FYI.

This story is over 5 years old.

Musik

Ziarah Landmark Suci Techno di Detroit Bersama Carl Craig

Dari label rekaman milik Juan Atkin sampai ke jalanan tempat pesta tailgating di tahun 80an, ini adalah bagian dari Detroit yang jarang dikunjungi turis.
29.6.16
Foto-foto oleh Luis Nieto Dickens

Arikel ini pertama kali muncul di THUMP US.

Carl Craig kenal semua orang yang harus dikenal di Detroit. Ini sangat kentara di sebuah hari yang panasnya gila-gilaan Mei lalu, saat saya jalan-jalan bareng DJ dan produser 47 tahun itu pada sore itu. Carl Craig mengenakan T-shirt yang ketat membungkus torsonya—kacamata aviator nangkring di atas kepalanya yang dicukur pendek. Craig telah sepakat untuk memberi saya sebuah pengalaman yang tak terduga: sebuah tur personal ke landmark lokal yang penting bagi karir Craig dan sejarah musik elektronik Detroit.

Iklan

Keterikatan Craig terhadap sejarah techno di Detroit sangat kuat. Tak ayal, tiap kali kami berhenti, keluar dari mobil, ia langsung dikerumuni rekan dan fan-nya, yang dengan gembira ia salami, atau—seperti ketika bertemu co-founder Underground Resistance "Mad" Mike Banks di Submerge—menariknya ke satu pojok untuk memulai obrolan yang kelihatannya serius.

Hanya ada beberapa orang yang bisa menggantikan Craig sebagai guide tur techno, yang dianggap sebagai tokoh penting gelombang kedua pionir musik eletronik, pasca era Bellevile Three. Hari-hari ini, Craig tengah sibuk manggung di luar kota, ditambah jadwal tur musim panas yang melewati Ibiza dan beberapa kota di Eropa. Ia juga tampil di ARTE Concert Festival di Paris untuk memainkan album modular synthesizer lewat alias No Boundaris, Modular Pursuits. Sebuah kompilasi untuk label milik Sven Vath, Cocoon; remix untuk Pet Shop Boys dan EP kolaborasi dengan Nicole Moudable juga dalam pengerjaan.

Craig di Markas besar label Underground Resistance, Submerge

Namun, di kota tempat Craig pertama kali mendapatkan namanya, Craig tetaplah seorang jagoan lokal. Selain merilis album dari DJ macam Kevin Saunderson dan Moodymannn di labelnya Planet E, didirikan Craig tahun 1991, Craig juga punya peran yang tak main-main dalam penciptaan Detroit Electronic Music Festival—kini dikenal dengan Movement—di 2000. Ia masih sangat terlibat dengan festival itu. Tahun lalu, ia beraksi sebagai headliner di panggung Thump, Made In Detroit Stage.

"Semua orang saling kenal satu sama lain, kira-kira begitu" jelas Craig dengan suara baritonenya yang halus, saat saya penasaran tentang bagaimana ekosistem rumit scene musik elektronik Detroit bekerja. "Di rantai makanan paling atas ada Derrick [May], Kevin [Saunderson] dan Juan [Atkins]. Kalau bukan karena Juan, Derrick gak akan jadi seperti sekarang. Jika bukan gara-gara Derrick mengenalkan Kevin ke Juan, Kevin ga jadi kayak sekarang. Dan, kalau aku tak ketemu Derrick, aku tak akan seperti ini. Semuanya merembet dari atas seperti itu."

Iklan

Sepanjang sore itu, Craig membawa saya wara-wiri ke Museum Techno DIY-nya Underground Resistance sampai ke Prince palace milik Moodymann yang bikin berdecak serta bangunan yang masih menaungi record label milik Juan Atkins, Metroplex—sembari terus mengoceh tentang orang dan sejarah yang membuat semua perhentian jadi menarik. Sebagian landmark penting ini masih utuh; yang lain sudah hilang, hanya hidup di ingatan mereka yang beruntung pernah menghidupinya.

1. Metroplex/Transmat

Semua rilisan saya, dibuat di bangunan ini. Di bagian bawah bangunan ini ada record label milik Juan [Atkins], Metroplex; di atas ada Transmat [Record label milik Derrick May]. Derrick masih tinggal di sana. Kami tengah berusaha untuk mengganti nama jalan ini jadi Techo Boulevard; Derrick sudah 30 tahun lamanya ngoceh tentang hal ini. Beberapa tahun yang lalu, saya menyinggung ide-ide ini bertemu dengan Entertainment Commission. [penting sekali bagi kami untuk melakukan hal ini] demi mendapatkan validasi. Saya selalu bilang ada dua sifat utama dalam diri setiap orang: cemburu dan rakus. Kita sering cemburu ketika orang lain mendapatkan pengakuan, sementara kita tidak. Malah, kadang saya pikir Michael Jordan juga pada suatu berpikir ia tak cukup dihargai.

2. Markas Apokaliptik Planet E di Tahun 90an

Saya memulai Planet E di bangunan apartemen ini. Aku berusia kira-kira 22-23 tahun. Pacarku waktu itu tinggal di lantai 8. Kamu bisa lihat Kanada dari sisi lain bangunan ini. Ini terjadi kira-kira di awal dekade 90an, ketika orang masih suka bakar-bakaran bangunan. Rasanya seperti dalam film Blade Runner. Bahkan ketika saya sedang merekam track, saya bisa lihat api. Helikopter terbang sambil mengarahkan senternya ke arah sungai, mencari penyebrang perbatasan. Aku suka api. Rasanya keren sekali waktu itu.

3. Klub Pionir Techno, The Majestic

The Majestic adalah tempat saya pertama kali tampil sebagai musisi techno. Kejadiannya kira-kira tahun 1989 atau 1990. The Majestic lumayan dianggap sebagai venue besar dengan kapasitas 1200 orang. Waktu itu, gak ada tuh crowd penonton kulit hitam yang datang ke event techno. Bagi orang kulit hitam, musik elektronik lebih keren di dekade 80an, dengan kolektif DJ andalan mereka, Charivari. Tapi, ada beberapa DJ kulit hitam seperti Blake Baxter di The Majestic. Blake adalah pria dengan kulit yang sangat hitam dan gemar mengenakan rok, tapi ia sejatinya straight abis—ia suka cewek-cewek goth. Kamu tak akan bisa melupakan Blake. Ada juga Belleville Three—Derrick [May], Juan [Atkins] dan Kevin [Saunderson]—dan tentunya Eddie Fowlkes, anggota ke-4 yang dilupakan banyak orang. Lalu munculah Blake Baxter. Ia sudah seperti murid saja bagi Derrick dan Kevin.

4. Submerge

Nonton Silicon Valley? Bisa dibilang Submerge adalah sebuah Inkubatornya. [Underground Resistance co-founder] "Mad" Mike Banks membiarkan orang membuka studio di tempatnya. Cuma ada satu syarat, mereka harus serius. Kalau tidak serius, ia boro-boro mau ketemu mereka. Submerge awalnya adalah sebuah perusahaan distribusi. Semua orang yang membuat rekaman di dekade 90an mendistribusikan karyanya lewat Submerge. 430 west, Happy Records..Submerge punya andil dalam mengangkat nama label-label ini dan mereka memang lagi banyak-banyaknya bikin rekaman waktu itu.

5. Chene Park Amphitheater

Di amphitheater yang mengapung di atas air inilah, Derrick May pernah melakukan pertunjukan orkestra bersama Detroit Symphony Orchestra. Saya pernah main beberapa kali di sana dalam gelaran Concert of Colors, sebuah festival tentang keberagaman bersama penduduk Libanon Afrika—musiknya dari seluruh penjuru bumi. Chene Park sudah ada sejak akhir dekade 70an atau awal dekade 80an. Kalau kamu manggung di sini, kamu bisa lihat Kanada, orang-orang naik perahu dan nonton dari atas sungai. [Ketika Gap Band main di sini], yang nonton semuanya mucikari dan berandalan jalanan, semua pakai setelan Jas. Gila.

6. Jalanan tempat Tailgating Party tahun 80-an digelar

Dulu di dekade 80an, di sinilah keseruan terjadi. Tiap hari Jumat dan Sabtu di musim panas, mobil-mobil melaju dari Hart Plaza menuju Belle Isle. Setiba di Belle Isle, mobil akan diparkir, bagasinya dibuka dan sound system digeber keras-keras. Beberapa gadis akan menari, sementara yang laki-laki nongkrong-nongkrong dan merokok. Energinya luar biasa. Mirip sebuah tailgate party. Party-party ini sangat penting dalam sejarah musik di Detroit, karena kamu bisa dengar apa yang orang mainkan di tape deck mereka—Funkadelic, Kraftwerk, B52's, Cybotron, atau apapun yang sedang ngehit—apa lagi kalau kamu masih terlalu muda untuk masuk klub.

7. WGPR dan The Electrifying Mojo

Setiap [DJ radio berpengaruh The Electrifying] Mojo memainkan track yang keren [di WGPR], radio mainstream standar akan mengikutinya. Jika lagumu dimainkan Mojo, berarti kamu keren. Orang kerap melewati stasiun radio ini [menuju tailgating party]. Mojo biasanya akan berkata "Kalau kamu di rumah, nyalakan lampumu, kalau kamu di Jefferson, bunyikan klaksonmu." Dan kamu pasti mendengar bunyi klakson mobil. Luar biasa. Mojo pernah jadi detak jantung kota ini selama 10 tahun.

8. Markas Baru Planet E

Tempat ini sudah saya milliki selama 10 tahun. Kami baru saja pindah kemari. Usia Planet E genap 25 tahun. Kami meninggalkan ruangan sebesar 300 kaki persegi. Tempat kami yang lama dekat dengan tempat Mike Banks dan Kevin Saunderson, tapi kami sudah tidak menyukainya lagi. Saat ini kami sedang merancang kesepakatan distribusi baru dan Versus, sebuah album simfonik, hampir rampung. Album ini adalah proyek bareng label saya dan sebuah label Perancis, Infiniti. Ini adalah rilisan terbesar yang sedang kami kerjakan. Ada Francesco Tristiano dan Mortiz von Oswald di dalamnya.

Michelle Lhooq adalah seorang Features Editor di Thump. Bisa difollow di Twitter.