Thailand

Kafe di Thailand Tawarkan Sensasi Naik Pesawat di Tengah Pandemi

Meski pesawatnya enggak terbang beneran, kafe ini bisa mengobati kerinduan jalan-jalan.
15.9.20
Pengunjung menikmati pelayanan kelas bisnis di kafe pesawat
Pengunjung menikmati pelayanan kelas bisnis di dalam bekas pesawat Airbus 330 yang telah disulap menjadi kedai kopi di Pattaya, Provinsi Chonburi. Foto diambil pada 1 September 2020 oleh Mladen Antonov via AFP

Banyak pesawat terpaksa diistirahatkan selama pandemi, merusak rencana jalan-jalan kebanyakan orang. Pelaku usaha F&B pun memanfaatkan kondisi dengan membuka kedai bertema pesawat. Kafe semacam ini bisa menjadi pelepas dahaga bagi jiwa-jiwa yang haus akan liburan.

Di Pattaya, kalian bisa “mengudara” sambil ngopi di dalam pesawat komersial yang sudah enggak berfungsi. Tak hanya itu saja, kalian dapat merasakan sensasi jadi pilot dan foto-foto di kokpit.

Iklan

Pengunjung bernama Chalisa Chuensranoi, 25 tahun, menceritakan pengalamannya bersantai di kafe pesawat kepada AFP. “Rasanya kayak terbang beneran,” ujarnya.

000_8PQ2DG.jpg

Pengunjung berfoto di depan bekas pesawat Airbus 330 yang kini berubah jadi kafe. Mladen ANTONOV / AFP

Pengunjung menikmati pelayanan kelas bisnis di dalam bekas pesawat Airbus 330 yang telah disulap menjadi kedai kopi di Pattaya, Provinsi Chonburi. Di saat jutaan orang di seluruh dunia tak bisa keluar rumah karena pandemi, kafe pesawat di Thailand menawarkan pengalaman berpura-pura melayang di udara. Kedai ini terbukti ramai dikunjungi. Foto: Mladen Antonov / AFP

Pengunjung lain mengunjungi area kokpit untuk mengetahui seperti apa rasanya menjadi pilot.

“Di kafe ini, saya bisa duduk di first class dan pura-pura jadi pilot di kokpit,” kata Thipsuda Faksaithong (26).

Masih di Bangkok, maskapai Thai Airways membuka kedai dan menghidangkan makanan pesawat kepada para pengunjung. Mereka dilayani pramugara dan pramugari yang mengenakan seragam Thai Airways, masker dan face shield.

Meski pekan lalu Thailand melaporkan kasus penularan lokal pertama setelah 100 hari bebas dari COVID-19, negara ini dipuji atas keberhasilannya mengatasi pandemi, tak seperti negara-negara tetangganya di seluruh Asia Tenggara.

000_8PQ2DM.jpg

Pengunjung duduk di kokpit Airbus 330. Mladen ANTONOV / AFP

Larangan bepergian berimbas pada sektor pariwisata Thailand yang mengalami penurunan wisatawan. Tahun lalu, negara ini dikunjungi sekitar 40 juta wisatawan.

Hiburan bertema perjalanan udara palsu populer di beberapa negara lain di Asia, seperti Taipei dan Singapura.

Iklan

Warga Taiwan masih bisa check-in di Bandar Udara Songshan dan duduk di dalam pesawat, tapi minus terbang.

000_8PQ2DB.jpg

Pengunjung menikmati pelayanan kelas bisnis di dalam bekas pesawat Airbus 330 yang telah disulap menjadi kedai kopi di Pattaya, Provinsi Chonburi. Di saat jutaan orang di seluruh dunia tak bisa keluar rumah karena pandemi, kafe pesawat di Thailand menawarkan pengalaman berpura-pura melayang di udara. Kedai ini terbukti ramai dikunjungi. Mladen ANTONOV / AFP

Singapore Airlines berencana meluncurkan perjalanan “kandang” alias pengunjung akan bepergian mengelilingi Bandara Changi.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memprediksi Mei lalu, perjalanan udara baru bisa kembali normal pada 2024.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Asia