Menengok Lokasi Kuburan Massal Sepeda Bekas di Cina Lewat Video Drone
isu lingkungan

Menengok Lokasi Kuburan Massal Sepeda Bekas di Cina Lewat Video Drone

Fotografer Wu Guoyong berkeliling Cina untuk merekam lokasi tempat pembuangan sampah sepeda rental bekas yang penuh warna.
6.8.18

Fotografer Tiongkok baru saja selesai merekam video luar biasa “kuburan massal sepeda” paling terkenal di negaranya pakai drone. Tempat pembuangan sampah ini menjadi masalah di Cina akibat menggunungnya bangkai sepeda karena kurangnya pengendara.

Wu Guoyong menerbangkan drone-nya melewati 15 lokasi berbeda di Cina untuk mendokumentasikan “kuburan massal” warna-warni tempat sepeda rental bekas tanpa dock dari perusahaan seperti Ofo, Bluegogo, Gobee, dan Mobike dibuang. Videonya—“No Place to Place”—menggunakan soundtrack ala Blade Runner 2049 dan menayangkan ribuan sepeda yang rusak dan terbengkalai. Video ini telah ditonton 44 juta kali di platform video Cina, QQ.

Wu Guoyong memberi tahu South China Morning Post bahwa dia menganggap “sepeda rental sebenarnya sangat bermanfaat, tetapi tempat pembuangan sepeda ini mengekspos masalah moral sesungguhnya di Cina. Kami membuang sepeda begitu saja! Itu tidak benar.”

Program bikeshare atau berbagi sepeda telah mendapat kecaman dalam beberapa bulan terakhir karena memiliki model bisnis yang tak ramah lingkungan. Perusahaan Ofo di Beijing baru-baru ini mem-PHK sebagian besar karyawannya di AS, hanya beberapa bulan setelah mendapatkan suntikan dana $866 juta (Rp12,5 triliun). Dalam waktu kurang dari tiga tahun, Ofo telah mengumpulkan lebih dari $2 miliar (Rp28,9 triliun) dalam pendanaan modal ventura, menurut Crunchbase.

Pada 2017, bisnis sepeda rental lainnya mulai memenuhi kota-kota besar di seluruh dunia, di mana jumlah sepedanya lebih banyak dari pemakai karena ingin menyaingi perusahaan lain. Di AS, kita bisa menyaksikan sepeda rental di setiap penjuru kota, sehingga harus segera dibuat aturan untuk mengatur operasi perusahaan berbagi sepeda.

Ofo menutup operasinya di kota-kota seperti Atlanta, Austin, Charlotte, Seattle, dan Washington DC. Selain itu, mereka juga menghentikan operasinya di negara-negara lain.

Dalam pernyataannya kepada media Juli kemarin, GM Ofo di Texas, Everett Weiler, mengatakan bahwa regulasi adalah alasan mereka menutup operasi: “Ofo mulai mengevaluasi kembali pasar yang menghadirkan hambatan baru, solusi green transit, dan memprioritaskan pertumbuhan di pasar yang mendukung alat transportasi alternatif dan mengizinkan kami untuk terus melayani pelanggan.”

Pernyataannya seakan-akan menuduh bahwa kota-kota besar di dunia tidak peduli lingkungan, padahal perusahaan sewa sepeda itu sendiri yang tak ramah lingkungan.