binatang peliharaan

Ada Layanan Taksi Khusus Peliharaan dan Binatang Jalanan di Hyderabad India

Banyak penyayang binatang di kota itu kesulitan mengangkut binatang ke luar rumah karena tak punya kendaraan pribadi. Dua aktivis berusaha menyediakan solusi.
20.10.20
Tersedia Layanan Taksi Khusus Peliharaan dan Binatang Jalanan di Hyderabad India
Foto ilustrasi binatang naik mobil dari freestocks.org via Pexels

Pandemi membuat ruang gerak siapapun jadi terbatas, termasuk ketika berurusan dengan binatang kesayangan mereka. Lho, bukannya binatang justru senang sama lockdown?

Sekilas memang gitu sih. Ilmuwan sempat menyimpulkan kalau binatang peliharaan cenderung lebih senang melihat tuannya bekerja dari rumah. Perhatian kita pada kucing atau anjing di rumah meningkat. Para majikan itu juga lebih rajin mengajak mereka jalan-jalan.

Problemnya, kewajiban manusia pada peliharaannya mencakup kunjungan ke dokter hewan. Dan banyak orang kini kesulitan menjalankan pemeriksaan rutin buat si kucing atau anjing, lantaran mereka tak punya kendaraan pribadi. Si manusia sendiri juga butuh bersosialisasi, tapi ketika ada tanggungan peliharaan, mereka berat kalau tak mengajak hewan kesayangan ikut.

Masalah kayak gini ternyata dirasakan komunitas pecinta binatang di Kota Hyderabad, India. Bus dan kereta, dua opsi transportasi umum di India, sedang tidak bisa diandalkan dalam situasi penyebaran Covid-19. Bajaj dan taksi biasa sebetulnya lebih aman, tapi mayoritas sopir sering menolak penumpang yang hendak membawa peliharaan mereka ikut naik. Kalaupun mengizinkan binatang naik, para sopir seringkali menarik tarif argo gila-gilaan, mencekik si penumpang.

Dua aktivis penyayang binatang segera memikirkan solusi untuk pemilik anjing dan kucing yang tak punya kendaraan pribadi. Hasilnya, berdirilah taksi untuk mengangkut binatang.

WhatsApp Image 2020-10-20 at 12.38.04 PM.jpeg

Foto dari arsip Panneeru Teja.

“Ide ini terpikir ketika kami mendengar banyak pengemudi bajaj dan taksi menolak penumpang yang mau naik sembari membawa anjing atau kucing,” kata Panneeru Teja pada VICE. Dia adalah co-founder Scoobies Pet, layanan taksi untuk peliharaan di Hyderabad. Teja bersama kakaknya, Panneeru Prithvi, telah bertahun-tahun terlibat aktivitas penyelamatan binatang, serta mengelola bisnis jual beli pakan hewan.

Target dari taksi ini, kata Teja, bukan cuma pemilik hewan peliharaan. Taksi mereka dapat dipakai aktivis animal rescue lain di kota tersebut, untuk membawa binatang jalanan yang sakit ke dokter hewan tanpa harus pusing memikirkan penolakan sopir.

Kendati demikian, Teja mengakui tarif taksi binatang mereka lebih mahal dari angkutan umum sejenis. Taksi atau bajaj normal di India biasanya mematok argo 15 Rupee, setara Rp3.000 per kilometer. Sementara Scoobies Pet memasang argo tetap 750 Rupee (Rp146 ribu) per 30 kilometer, selebihnya berlaku kelipatan.

Ongkos lebih mahal itu menurut Teja dikompensasikan dengan desain mobil yang ramah binatang. Plus, tiap kali selesai mengantar binatang, sopir akan menyemprotkan disinfektan. “Kami sudah berpengalaman mengurus bermacam anjing yang seringkali muntah atau mual ketika berlama-lama di mobil. Cara berkendara juga diperhatikan agar binatang nyaman selama diangkut oleh taksi kami,” ujarnya.

Uniknya, taksi untuk binatang ini bukan konsep pertama di India. Dua tahun lalu, sudah ada taksi sejenis di yang beroperasi tiap hari tanpa libur. Ada juga taksi ramah binatang di Mumbai melayani antar jemput, namun khusus di titik-titik tertentu.

Follow Varsha di Twitter.