampah. Tapi saya juga sadar bahwa mengalahkan kecanduan itu sangat mungkin dilakukan. Pada 2009, berat saya 108 kilogram, dan saya seorang alkoholik yang kecanduan kokain dan masih tinggal di rumah orang tua. Saya mengira ajal saya akan tiba sebelum mencapai umur 30, dan ini memang akhirnya hampir saja terjadi.

Iklan

Pada 2015, saya minum-minum hampir setiap hari dan mengalami sakaw kokain setelah dua tahun berhenti. Saya ngebaks setiap hari. Saya juga mengkonsumsi Oxycontin, MDMA, magic mushroom, dan banyak jenis narkoba lainnya. Selain itu, saya meminum lima cangkir kopi sehari dan menghabiskan sebungkus rokok setiap harinya. Belum lagi hobi saya ngemil McDonald sambil nonton pornografi sebelum tidur setiap malam. Di bulan Desember tahun itu, saya didiagnosa dengan pankreatitis kedua saya, satu minggu sebelum ulang tahun saya ke 29. Semenjak hari itu dua tahun lalu, saya belum pernah minum-minum lagi. Setelah beberapa kali sakaw, saya belum pernah mengkonsumsi obat-obatan keras selama lebih dari setahun.

Sebulan bulan yang lalu, saya memulai podcast berjudul Alex Wood Quits Everything, menceritakan bagaimana saya berhenti ngebaks, mengkonsumsi kafein, menggigit kuku, ngerokok, makan daging merah, dairy, menonton pornografi, boros menggunakan kartu kredit, dan bergosip. Tiga topik terakhir yang akan dibahas di podcasts saya adalah gula, media sosial dan smartphone. Saya belajar lewat pengalaman pribadi dan wawancara dengan para pecandu narkoba, makanan, belanja, pornografi, berjudi, merokok, dan tukang marah-marah di podcast saya, bahwa semua orang memiliki cara penyembuhan diri yang berbeda-beda. Satu-satunya nasehat yang bisa saya tawarkan adalah cara saya menyembuhkan diri sendiri dan semoga siapapun yang membaca ini bisa mendapatkan sesuatu dari pengalaman saya.

Adiksi pertama yang saya hentikan adalah kokain. Saya waktu itu berumur 22 tahun. Saya sering mengkonsumsi kokain secara rekreasional selama beberapa tahun. Ketika diminta untuk tampil di festival Just for Laughs di Montreal—mimpi semua komedian Kanada—alih-alih bersemangat, saya sangat cemas dan berusaha menggunakan kokain untuk meredamnya. Beberapa bulan kemudian saya menghabiskan semua uang untuk kokain. Ternyata kokain itu lumayan mahal, sehingga saya berhutang $1.100 ke seorang pengedar. Satu malam, saya muntah di atas panggung akibat rasa sakit withdrawal dan seminggu kemudian hidung saya muncrat darah sebelum saya hendak tampil. Saya panik dan meminjam uang dari seorang teman untuk melunasi si pengedar. Saya tidak meninggalkan rumah orang tua saya selama sebulan dan menangis sebelum tidur setiap malam. Saya mulai memikirkan untuk bunuh diri. Saya merasa kosong dan depresi selama itu, hingga akhirnya suatu hari Miley Cyrus menyelamatkan saya. Saya mendengar riff gitar manis dari ruang sebelah di mana televisi berada. Saya langsung bersemangat. Ketika sadar itu adalah lagu Miley Cyrus “Party in the USA” saya terbahak-bahak. Itu adalah pertama kalinya saya tertawa dalam sebulan.

2015 adalah tahun yang ingin saya lupakan—dan memang tidak banyak yang bisa saya ingat. Saya minum hampir setiap hari, sakaw dari kokain. Saya makan pizza setiap hari. Berusaha melupakan mantan pacar, saya lari ke pornografi. Pokoknya kacau banget. Di bulan Mei tahun itu, saya didiagnosa dengan pankreatitis. Saya harus minum antibiotik selama sebulan dan disuruh berhenti minum selama setahun. Nyolot karena lulus dari jurusan medis, saya hanya berhenti selama sebulan. Saya didiagnosa dengan pankreatitis lagi di bulan Desember. Dibopong ke ruang UGD akibat kejang-kejang dari withdrawal alkohol menjadi paku terakhir yang saya butuhkan sebelum timbul niat untuk berubah.

Langkah pertama saya untuk berhenti mengkonsumsi narkoba dan alkohol adalah menjaga motivasi. Motivasi utama saya adalah menjaga kesehatan dan mencari kehidupan yang lebih baik. Saya capek melewati basian, bangkrut, dan menyakiti keluarga. Saya sadar bahwa seluruh kehidupan saya berkisar seputar adiksi saya. Setiap keputusan yang saya ambil dibuat berdasarkan bagaimana saya bisa memuaskan kecanduan saya.

Iklan

Tentu saya saya tidak lahir kecanduan narkoba dan alkohol. Saya sendirilah yang bertanggung jawab atas kecanduan itu. Jadi saya pikir pasti saya jugalah yang bisa keluar dari adiksi ini. Saya lari ke figur inspirasional untuk mendapatkan motivasi. Misalnya Terry Fox, yang berlari maraton setiap hari selama 143 hari. Oh dia juga memiliki kanker. Dan hanya punya satu kaki. Awalnya dia tidak mendapatkan donasi dan perhatian sesuai yang diinginkan. Tapi dia terus berlari setiap hari. Sekarang dia dikenal sebagai salah satu ikon Kanada, dan sekitar $650 juta telah terkumpul demi kanker menggunakan namanya. Dia hanyalah seorang manusia, sama seperti saya dan kamu. Kalau dia saja bisa, berarti kamu pasti bisa menghentikan kecanduanmu sekarang.

Setelah pikiran saya positif, saya harus mulai beraksi. Hal pertama yang saya lakukan adalah memberitahu keluarga dan teman. Bagi seorang control freak seperti saya, penting bagi saya untuk menyadari bahwa saya tidak bisa melakukan ini sendirian. Saya akan membutuhkan dukungan mereka. Kontrol juga menjadi konsep yang harus lebih saya kuasai. Saya harus belajar cara mengontrol diri sendiri dan bagaimana bereaksi terhadap hal-hal yang menimpa saya. 1 Januari 2016 menjadi momen yang penting bagi saya. Saya sudah 12 hari lepas dari cengkraman alkohol. Saya berhasil melalui hari ulang tahun, libur natal dan tahun baru, masa-masa gemetaran dan kejang-kejang tanpa kembali ke alkohol. Eh tapi kemudian saya kehilangan dompet di subway.

Saya langsung sewot dan terbawa emosi, ingin segera lari ke alkohol. Namun di titik itulah saya menyadari apabila saya mabuk, dompet saya akan tetap hilang. Ini adalah momen besar dalam proses penyembuhan saya, dan sesuatu yang terus saya kenang hingga sekarang. Minum-minum, ngebaks, makan berlebihan atau merokok tidak akan membuat masalah saya hilang. Mungkin mereka bisa secara sementara meredam rasa sakit atau marah, tapi keesokan harinya, masalah tersebut masih ada. Hanya saya sendiri yang bisa menghapus masalah saya. Saya belajar untuk mulai memikirkan konsekuensi tindakan.

Iklan

Artinya ketika kamu mulai tergoda untuk kembali mengkonsumsi, jangan nyangkut memikirkan konsumsinya saja, tapi pikirkan bagaimana perasaanmu setelah mengkonsumsi. Saya belajar melakukan ini ketika saya berhenti menggunakan kokain untuk pertama kalinya. Saya sadar ketika sedang ngebet, pikiran saya hanya berfokus di “wah enak banget nih kalo make.” Saya bertarung melawan gelombang pikiran-pikiran macam ini suatu hari, dan berpikir “apa yang akan terjadi kalo saya make?” Iya emang pasti enak kalo make, tapi artinya saya akan menghabiskan uang yang akan saya gunakan untuk membayar utang. Setelah itu saya juga pasti akan merasa bersalah dan depresi.

Semua pelajaran yang saya dapatkan tentang adiksi memberikan saya ide tahun lalu. Saya akan menghentikan semua adiksi negatif saya dan menceritakannya via podcast. Berhenti menonton pornografi adalah salah satu yang paling sering diminta pendengar. Ketika orang bertanya apabila saya kecanduan pornografi sebelumnya dan menjawab iya, saya bisa membaca wajah mereka seolah mengatakan, “Ini orang pasti masturbasi di jam-jam aneh dan di lokasi yang aneh.” Lucunya, setelah berhenti, seks terasa lebih nikmat. Saya merasa lebih terhubung, dan tidak lagi membayangkan fantasi porno ketika sedang berhubungan seks. Saya hanya bermasturbasi dua kali seminggu sekarang—jauh lebih sehat dibanding angka saya sebelumnya, yang menyerupai poin rata-rata seorang atlit NBA per game.

Iklan

Berhenti mengkonsumsi dairy dan daging merah membuat saya sadar bahwa makanan bisa berperan seperti narkoba. Saya menggunakan makanan untuk merayakan sesuatu, untuk meredam rasa sakit, atau ketika sedang bosan, dan menghabiskan banyak uang untuknya. Saya juga menyadari bahwa banyak vegan tidak berbohong tentang resep masakan mereka yang sama enaknya dengan daging sungguhan.

Hal terakhir yang saya sadari adalah bahwa saya tidak boleh takut akan kegagalan. Sakaw adalah bagian dari adiksi. Kuncinya adalah tidak membiarkan momen-momen lemahmu menghapus semua kerja keras. Kalau kamu sedang menyetir menuju suatu tempat dan keluar di jalan yang salah, kamu tidak lantas menyerah. “Saya belok di jalan yang salah, yah, ya udah deh, matiin mesin, lempar kunci mesin keluar jendela, dan tidur di dalam mobil.” Ini konyol. Jadi prinsip menghadapi adiksimu seharusnya sama. Saya bangkit lebih kuat setelah melalui setiap proses sakaw.

Semenjak bersih, saya berada di puncak kesehatan secara fisik dan mental. Saya melunasi utang kartu kredit dan untuk pertama kalinya memiliki tabungan di bank. Saya sedang jatuh cinta dan berada dalam hubungan terbaik dalam hidup. Saya menjadi pendengar, teman, kakak, dan anak yang lebih baik. Karir saya menemukan cahaya baru dan setelah delapan tahun lamanya, saya kembali diminta untuk tampil di Just for Laughs lagi untuk Jaringan LOL Kevin Hart.

Berusaha lepas dari kecanduan kadang bisa terasa mudah dan kadang berasa tidak mungkin dilakukan. Saya sudah lebih sering menemui kegagalan dibanding keberhasilan. Saya menulis artikel ini di hari ketiga tidak mengkonsumsi gula, dan efeknya membuat saya agak mudah sewot. Saya merasa ingin membunuh semua orang yang membaca artikel ini saking gemesnya. Jadi saya sadar, bahwa berhenti dari kecanduan itu sulit, tapi kamu bisa melakukan ini di 2018. Kalau kamu sedang kesulitan atau jatuh, jangan pernah hilang keyakinan. Kamu memiliki kekuatan di dalam diri lebih besar daripada yang kamu sadari, tapi memang ini harus digali dalam-dalam. Kalau semua usaha gagal, tinggal putar lagu Miley Cyrus aja.

Follow Alex di Twitter.