Seks

Pria Pemilik Penis Bionik Akhirnya Tak Perjaka Setelah 40 Tahun

Andrew Wardle melalui 100 operasi hingga mengalami ereksi dua minggu penuh sebelum anunya berfungsi. Fiuuhh...
27.1.17
Foto oleh Rex Features via AP Images

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.

Sepanjang hidupnya, Andrew Wardle adalah seorang perawan, tapi bukan karena dia kurang beruntung dengan perempuan. Lelaki asal Inggris berumur 40 tahun ini pernah mempunyai pacar selama empat tahun, tapi mereka tidak pernah melakukan hubungan seks karena Wardle terlahir tanpa kemaluan akibat sebuah kondisi medis yang langka.

Setelah menceritakan pengalamannya lewat dokumenter TLC berjudul The Man with No Penis, dan melalui lebih dari 100 operasi, Wardle akhirnya bisa melepaskan keperjakaan berkat "penis bionik" barunya.

Iklan

Ketika masih bayi, Wardle sempat dioperasi karena kandung kemih ektopiknya tumbuh di luar tubuh. Sayangnya, operasi ini membuat kemaluannya tidak bisa tumbuh. Wardle sempat putus asa dan menyangka tidak akan pernah punya penis. Ini berubah ketika Mohammad Abad, seorang pria asal Inggris yang pernah kehilangan penisnya akibat kecelakaan di masa kecil menemukan teknologi eksperimental yang sukses 2012 lalu.

Sama seperti milik Abad, penis baru Wardle dibuat menggunakan kulit, otot dan cangkok saraf dari lengannya sendiri yang kemudian dimasukkan ke sebuah silinder. Silinder ini akan memompa cairan dari sebuah kantung yang dipasang di buah zakarnya. Beginilah cara mereka bisa mengalami ereksi. Namun, doktor harus mengaktifkan peralatan ini terlebih dahulu. Proses ini mengharuskan Wardle tinggal di rumah sakit selama tiga hari dan dia akan mengalami ereksi selama dua minggu penuh.

Rabu lalu, Wardle bercerita ke pembawa acara TV Inggris This Morning bahwa dia akan menghabiskan dua minggu tersebut di dalam rumah agar dunia tidak perlu melihat jendolan di celananya. Dia juga membeberkan bahwa dia tidak bisa memilih ukuran penisnya yang baru—suatu kelalaian dari pembuatnya.

Begitu penis robocop ini diaktifkan dan masa ereksi dua minggu lewat, Wardle akhirnya akan sanggup melakukan seks dengan pacaranya, Fedra Fabian untuk pertama kalinya. Febra sempat membeberkan ke acara TV yang sama bahwa mereka telah berpacaran selama 9 bulan sebelum akhirnya dia tahu tentang kondisi Wardle dari berita di koran. "Saya gak tahu mesti bereaksi gimana," katanya.

Mestinya seorang lelaki yang akan kehilangan keperjakaannya setelah empat dekade pasti damai hatinya. Tapi ternyata dia sudah mulai bertengkar dengan pemilik penis bionik lainnya. Wardle mengkritik keras Abad yang kehilangan keperjakaannya dengan seorang pekerja seks ternama dan baru-baru ini mengatakan bahwa dia ingin mempunyai hubungan dengan sebuah robot seks.

"Operasi semacam ini didanai dari uang pajak masyarakat—mereka tidak menyumbangkan uang mereka hanya agar dia bisa menghabiskan semalaman dengan seorang pelacur," kata Wardle beberapa waktu lalu.

Yup, benar sekali. Lembaga Jaminan Kesehatan Nasional Inggrislah yang membiayai kedua operasi ini sepenuhnya. Ketika warga Amerika Serikat pusing dengan mahalnya biaya kesehatan di negara mereka, Inggris malah memberikan penis bionik secara cuma-cuma agar lelaki paruh baya tidak harus menjadi perawan selamanya. Pindah ke Inggris ah…