Hidup Lagi Sesudah Mati

Hidup Lagi Usai Dinyatakan Mati oleh Dokter, Lelaki di Madura Diamankan Polisi

Sayangnya, peristiwa di Sampang ini endingnya tak ajaib sama sekali. Robi Anjal, yang sudah bikin heboh masyarakat, bukanlah Lazarus dunia modern.
30.7.19
Hidup Lagi Usai Dinyatakan Mati oleh Dokter, Lelaki di Madura Diamankan Polisi Robi Anjal
Ilustrasi keanehan kasus lelaki bangkit lagi dari kematian di Sampang oleh Dini Lestari.

Kata orang sih, untuk tahu apakah selama hidup kamu sudah berguna bagi orang lain, tunggulah sampai ajal menjemput. Jika orang-orang mendatangi pemakamanmu, kemungkinan kamu orang yang disayang. Kalau ternyata banyak yang menyayangimu… lebih baik hidup saja bukan?

Sepertinya pemeo ini betul-betul dihayati oleh Robi Anjal, 38 tahun, lelaki asal Pontianak, Kalimantan Barat. Dalam video berdurasi 4 menit 49 detik yang sempat viral akhir pekan lalu, terlihat Robi sudah dibungkus kain kafan dan terlentang di ranjang dikeluarkan dari ambulans. Saat itu dia hendak dimakamkan di Sampang, Madura.

Iklan

Tiba-tiba Robi menunjukkan tanda-tanda masih hidup. Tangannya bergerak, kemudian kejang, dan akhirnya jatuh terguling ke lantai.

Ratusan orang yang menyambut jasad Robi dalam balutan baju putih serempak merekam kejadian langka tersebut. Padahal liang kubur sudah digali warga untuk memakamkan Robi.

Gara-gara kejadian ini, Robi harus menjalani pemeriksaan di Polres Sampang untuk mengetahui penyebabnya bisa hidup lagi (dan bikin heboh masyarakat). Ada warga yang melapor ke polisi, lantaran curiga semua keajaiban itu cuma akal-akalan saja. Seorang warga yang datang menjenguk mayat Robi di ambulans tak sengaja menggelitik kakinya. Tiba-tiba, Robi berbalik dari ranjang ambulans hingga terjatuh dari ranjang, yang berujung pada peristiwa viral tersebut.

Saat pertama kali diperiksa, Robi mengaku pada kepolisian bisa mati dan hidup kembali setelah menjalani laku spiritual tertentu. Konon, menurut Robi, melakukan ritual mati bisa menambah kesaktiannya.

"Spiritual karena [Robi] di Pontianak itu melakukan topo pendem," kata Kasubbag Humas Polres Sampang, Eko Puji Waluyo kepada Detik. "Kalau mati hidup lagi kan sakti lah."

Nih, kami beri sedikit kilas balik supaya pembaca tidak bingung, mengapa lelaki dari Kalimantan Barat tiba-tiba bikin heboh warga di sekitar Pondok Pesantren Karongan, Desa Tanggumong, Kecamatan Kota Sampang, Madura. Jadi, istri Robi dulunya santriwati di Ponpes Karongan. Sebelum "mati", Robi sempat memberi wasiat pada istrinya ingin dikubur di komplek pemakaman khusus ponpes.

Iklan

Robi pertama kali 'mati' saat ziarah di Keraton Surakarta, Jawa Tengah. Dia pingsan mendadak, lalu tidak bangun-bangun hingga enam jam lebih. Sang istri mengaku segera membawa Robi ke dokter. Petugas medis lalu memvonis bila Robi sudah meninggal. "Kata dokter di Solo, suami saya meninggal karena serangan jantung," kata sang istri saat dihubungi media. Saat pertama kali diwawancarai media setelah viral, Robi juga berkukuh kebangkitannya dari alam lain bukan rekayasa. "Saya tidak sadar. Saya hanya merasa tidur," tandasnya. Dia mengaku terbangun karena lantunan salawat warga yang takziah menjemputnya dari mobil ambulans. "Saya terkejut mengapa tiba di Sampang. Padahal, terakhir saya ingat ada di keraton Solo."

Wasiatnya membuat pengelola ponpes bersimpati pada keluarga Robi. Sebab dia tak punya keluarga selain istri dan anaknya. Tokoh masyarakat setempat meminta warga patungan membayar ambulans, ada juga yang kerja bakti mempersiapkan makam. Dana yang terkumpul mencapai Rp4 juta.

Mulanya warga percaya Robi betulan hidup lagi, karena petugas yang mengkafani bersaksi tak merasakan detak jantung dan embusan napasnya.

Tapi insiden gelitikan itu mulai bikin warga curiga. Lalu sebagian santri yang memindahkan jasad Robi merasa tubuhnya terlalu hangat untuk ukuran mayat. Jasad Robi juga tidak bau, sangat aneh karena dia tiba di Sampang dua hari setelah dinyatakan meninggal.

KH. Fauroq Alawi, ulama besar di Sampang, rupanya memendam rasa tidak percaya. Robi tak lama setelah video viral hidup lagi itu mengesankan diri ke kalangan ulama jika dia punya kesaktian tertentu. "Pembicaraannya aneh-aneh seperti mengaku wali dan memiliki karomah. Makanya saya 100 persen tidak percaya sejak awal," kata Fauroq kepada Kompas.com. Fauroq Alawi lantas mendukung santri yang berinisiatif melaporkan Robi ke polisi.


Tonton dokumenter VICE soal tren pemakaman palsu di Korea Selatan:


Rupanya setelah diinterogasi intensif oleh kepolisian, kemampuan Robi hidup lagi tidak semata soal kesaktian dan spiritualitas. Senin (29/7) kemarin, polisi mengumumkan kalau Robi punya utang sebesar Rp3 jutaan. Pura-pura mati jadi taktik agar ia bisa menghindari kewajiban membayar utang.

Setelah didesak, Robi mengakui perbuatannya. Ia kemudian meminta maaf pada ulama di Pondok Pesantren Karongan. Semua pihak sepakat memilih jalan damai untuk menyelesaikan kehebohan ini.

Karena saat meminta maaf pada pengelola ponpes dia dikawal aparat, Robi selamat dari bahaya lain. Warga sudah kompak berniat menganiaya lelaki berambut gondrong itu. "Kalau tidak diamankan polisi, Robi itu sudah remuk karena membohongi kiai dan warga," ungkap Samsu Rijal, warga Desa Tanggumung yang jadi korban ide gila Robi.

Pura-pura mati adalah taktik klasik manusia untuk menyelamatkan diri dari keadaan ekstrem. Namun kalau kejadiannya cuma demi menghindari utang sih, emang sebaiknya doi dikubur beneran aja deh.