Coronavirus

Apakah Hewan Peliharaan Kita Bisa Terinfeksi COVID-19 Seperti Harimau di New York?

Ada kucing dan anjing yang dikabarkan tertular coronavirus dari pemiliknya, tapi belum ada bukti hewan peliharaan menularkan virus ke manusia. Jadi jangan buang anabul kalian, ya!
Katie Way
Brooklyn, US
AN
Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
08 April 2020, 3:51am
Harimau di Kebun Binatang New York Tertular Corona, Apakah Kucing dan Anjing Peliharaan Bisa Kena COVID-19
Foto ilustrasi via Getty Images 

COVID-19 sekarang menyerang hewan juga. Pihak Kebun Binatang Bronx di New York mengumumkan Minggu, harimau bernama Nadia positif terinfeksi virus corona jenis baru. Mereka mengetahuinya setelah harimau 4 tahun itu menunjukkan gejala batuk kering dan kehilangan nafsu makan. Pihak kebun binatang yakin Nadia tertular dari “petugas satwa yang mengidap virus tanpa gejala atau sebelum orang itu menunjukkan gejala.”

WABC melansir enam harimau lainnya juga menunjukkan gejala serupa, tapi diperkirakan akan segera pulih.

Belum diketahui seberapa besar risiko hewan, terutama yang berhubungan dekat dengan manusia, terinfeksi COVID-19. Harimau Nadia adalah hewan pertama di Amerika Serikat yang didiagnosis mengidap virus. Menurut AP News, tak ada berita hewan peliharaan dan ternak positif terinfeksi.

Sebelum Nadia, seekor kucing di Belgia dan dua anjing di Hong Kong diberitakan tertular COVID-19 oleh pemilik. Penelitian dari Tiongkok menunjukkan kucing peliharaan memang lebih rentan terinfeksi COVID-19 dan bisa menularkannya ke kucing lain. Akan tetapi, studi tersebut tidak menemukan bukti kucing bisa menularkannya ke manusia.

Faktanya, sejak dulu sudah ada jenis virus corona yang dapat menyerang kucing dan anjing, dan COVID-19 awalnya tidak termasuk dalam virus tersebut. Baru sekarang terbukti anak berkaki empat juga bisa ketularan COVID-19 dari manusia. Studi terbaru—yang belum dikaji rekan sejawat—mengatakan kucing justru lebih rentan terinfeksi virus daripada anjing.

Hal ini tentu bisa dicegah. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menganjurkan agar pemilik membatasi interaksi dan kontak langsung dengan hewan peliharaan, seperti memeluk, mencium atau berbagi makanan. Jika kalian harus memegang anabul, sebisa mungkin menggunakan masker dan sarung tangan agar tubuhnya tidak ketempelan droplet yang bisa saja membawa virus. Minta tolong orang lain mengurus peliharaan ketika kalian sakit. Dan terakhir, yang paling penting, kalian wajib cuci tangan sebelum dan setelah memegang kucing atau anjing.

Amerika sendiri sudah melakukan pencegahan. Taman bermain anjing di Kota New York, Knoxville, Burlington, dan Winston-Salem ditutup sementara waktu. Mungkin tujuannya untuk mengurangi kontak antar-manusia, tapi bisa sekalian mengurangi kontak antar-anjing.

Pihak Kebun Binatang Bronx juga menekankan, virus dalam tubuh harimau Nadia bisa cepat terdeteksi karena laboratorium veteriner tak sesibuk manusia. Sampelnya bisa diuji dengan cepat karena kasusnya baru sedikit, tidak seperti penularan pada manusia yang lebih dari ribuan kasus.

“Sampel manusia tidak bisa dikirim ke laboratorium veteriner, dan sampel hewan tak bisa diuji pada laboratorium manusia. Jadi, tolong jangan membanding-bandingkan kedua kasus ini karena kondisinya sangat berbeda,” tegasnya.

Follow Katie Way di Twitter.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.