Di Jepang Ada Festival Menjual Keberuntungan Bagi Pengunjungnya
Semua foto oleh penulis.

FYI.

This story is over 5 years old.

Fotografi

Di Jepang Ada Festival Menjual Keberuntungan Bagi Pengunjungnya

Lagi banyak utang? Berkali-kali ditolak pas melamar kerja? Kalau sedang di Jepang, mending kamu mampir ke Tori no Kichi.
S
oleh Susie
RG
Diterjemahkan oleh Radesa Guntur Budipramono

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Japan.

Beberapa hari, saya bayar tagihan kartu kredit dan belanja kebutuhan harian di sebuah toko kelontong. Setelah membayar segala tagihan dan belanjaan, kasir toko itu ternyata memberi uang kembalian kelewat besar. Tagihanya saya aslinya cuma 10.800 yen (sekitar Rp1.300.000). Saya membayarnya 11.000 yen (sekitar Rp1.330.000 ). Tak dinyana, sang kasir malah mengembalikan 9.200 yen (sekitar Rp1,1 juta). Hari itu, toko kelontong sedang ramai-ramainya. Kayaknya kasir saya ini lagi kurang fokus.

Iklan

Begitu menerima uang kembalian, pikiran pertama yang terbersit di benak saya adalah “Mantap! Uang makan buat beberapa hari ke depan aman nih.” Cuma, sejurus kemudian saya langsung mikir “eh bentar deh, perilaku enggak jujur macam ini pasti ketahuan sama dewa-dewa di atas langit sana. Kayaknya kembalian lebih kayak gini harus dibalikin deh. Siapa tahu kalau saya berbuat baik, segala utang saya bakal dihapus.”

Jadi, saya kembalikan kelebihan uang itu. Ternyata kejadian ini dilihat oleh manajer toko. Dia berterimakasih karena saya mau berlaku jujur. Sebagai ucapan terimakasih, saya dihadiahi empat potong kue pisang khas Tokyo. Saya sih sebenarnya enggak mikir tindakan si manajer toko dan stafnya ini sebagai hadiah Tuhan, dewa atau semacamnya. Meski begitu, saya memang percaya karma itu ada.

Nah, karena saya percaya pada Karma, saban tahun saya mengunjungi Tori-no-Ichi (pasar ayam) di Shinjuku. Maklum lah, saya punya banyak utang. Emang ada cara yang lebih gampang ngehapus utang selain dengan datang ke festival ini dan beli jimat ataupun mengisi rekening karma kita? Kayaknya enggak.

Bagi mereka yang belum tahu, Tori-no-Ichi adalah festival tahunan yang digelar tiap November. Di Festival inilah, orang Jepang berdoa demi agar mendapatkan nasib baik dan rejeki tetap lancar. Tiap tahun, peserta festival ini akan membawa kumade—sapu keberuntungan—dari festival tahun baru ditukar dengan yang baru. Saya menggelontorkan 1.000 Yen (sekitar Rp120 ribu) untuk membeli satu kumade. Namanya juga datang ke festival, masa enggak ngeluarin duit, ya kan?

Iklan

Sebuah kumade dirancang agar mirip telapak tangan beruang, meski akhirnya lebih mirip sapu. Kumada cuma bisa didapatkan selama Tori-no-Ichi. Lantaran kondisi perekonomian Jepang sedang enggak bagus-bagus amat, festival ini jadinya dikunjungi banyak banget orang. Layaknya festival lain, ada banyak makanan yang bisa kita santap di sini (dari cumi-cumi panggang, yakitori sampai ikan ayu panggang). Bir dan wisky juga dijajakan selam festival. Alhasil, pemandangan orang yang riang—atau malah jackpot—jadi pemandangan lazim selama festival. Bagi saya sih, yang terakhir ini juga termasuk daya tarik Tori-no-Ichi. Jadi enggak cuma buat mereka yang mencari keberuntungan.

Saya sudah bertahun-tahun menghadiri Tori-no-Ichi, tapi rasanya nasib baik belum kunjung mendatangi. Utang saya baru bisa diangsur sedikit demi sedikit saban tahun, dan saya masih berjuang jadi manusia jujur. Intinya sih, kumade yang tiap tahun saya beli mungkin cuma tipu-tipu belaka. tapi enggak apa-apalah. Seenggaknya, saya dapat kue pisang gratis!