Penyiksaan Anak

Ortu asal Jember Sekap Anak Kandung di Kandang Ayam Karena Kecanduan Main Game Online

Korban sempat dipukul dan ditelanjangi ayah kandungnya, kemudian ditinggalkan di depan rumah. Tindakan sang ayah membuatnya berurusan dengan polisi.
17.1.20
Ortu asal Jember Sekap Anak Kandung di Kandang Ayam Karena Kecanduan Main Game Online
Ilustrasi pemain Dota [kiri] via Wikimedia Commons/lisensi CC 4.0; Ilustrasi kandang ayam via Wikimedia Commons/lisensi CC 4.0

Kasus ini menambah deretan bukti kalau tak semua manusia layak menjadi orang tua. Mulanya lelaki yang oleh aparat diumumkan dengan inisial EW, 41 tahun, kesal setengah mati karena tak menemukan anaknya yang berumur 12 tahun di rumah. Setelah dicari, EW mendapati anaknya main game online di sebuah warnet di Jalan Riau, Jember. Kekesalannya makin bertambah ketika anaknya tak mau disuruh pulang.

Dengan pukulan dan paksaan, si anak berhasil digiring kembali ke rumah. Tapi EW merasa perlu ngasih pelajaran tambahan. Anaknya dipukuli, ditelanjangi, kemudian diikat di depan rumah. Namun, karena malu pada tetangga yang lewat, ia memindahkan korban ke kandang ayam yang dikunci. Tangan dan kaki korban juga dikunci dengan dua buah borgol. Ia kemudian meninggalkan korban dan pergi ke Pasar Tanjung untuk membantu istrinya berjualan.

Saat ayahnya pergi itulah korban melarikan diri lewat ventilasi kandang. Tetangga yang didatangi korban kemudian melaporkan peristiwa ini ke Polres Jember. Sehari kemudian, EW ditangkap polisi dan didakwa UU 23/2004 tentang Penghapusan KDRT Pasal 44 juncto Pasal 5. Ia harus siap-siap dipenjara paling lama lima tahun.

"Motif tersangka menyekap anaknya karena kesal dengan tingkah laku korban yang susah dinasihati karena berdasarkan pengakuan tersangka, korban sering mencuri uang dan ponsel untuk bermain game online," ujar Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal dikutip Republika.

Masalahnya, bukan cuma treatment EW menghadapi anak kecanduan game online yang ngeselin. Alfian mengatakan, anak EW adalan korban broken home karena orang tuanya sudah bercerai. Bahkan, sepuluh tahun lalu EW pernah masuk penjara selama empat bulan karena melakukan KDRT kepada ibu korban. Saat peristiwa terjadi, korban diasuh oleh ayah dan ibu tirinya.

Kekerasan pada anak enggak pernah habis diberitakan. Pekan ini, berita paling anjing datang dari seorang lelaki di NTB yang ketahuan memperkosa anak angkatnya selama enam tahun. Tragisnya, si istri terlibat merekam adegan pemerkosaan. Jangan kaget deh kalau kalian nanti ketemu teman yang pas acara motivasi malah ketawa saat disuruh membayangkan orang tua meninggal.