Musik

Dua Kali Biar Beruntung: Lil Durk Tengah Bersenang-Senang Dengan Musiknya

Rapper asal Chicago ini membeberkan album barunya Lil Durk 2X and berbagi semua yang pertama di masa kecilnya.
19.8.16

Photos oleh Joe Moore, atas seizin Lil Durk

Artikel ini pertama kali muncul di NOISEY US.

Rapper asal Chicago ini membeberkan album barunya "Lil Durk 2X' dan sebagian masa kecilnya.

Saat bercanda dan kejar-kejaran dengan teman-temannya di sisi jalan, Lil Durk terlihat seperti sosok yang baru. Apalagi kalau disandingkan dengan Lil Durk yang jujur dan polos dulu, Ia kini terlihat lebih sumringah. Baju yang ia kenakan amat sederhana—jeans ketat dan sebuah Tshirt. Ini jauh lebih semenjana dibanding dandanannya beberapa waktu lalu yang lebih mengkilat, putih dari atas sampai bawah plus gaya ala woy-gue-rapper. Cologne yang ia pilih baunya manis. Ketika bicara tentang musik, matanya menyala. Rapper asal Chicago ini baru berusia 23 tahun dan karirnya sedang moncer-moncernya. Untuk pertama kali dalam karir musiknya, ia sangat nyaman dengan dirinya sendiri.

Iklan

Sejak mulai dikenal seantero Amerika Serikat sebagai salah eksponen gelombang baru drill rapper 5 tahun lalu, ada semacam narasi yang dijejalkan ke Lil Durk. Kebanyakan rapper, atau setidaknya mereka yang baru berkepala dua, tak akan dipaksa menghadapi tantangan sebuah kota besar. Namun, bagi Lil Durk yang kerap dianggap contoh kesuksesan drill scene, kasusnya berbeda. Ia didampuk sebagai juru bicara tentang kekerasan di Chicago, terutama di album debutnya yang kelam bersama Def Jam, Remember My Name. Album ini mencatut nuansa gelap lagu favorit mixtape macam "Bang Bross" dan "L's Anthem" lalu mengubahnya menjadi ekplisit. Jeleknya, album ini kehilangan tone rapper muda dan inovasi sonik yang justru bikin Lil Durk beken.

Lil Durk 2X, album keduanya, balik arah 180 derajat. Album ini mengembalikan Durk ke percakapan tentang rapper yang membangkitkan kembali autotone serta tren lagu rap yang amat melodik. Dengan track macam "Molly Girl," Durk menghidupi tren yang sama selayak apa yang dilakukan Future dan Young Thug di Atlanta. Tak heran, keduanya ikut ambil bagian dalam album baru Durk. Kolaborasi Yo Gotti "Money" sejatinya adalah banger yang mestinya dari dulu-dulu sudah bisa ia buat namun gagal—semacam versi lebih pop dan terstruktur dari track series "52 Bars." Lalu ada "Super Powers," penerus dunia woles yang mengalir santai dan penuh warna yang dieksplor Durk dalam Life Ain't No Joke dan Still Hitta. Lebih dari itu, "Super Powers" adalah track yang lebih rapih hasil pengalaman makan asam garam di drill scene. Musik Durk sudah mengarah ke sound yang lebih ngepop bertahun-tahun lalu, dan kini modalnya untuk membuat hit sudah lebih dari cukup.

Iklan

Baru-baru ini, Durk menyambangi Kantor Vice di New York untuk ngobrol tentang album barynya di Noisey Radio di Beats1—kamu bisa mendengarkan keseluruhan episodenya di sini. Dalam obrolan iniitu, ia membeberkan perspektifnya akan segala hal dari kerja bareng Young Thug hingga Steak Tacos.

Noisey: Jadi album barumu itu tentang apa?
Lil Durk: Two Times: Ga begitu ada artinya sih, cuma aku sering dipanggil seperti itu. Aku melihatnya sebagai kesempatan kedua. Ada lebih banyak musik yang happy dan menyenangkan. Aku lebih menikmati diriku sendiri di album ini. Album sebelumnya kan lebih serius. Aku butuh lebih banyak waktu untuk album itu. Aku masih cinta album itu karena itu album debutku,. tTapi, album baru ini punya lebih banyak calon hit. Temponya lebih rancak—pokoknya beda deh.

Semua orang memanggilmu Two Times sekarang? Gimana sih awal mulanya
Mereka tiba-tiba saja memanggilku seperti itu. Tiap orang punya alter ego, nama panggilan masing-masing. Orang mendadak memanggilku Two Times, lalu aku pikir-pikir dan akhirnya aku bilang "sekalian aja dijadiin nama album."

Ceritain dong tentang kerja bareng Future. Kalian punya lagu yang dikerjakan bersama Zona Man, "Mean to Me."
Yeah, cool banget bisa kerja bareng Future, biarpun sebetulnya ada pihak ketiga yang menghubungkan kami. Lagu itu cuma sebentuk bantuan kecil saya buat teman saya, Zona Man.. Shout out Zona Man. Kalau ga salah, zona bilang "Future dan aku pengen kamu ada di di lagu ini. Tapi 3, 4, 5 lagu terakhir yang kami buat dikerjakan pas aku di studio. Jadi aku tahu prosesnya. Energi terasa banget. Southside juga ada di sana. Ia yang bikin beats, terus kami langsung sikat.

Iklan

Gimana rasanya? Kamu kelihatan seneng banget jelasinnya, pasti keren abis ya.
Yeah, kalau kamu kerja bareng dengan orang kamu ingin kerja bareng dari dulu, kamu akan bisa bersenang-senang, dan kami sangat menikmatinya. Hasilnya jadi keren karena Future berasal dari tempat yang sama. Ia paham banget perjuangan untuk melalui bermacam titik genting. Ia benar-benar memberikan umpan lambung lewat sebuah lagu yang akan muncul di proyek barunya.

Kalau dari gaya, kalian berdua sangat mirip dalam hal penggunaan Auto-Tune. Apa ini yang kalian bicarakan pas nongkrong bareng?
Ya itu yang bikin asik. Aku suka bermain dengan melodipakai auto-tune. Dia juga. Dia tahu caranya ngerap. Begitu juga aku. Ya udahlah langsung aja ke studio dan bikin lagu.

Ketika kamu pertama kali keluar, auto-tune sedang tidak keren-kerennya. Rada ketinggalan jaman. Hanya kamu, Future dan beberapa orang lain yang menggunakannya. Sekarang auto-tune ada dimana-mana. Gimana rasanya melihat semuanya? Apa pendapatmu tentang auto-tune berubah?
Yeah, semua orang sekarang memperhitungkan auto-tune. Beberapa menit lalu, aku ngobrol dengan Birdman. Dia bilang "Rich Homie dan rapper lainnya pakai auto-tune. Tapi, kamu yang mulai duluan." Terus kujawab "Syukurlah kalau kau sadar." Aku suka dipuji kalau memang aku pantas mendapatkannya.

Bagaimana kamu bisa kerja bareng sama Young Thug?
Energinya sama seperti kerja bareng Future. Gaya kami sama: rap yang melodik. Kami kerja sehari penuh. Ketika kerja bareng, kami dapat kayak 5 lagu gitu, tapi pas bareng Thug kami bisa bikin 8-10 lagu. Seharusnya, kami akan berkolaborasi untuk membuat tape, Lil Durk Thugger. Tapi, Thug sibuk tur kesana-kemari. Aku juga sibuk wara-wiri. Kami belum bisa lagu bareng lagi. Tapi, tape itu pasti bakal keluar.

OK, Aku punya beberapa pertanyaan lucu. Siapa selebriti yang pertama bikin kamu jatuh cinta?
Shakira—itu dulu sekali!

Kenapa Shakira?
Bokongnya! Kamu tahu lah gimana.

Iklan

Pencapaian terfavorit?
Keluar dari lingkunganku yang ghetto dan bisa jadi tulang punggung keluarga. Itu yang aku lakukan sekarang. Jadi, keinginanku tercapai.

App favorit?
Mymixtapes karena segala macam musik di dalamnya. Bahkan dalam pesawat, kamu bisa download semua mixtapenya, bikin aku update terus.

Rasa favorit?
Steak tacos.

Ada tempat taco kesukaan?
Steak tacos adalah makanan favoritku titik. Rasanya pedas, ini rasa kesukaanku.

Record favorit pas tumbuh dewasa?
"Crossroads"nya Bone Thugs. Pertama kali liat videonya, aku langsung tertarik. Videonya menarik buatku yang pendek. Jadi, itu salah satu lagu kesukaanku pas remaja.

Emoji favorit?
Emoji angka 100, karena aku selalu 100%,

Masih ingat ponsel pertamamu?
Ponsel pertamaku USA La Flip blue. Itu yang pertama yang aku punya. Harganya kurang ajar mahalnya, tapi aku tetap suka.

Kalau tato favorit?
Tato OTF di lenganku.

Kalau tato pertamamu? Kenapa kamu membuatnya?
"Blessed" di leherku. Aku cuma ingin tampil beda. Aku dapat banyak perhatian gara-gara itu.

Di internet, aku lihat kamu punya tato Black Lives Matter, kenapa punya tato itu?
Apa yang terjadi akhir-akhir, bikin aku khawatir. Padahal susah sekali bikin aku emosional. Caraku menjelaskan tato ini ke ibuku dan orang lain adalah bahwa setiap nyawa itu berharga. Cuma yang sekarang kena banyak masalah adalah orang kulit hitam. Itu yang terjadi sekarang.

Apa tontonan favoritmu Netflix?
Narcos! Serial ini keren sekali, kamu bisa lihat cara dia menjalankan operasinya. Ia tak perang lawan satu blok, ia tak sedang perang lawan kotanya — Ia nantangin pemerintah. Kalau kamu nonton, dia tuh kayak punya banyak uang buat perang lawan pemerintah. Ia bikin tank dan kantor pengadilan meledak. Aku jadi mikir "Anjrit, gini toh dulu kejadiannya."

Kyle Kramer adalah editor Noisey. Follow dia di Twitter.