WTF

Diyakini Tingkatkan Gairah Seks, Pemburu di India Potong Penis Harimau

Satwa liar ini sering diburu di India karena organnya dianggap ampuh menyembuhkan segala macam penyakit, serta meningkatkan gairah seksual.
SJ
Mumbai, IN
6.10.20
harimau
Foto oleh Kunal Dand via Unsplash

Awal bulan ini, lelaki India dan dua kaki tangannya ditangkap di Madhya Pradesh, negara bagian di India tengah, atas dugaan memotong kepala dan penis harimau. Tersangka memercayai mitos penis kucing besar itu dapat membangkitkan libido atau gairah seksualnya.

Insiden ini terungkap bulan lalu, setelah bangkai harimau tanpa kepala, cakar dan alat kelamin ditemukan mengambang di sungai Ken yang mengaliri Taman Nasional Panna—yang berfungsi sebagai penangkaran harimau di Madhya Pradesh. Diduga mati saat kawin atau diburu, pembunuhan harimau ini memicu amarah publik.

Iklan

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa lelaki 60 tahun yang diidentifikasi sebagai Achchelal menemukan bangkai harimau pada 8 Agustus. Dengan dibantu dua temannya, dia memotong kepala dan menguburnya di ladang agar hewan ternak tidak tersesat.

“Dalam lima bulan terakhir, tercatat setidaknya 27 satwa liar termasuk harimau, beruang sloth, ular dan trenggiling yang mati dibunuh di Madhya Pradesh akibat kepercayaan pseudosains,” Indrajit Latey, pendidik satwa liar yang bekerja di berbagai pusat penangkaran harimau India tengah, memberi tahu VICE News. “Mitos ini disebarkan oleh tabib lokal yang dikenal sebagai vaidu.”

Sebagaimana dijelaskan Latey, vaidu akan mendatangi warga setempat dan mengajak mereka memasang jebakan. Mayoritas pembunuhan satwa liar tidak diberitakan oleh media atau sengaja ditutup-tutupi oleh departemen kehutanan dengan alasan kematian alami. “Madhya Pradesh disebut-sebut sebagai rumahnya harimau di India, sehingga tak mengherankan jika kasus bangkai harimau tanpa kepala ini menjadi sorotan,” Latey melanjutkan.

Petugas hutan di penangkaran harimau Panna menyelidiki kasusnya setelah didesak habis-habisan oleh publik. Tersangka kini telah ditangkap oleh satuan tugas khusus departemen kehutanan, dan sudah mengakui tindakannya.

Sudah keenam kalinya pembantaian harimau terjadi di penangkaran dalam delapan bulan terakhir. Hal tersebut sangatlah ironis mengingat Madhya Pradesh memiliki jumlah harimau terbanyak di India dengan enam penangkaran khusus.

Iklan

“Mitos [penis] harimau sebagai makanan afrodisiak dipercaya di mana saja, tapi orang akan semakin tertarik memburunya setelah menyadari betapa menguntungkan organ hewan ini,” kata Anirudh Chaoji, ahli konservasi satwa liar, kepada VICE News. Chaoji bekerja erat dengan penduduk dan departemen kehutanan pada penangkaran harimau Tadoba di negara bagian Maharashtra. Glorifikasi dan disinformasi yang dilakukan media akan khasiatnya juga menjadi alasan kenapa harimau dan banyak hewan lainnya diburu.

Lima tahun sebelum kasus ini terjadi, seekor harimau di penangkaran yang sama pernah dipenggal kepalanya.

Tahun lalu, departemen kehutanan Madhya Pradesh menangkap Yarlen, pemburu liar paling dicari yang suka memakan penis beruang sloth. Dia mengaku telah membunuh ratusan beruang sloth, babi hutan, harimau dan burung merak untuk konsumsi pribadi atau dijual organ reproduksinya.

Kasus Yarlen pertama kali terbongkar oleh satgas khusus yang dibentuk departemen kehutanan untuk menyelidiki kasus pembunuhan satwa liar tidak wajar setelah menemukan beberapa bangkai beruang sloth tanpa penis.

Organ reproduksi hewan ini dipercaya manjur mengobati kanker, luka bakar, nyeri dan asma, serta mencegah kerusakan hati. Tak hanya itu saja, cairan empedu beruang sloth diyakini mampu menyembuhkan epilepsi, wasir dan sakit jantung. Walaupun klaimnya tak terbukti secara ilmiah, permintaan akan satwa liar ini masih sangat tinggi dan diperdagangkan secara ilegal di Tiongkok, Hong Kong, Jepang, Makau dan Korea Selatan.

Iklan

Kepercayaan tradisional melihat harimau sebagai sumber kekuatan. Para pengikut ajaran Buddha Tantra (tradisi praktik mistis Buddha) percaya mengenakan kulit harimau saat bermeditasi dapat melindungi mereka dari roh jahat. Menurut teks kuno yang ditemukan di berbagai wilayah Asia Tenggara, kalsium dan protein pada tulang harimau memiliki sifat anti-inflamasi yang sangat kuat. Pengobatan tradisional Tiongkok mengklaim penis harimau bisa membangkitkan gairah seksual, taringnya dapat menyembuhkan demam, cakarnya bisa mengatasi insomnia, dan kumisnya mampu mengobati sakit gigi.

“‘Pengobatan tradisional’ ini tidak dapat dibuktikan dan biasanya diturunkan secara lisan melalui mitos atau desas-desus,” terang Latey.

Pakar satwa liar mengatakan kisah yang dibesar-besarkan, hierarki sosial yang menghormati tabib lokal, dan interpretasi tidak logis dari teks mitologi Hindu kuno membuat kasus pembunuhan  satwa liar terus terjadi. “Tradisi ini terus berlanjut karena tak banyak yang mempertanyakan kebenarannya, atau membuktikan efeknya pada orang yang mengonsumsi. Gading gajah diburu karena dipercaya bisa melindungi seseorang dari kesialan, mengingat dewa Ganesha kehilangan satu gadingnya,” ujarnya.



Dalam beberapa kasus, penduduk hutan dituduh membunuh harimau yang memangsa hewan ternaknya. Chaoji mengatakan ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat dan mata pencaharian alternatif bagi mereka.

“Sepanjang 2013-2020, tak ada satupun harimau yang diburu di Tadoba,” tuturnya. “Kami menjadikan penduduk sebagai pemangku kepentingan, dan memberikan peluang bekerja di sektor pariwisata atau lingkup lainnya yang tidak bergantung pada hutan.”

Iklan

Latey berpendapat penyuluhan dan implementasi adalah satu-satunya cara mematahkan keyakinan kuno. “Ini baru bisa terjadi jika pendidik mendapatkan kepercayaan dari penduduk lokal, atau mereka tidak memercayai teori sainsnya,” katanya.

Latey mencontohkan penduduk asli Pardi yang dulunya menggantungkan hidup dengan berburu. Mereka berhenti memburu satwa liar setelah diberikan kesempatan bekerja di industri pariwisata. “Dengan mengadakan penyuluhan kepada anak-anak di desa, mereka akan mempertanyakan kekhasiatan obat tradisional ini,” lanjutnya, seraya menambahkan bahwa mendirikan pusat kesehatan utama di desa juga bisa mematahkan kepercayaan kuno ini.

Rumah bagi 2.967 harimau, India menyumbang 70 persen populasi harimau secara global. Pemerintah India bersikukuh populasi harimau di negaranya terus meningkat selama setahun terakhir, tak seperti pakar satwa liar yang justru mengkhawatirkan klaim ini sebenarnya keliru.

Follow Shamani di Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE India