Musik Pop

BTS Mengimbau Penggemarnya Berhenti Stalking Kehidupan Pribadi Para Member

Fans yang masuk kategori stalker, biasa dijuluki "sasaeng", dianggap personel BTS sudah keterlaluan. Mereka tak mau privasinya diusik.
19.12.19
BTS Mengimbau Penggemarnya Berhenti Stalking Kehidupan Pribadi Para Member
Foto dari screenshot akun Instagram/bts.bighitofficial 

Jadi terkenal dan populer itu enak? Siapa bilang. Tanya saja bintang K-pop yang memiliki basis penggemar terbesar di dunia. Apalagi kalau penggemar itu teramat obsesif, sampai-sampai melacak semua aspek kehidupan pribadi sang idola. Jenis fans yang sudah masuk kategori penguntit (stalker) itu, dalam ranah budaya pop Korea, biasa dijuluki "sasaeng". Secara harfiah artinya penggemar yang hobi mengulik kehidupan pribadi idola. Bangtan Boys, lebih populer dengan sebutan BTS, sebagai boyband terbesar kancah K-Pop saat ini, punya sasaeng bejibun. Kini, para membernya merasa terganggu atas perilaku tersebut.

Iklan

Kim Taehyung (a.k.a. V) adalah member BTS yang secara terbuka mengkritik kebiasaan sasaeng. Dalam live broadcast yang disiarkan lewat aplikasi VLIVE, dia berbagi pengalaman buruk berhadapan dengan fans yang gemar mengurusi kehidupan pribadi mereka. Salah satu dampaknya, BTS kini tak pernah lagi bisa naik pesawat biasa, mereka harus menyewa jet pribadi.

"Kami sebenarnya pengin banget terbang dengan pesawat biasa," kata Taehyung. "Sayangnya, kapanpun kami terbang, mau itu jarak pendek ataupun yang jauh, selalu ada fans yang sudah tahu kalau kami akan menggunakan maskapai itu. Mereka kemudian duduk di samping atau depan kursi kami."

Ketidaknyamanan macam ini bukan cuma dialami BTS saja. Banyak bintang K-Pop, serta idol-idol di industri musik pop Jepang, menghadapi gangguan serupa. Akibat fans yang terlalu obsesif, sudah terjadi sekian insiden sepanjang 2019. Itu belum termasuk risiko bintang K-Pop menghadapi pelecehan hingga cyberbullying.

Lantas, apa sih definisi sasaeng? Kalau merujuk penelitian dalam jurnal yang terbit 2015 lalu, dengan judul "Singapore Youths, Authentic Identities, and Asian Media Fandom", sasaeng adalah mereka yang menguliti kehidupan pribadi bintang K-Pop secara berlebihan. Mereka bisa sampai meretas atau membayar info soal agenda harian sang idola. Demografi sasaeng biasanya perempuan usia 17 tahun hingga 22 tahun. Tindakan mereka stalking idola, saking nekatnya, sudah menjurus kriminal.

Taehyung punya alasan kenapa dikuntit fans tidak menyenangkan. "Dalam momen yang seharusnya privat itu, seperti saat naik pesawat, kami jadi tidak bisa beristirahat dengan layak. Sejujurnya, kami tidak suka mendapat perhatian dari fans seekstrem itu… tindakan mereka sangat mengakutkan."

Iya juga sih. Siapa coba yang mau dalam kondisi jetlag, menempuh perjalanan beda zona waktu, capek, pengin tidur, tapi tiba-tiba di udara dimintai tanda tangan atau foto bareng penumpang yang ternyata sengaja berjuang biar bisa duduk sebelahmu.

Iklan

Perilaku sasaeng sayangnya dari dekade 90-an sampai sekarang masih marak dan tak kunjung mereka. Sebagian bintang K-Pop bahkan sampai terbuka menyerang fans yang berlebihan menguntit mereka. Misalnya, dengan cara mengunggah dokumen berisi fans-fans yang masuk 'daftar hitam' karena udah jadi stalker. Keanggotaan resmi fansclub beberapa pelaku sasaeng juga dicabut.

Peristiwa lain yang ekstrem gara-gara sasaeng pernah dialami EXO. Boyband populer ini nyaris diculik penggemar, yang menjemput member pakai mobil van putih identik dengan mobil sewaan mereka selepas konser. Untung manajer EXO menyadari itu mobil berbeda, sehingga para membernya selamat dari upaya penculikan.

Kim Heechul, anggota Super Junior, sempat nyaris tewas dalam kecelakaan di jalan raya. Gara-garanya dia berusaha menghindari fans yang mengikutinya pakai mobil.

Intinya, perilaku sasaeng sama sekali tak keren. Tindakan ini bikin buruk reputasi fandom K-Pop secara keseluruhan. Jadi, buat kalian yang mungkin sudah pernah atau masih menjadi sasaeng, kami punya pesan: "kalau kalian tidak mau berhenti membeli tiket pesawat hanya untuk mengganggu privasi idolamu, coba ganti niatnya. Tahukah kalian kalau industri penerbangan membuang karbon dan limbah dalam jumlah besar lho. Jadi ingat-ingatlah, kelakukan gitu selain ngeselin sekaligus merusak lingkungan."

Artikel ini pertama kali tayang di di i-D