Motherboard

Begini Cara Napi Merakit PC Dengan Sambungan Internet Dalam Penjara

Kisah 'inspiratif' ini dilakukan lima orang penghuni lapas Ohio. Mereka menggunakan PC super itu untuk pengemplangan pajak, transaksi narkoba, dan tentu saja nonton film porno.
16.4.17

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard.

Tahun lalu, salah satu editor Motherboard dirundung habis-habisan di forum internet gara-gara bilang merakit PC gaming bukan pekerjaan yang gampang, bahkan sampai sekarang. Saat itu orang-orang mengejeknya. Apa susahnya sih merangkai komputer—entah itu untuk ngegame atau nonton film unduhan. Kejadian di Amerika Serikat ini membuat rekan penulis itu mulai berpikir ulang. Jangan-jangan merakit PC terhubung internet memang gampang, apalagi kalau beberapa narapidana di penjara dengan penjagaan ketat saja bisa melakukannya?

Iklan

Seperti yang digambarkan mendetail dalam dalam sebuah laporan yang dipublikasikan oleh kantor Inspektur Jenderal Ohio beberapa hari lalu, lima narapidana dari Penjara Marion berhasil merangkai tak hanya satu, tapi dua komputer yang terkoneksi ke internet. Kedua komputer tersebut ditemukan tersembunyi di langit-langit penjara. Menurut keterangan yang diberikan oleh Inspektur Jenderal Ohio Randall Meyer, lewat komputer yang mereka rangkai, lima narapidana ini mencuri identitas tahanan lainnya untuk membuat transaksi kartu kredit bodong dan melakukan pemalsuan pajak. Komputer yang sama juga digunakan untuk menikmati konten pornografi dan mencari resep obat-obatan terlarang.

"Kedua perangkat komputer dirangkai secara perlahan," ujar Meyer pada Motherboard lewat sebuah sambungan telepon. "Keduanya disusun dengan menganibal bagian komputer lain, casingnya berasal dari satu komputer sementara motherboadnya dari komputer lain lagi. Semua komponen ini kemudian dijadikan satu. Sekilas, kalau dilihat dari luar, keduanya mirip seperti PC normal biasa."

Sejatinya, kedua komputer yang dirangkai para narapidana ini ditemukan pada Juli 2015. Namun, keberadaan komputer-komputer ini baru bisa terendus belakangan lantaran pihak penjara telat melaporkan temuan ini ke Inspektur Jenderal. Petugas penjara Ohio baru mendapatkan petunjuk tentang keberadaan kedua komputer setelah Websense, sebuah platform keamanan komputer yang digunakan instansi pemerintah dan bisnis, memberi peringatan pada admin sistem jaringan komputer penjara Ohio tentang penggunaan internet gila-gilaan dari dalam penjara.

Iklan

Selidik punya selidik, salah satu id login milik seorang petugas penjara Ohio yang sudah pensiun digunakan oleh sebuah komputer bernama–lab9-. Nama perangkat ini ganjil dan menyalahi protokol penamaan semua perangkat yang terkoneksi ke internet. Beberapa hari kemudian, admin penjara Ohio mendapatkan peringatan akan adanya usaha untuk menghindari proxy yang diset oleh Websense guna mengakses situs-situs file sharing.

Tetap saja, butuh waktu sekitar sebulan sampai staff penjara menemukan kedua komputer yang disembunyikan di langit-langit penjar. Lokasi tersebut terungkap setelah petugas menelusuri port number komputer hingga ke sebuah switch yang terletak di balai pelatihan internet dalam penjara Ohio.

Menurut Meyer, kelima narapidana ini merangkai komputer dari komponen yang didapatkan dari program pembongkaran komputer di Penjara Marion yang memekerjakan para napidana. Program tersebut—kini telah dihentikan lantaran alasan yang tak ada sangkut pautnya dengan kasus ini—juga mengajarkan skill komputer yang bisa digunakan para tahanan untuk merangkai komputer rumahan.

Berdasarkan analisa forensik, operating system kedua komputer ditemukan di LP Ohio di-install pada 1 April 2015. Artinya, kelima narapidana sudah menggunakan komputer tersebut selama empat bulan, sebelum keisengan mereka terungkap.

Menurut pengakuan salah satu narapidana yang terlibat, sepasang komputer tersebut masih berfungsi dengan baik saat dibawa dari program pembongkar komputer dan disimpan di lemari penyimpanan tempat keduanya disembunyikan. Harddisk dalam komputer-komputer tersebut diambil komputer yang bisa digunakan para narapidana di bawah pengawsan petugas.

Iklan

Salah satu narapidana lainnya yang juga tersandung kasus ini menjelaskan proses perangkain komputer-komputer itu pada penyidik "saya membuat image drive dengan program Acronis…kamu cuma perlu mengambil dan memasang harddisknya, komputernya bakal segera menyala. Aku mengkanibal kartu LAN komputer dari komputer lain dan memasukkannya ke komputer yang kami rangkai. Setelah itu kami tinggal menghubungkannya ke switch. Dalam sekejap, kami bisa internetan."

Analisa terhadap harddisk menunjukkan bahwa kelima narapidana menggunakan kedua komputer untuk menelusuri database narapidana, mencuri identitas narapidana dari penjara lain, membuat lima kartu kredit dari identitas yang mereka curi, mengakses situs Bloomberg untuk membaca artikel tentang penipuan pengembalian pajak sampai membuat password bagi kelimanya supaya mereka bisa mengakses semua area di penjara Marion.

Penelisikan forensik lebih lanjut terhadap kedua perangkat ini menunjukkan bahwa kelima pelaku menggunakan "perangkat lunak berbahaya" untuk memuluskan rencana mereka seperti Cain (software hacking untuk melakukan psssword receovery),
Zed Attack proxy (untuk mencari kelemahan jaringan komputer), THC Hydra (program hacking untuk meng-crack kode login), Paros (sebuah program pemeriksa keamanan dan web yang juga bisa digunakan untuk meretas ), dan beberapa software lainnya.

"(kasus ini) mirip dengan salah satu episode Hogan's Heroes," tutur Meyer. "fakta bahwa kelima narapidana ini mampu merangkai dua komputer dari komponen bekas dan memindahkannya sejauh 335m ke bagian administratif penjara yang harus tak bisa diakses para narapidana…semua ini hampir tak penah terjadi di lembaga pemasyarakatan belakangan saat ini."

Sungguh mengherankan bagaimana kelima narapidana bisa leluasa melakukan semua itu dalam sebuah penjara berpenjagaan medium. Dalam laporan yang dikeluarkan oleh kantor Inspektur Jenderal Ohio, dipaparkan bahwa para pidana menuturkan bahwa pengewasan dalam penjara Marion terhitung longgar. Di samping itu, program rehabilitasi yang mengajarkan skill komputer juga memungkinkan mereka dengan mudah merangkai dan memindahkan komputer rakitan mereka.

"Penjara Marion mempekerjaan para narapidana untuk memasang kabel sirkuit televisi tertutup mereka alih-alih menyewa pekerja atau vendor dari Ohio," ungkap Meyer. "Jadi kelima narapidana ini belajar dan memang diajari oleh penjara tentang komputer hingga bisa melakukan semua ini."

Meyer tidak merinci apakah ada kongkalikong antara narapidana dan petugas penjara selama kasus itu terjadi. Mayoritas narapidana yang terlibat sedang menjalani hukuman seumur hidup. Sejak kasus ini terbongkar, beberapa pelaku telah dipindahkan ke lapas di kota lain.