Menyaksikan 'Bidadari Muay Thai' Saling Hantam di Atas Ring
Semua foto oleh penulis.
Bela Diri

Menyaksikan 'Bidadari Muay Thai' Saling Hantam di Atas Ring

Para petarung perempuan dari seluruh dunia datang ke Thailand, memperebutkan hadiah utama setara Rp387 juta. Syaratnya mereka wajib berdandan sebelum bertarung.
20.4.17

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Sports.

Deretan perempuan nampak di sekitar arena. Inilah turnamen Muay Thai perempuan terbesar sedunia. Enam belas kompetitor dari seluruh dunia, berkumpul selama tiga bulan untuk melihat siapa yang akan meraih gelar Muay Thai Angels Champion. Promosi acara ini kalem-kalem saja sejak turnamen terakhirnya Februari 2015. Mengapa acara yang mendapatkan sorotan media Thailand ini belum juga diadakan rutin tahunan. Yang jelas, turnamen pertama menunjukkan nilai produksi yang tinggi, dan deretan petarung perempuan yang berkualitas. Yang awalnya enam belas petarung perempuan kini telah menjadi delapan, dan pada Mei nanti akan menjadi empat saja. Hari turnamen final belum diumumkan, namun seperti tahun lalu, empat petarung perempuan yang tersisa harus bertarung dua kali dalam satu malam untuk memenangkan juara pertama. Pertarungan ini mengikuti seluruh aturan Muay Thai, lemngkap dengan wai kru dan musik Muay, namun yang berbeda adalah pertarungannya dikurangi menjadi tiga ronde saja.

Iklan

Dalam tradisi Thailand, Muay Thai berlangsung selama lima ronde, masing-masing berdurasi tiga menit untuk laki-laki dan dua menit untuk perempuan. Pertarungan ini telah disesuaikan menjadi tiga ronde, masing-masing berdurasi tiga menit. Berbeda dari Max Muay Thai, dalam turnamen ini agresi dan gerakan maju ke depan tidak terlalu dianjurkan. Alih-alih, para petarung dianjurkan bertarung sebagaimana biasanya, dengan pengecualian mereka mesti memuaskan para juri selama tiga menit tersebut.

Sebelum kompetisi, para petarung perempuan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk difoto sesuai tema-tema seperti "kelam," "seksi," "petarung," dan "cantik." Mereka juga harus difoto dengan pakaian petarung merek "Angel", dan direkam dalam beberapa video pendek. Bagi sebagian besar perempuan yang berpartisipasi dalam turnamen, sorotan dan promosi semacam itu terhitung pengalaman yang baru. Olahraga pertarungan perempuan masih amat tertinggal dibandingkan laki-laki, dalam hal pembayaran dan sorotan. Pemotretan ini berlangsung seharian, sembari para petarung mengenal satu sama lain lebih dekat—mengingat mereka memiliki banyak kesamaan, mereka dengan mudah menjadi kawan. Namun sekalinya mereka telah masuk ke dalam ring, mereka bertarung dengan serius.

Petarung-petarung yang lolos ronde pertama termasuk Natalie Morgan dari AS, Yolanda Schmidt mewakili Afrika Selatan, dan mantan Muay Thai Angles Champion, Chommanee Taehiran dari Thailand. Mereka berempat akan bertarung pada ronde final. Natalie, yang mendapatkan tema kelam pada sesi pemotretannya, meng-KO lawannya, Sung Jing dari Cina, dengan sikutan keras. Kemenangan Natalie adalah satu-satunya KO pada malam itu. Bagi Natalie, hal tersebut merupakan kesempatan emas dan pertarungan pertamanya di ranah internasional. Perbedaan terbesar antara bertarung di turnamen ini dan di negara asalnya? Makeup.

"Di AS, mengenakan makeup ketika bertarung adalah ilegal dan sejujurnya, makeupnya banyak banget sih. Sebagian besar makeup saya luntur sebelum bertanding, karena keringetan. Saya juga mengelapnya sedikit sih, sempat juga khawatir akan ada mascara luntur menutupi mata saat bertarung! Itu kan bukan sesuatu yang kita ingin cemaskan ketika sedang bertarung!" Yolanda Schmidt, yang diunggulkan dalam kancah Muay Thai di Thailand selama beberapa tahun terakhir, mendapatkan tema "petarung" untuk pemotretannya. Yolanda memiliki kepribadian yang menyenangkan, dia tidak pernah berhenti tersenyum—bahkan ketika sedang bertarung. Dia menggencarkan upaya ekstra supaya terlihat garang di pemotretan, namun mendominasi pertarungan dan memenangkan juara kedua TKO melawan Nicola Callander asal Australia. Juara petahana Chommanee Taehiran menunjukkan banyak kemajuan sebagai petarung sejak turnamennya yang pertama, dua tahun lalu. Pertarungannya tidak hanya indah secara teknis, namun dia juga memuaskan fans dengan agresi dan kekuatannya yang berbeda dari sebelumnya. Dia dengan cepat mengalahkan Funda Diken dari Turki, dan memenangkan dengan TKO di ronde kedua. Berdasarkan penampilannya baru-baru ini, dia boleh jadi memenangkan kembali turnamen tahun ini. Petarung asal Thailand, yang mendapatkan tema "seksi" untuk pemotretannya, menyukai dia karena cerdas, cantik, mahir bertutur, dan jago bertarung. Dia adalah impian bagi tim produksi seperti Muay Thai Angels dan mereka menghabiskan banyak waktu mempromosikan mereka. Dia telah menyelesaikan sesi latihannya dengan Buakaw Banchamek dan tampil di televisi Thailand dalam beberapa kesempatan.

Di samping pemotretan, makeup, dan nilai produksi, perempuan-perempuan ini adalah petarung. Dan dengan hadiah 1 juta Baht (sekitar Rp387 juta) dan sebuah mobil Toyota Vios, mereka amat termotivasi. Ini adalah hadiah terbesar untuk turnamen Muay Thai perempuan. Penonton terkadang tidak menyadari apa yang mesti dilalui para atlet supaya bisa bertanding di tingkatan ini. Menurut Yolanda, "Sebagai atlet profesional yang sedang berjuang, hadiah sebesari 1 juta Baht amat menggiurkan. Tidak ada yang menyadari pengorbanan finansial yang mesti kami tempuh dalam olahraga ini. Secara pribadi, pengeluaran kami lebih besar ketimbang pemasukan, jadi jika menang kami bisa membayar sebagian hutang."

Ronde pertarungan selanjutnya akan berlangsung bulan Mei dan, menurut rumor yang beredar, di Cina. Namun, sejauh ini belum ada konfirmasi mengenai hal tersebut.

Iklan

Para bidadari itu masih akan terus bertarung dan baku hantam.