Five Questions

5 Pertanyaan Soal Insiden Pengguna Tinder Terjebak Saat Buang Pup di Inggris

Kami masih tidak habis pikir bagaimana peristiwa absurd ini bisa terjadi di tengah kencan Tinder yang harusnya 'ena-ena'. Foto si cewek jadi viral ke seluruh dunia deh.
(Photo via GoFundMe)

Five Questions… adalah sebuah kolom baru di VICE. Kami mengajukan lima pertanyaan tentang berita yang sedang ramai atau viral di Internet. Udah gitu aja. Gampang kan memahaminya? Ini kan bukan konsep artikel yang rumit kok. Kamu pasti ngerti lah.

Waktu itu 2012, kepala seorang pria dari Aberdeen nyangkut di tempat sampah. Berita ini saya tulis juga buat kantor lama karena memang penting. Kalau enggak percaya, berikut keterangan asli pria malang itu. '"Kepala gue nyangkut. Itu bikin kaget banget. Saya lagi nyari topi gue. Ujung-ujungnya, kepala gue nyangkut selama 20 menit. Ya ampun itu tempat sampah bau banget. Sejak saat itu, gue punya julukan baru, Bucket Heid." Jujur saja, membaca keterangan si Bucket Heid, saya malah bingung. Sebenarnya yang paling konyol dari cerita ini sebenarnya apa? Apakah foto koran setempat yang menunjukkan si Bucket Heid mereka ulang kejadian malang itu? Nama julukan yang goblok? Atau fakta kalau lelaki ini sampai mau curhat tentang kejadian goblok ini ke wartawan? Setelah lima tahun lewat, saya baru sadar kalau kejadian yang menimpa si Bucket Heid ini memang "bikin deg-degan." Coba sekali-kali, kalau sedang lowong, bayangkan bagaimana rasanya kalau kepalamu, iya bener seluruh kepala kamu, nyangkut di tempat sampah, sekali lagi, tempat sampah! Udah gitu, kamu dapat julukan goblok setelah kepalamu lepas. Rasanya enggak berlebihan kalau Bucket Heid bilang kejadian ini sangat memang bikin degdegan.

Iklan

Tapi, ada satu pertanyaan buat si Bucket Heid, emang perlu banget ya gayanya gini pas di foto?

Intinya sih kira-kira gini: seperti yang dibuktikan oleh William "Bucket Heid" Middleton, enggak ada yang lebih lucu daripada manusia yang nyangkut di titik-titik yang tak terduga. Melihat atau mendengar berita tentang orang yang bagian tubuhnya, atau malah seluruhnya nyangkut, menyingkap sesuatu yang sangat primal dalam diri kita. Maksudnya, kita, manusia adalah makhluk yang kuat, lincah dan punya dua pasang jempol. Kalau dilihat dari bekal fisik sih, seharusnya kita bisa melakukan banyak hal, termasuk ketika kondisi fisik kita standar banget atau malah cenderung letoy. Sayangnya, kita juga rentan nyangkut di mana-mana, di tempat sampah atau jendela. Ketika tubuh kita nyangkut, yang sangat mungkin terjadi adalah pemandangan goblok yang bikin kita ngakak. Sama kocaknya seperti ketika kita lihat orang kena jotos atau video cowok main trampolin sampai celana panjangnya lepas. Kesimpulannya: ada sisi slapstick di dalam diri kita semua dan momen-momen seperti ini menyingkap sesuatu yang mendasar dan nakal dalam umat manusia.

Contohnya ya ini:

Foto kayak gini tuh kuat banget. Cocok jadi bahan cerita paling keren dalam sejarah umat manusia. Nih aku beri ringkasan peristiwa yang lagi rame di Internet pekan ini yang viral gara-gara foto di atas: satu cowo dan satu cewe ketemu di Nando's lewat tinder. Mereka sepakat kencan di tempat sang cowo. Sang cewe akhirnya kebelet eek, eh, ternyata toiletnya enggak bisa di-flush. Karena punya moral yang baik, si cewe ngebungkus tainya pake tisu toilet yang kemudian dilempar melewati dua jendela. Sial, ternyata tainya nyangkut. Sang cewe yang pernah belajar senam nyoba ngambil bungkusan tai itu yang nyangkut di sela jendela. Malang, nasibnya juga enggak jauh beda: nyangkut di sela-sela jendela. Regu pemadam kebakaran setempat dipanggil untuk menolong. Si cowok akhirnya terpaksa bikin penggalangan dana di situs crowfunding GoFundMe page buat benerin jendelanya yang rusak. Pertanyaannya, bisakah sastrawan besar sekelas William Shakespeare mengarang cerita yang lebih keren dari ini? Kayaknya enggak. Mungkin, 600 tahun dari sekarang, mahasiswa kelas drama akan saling tunjuk siapa yang bakal main jadi perempuan malang ini, atau sebut saja namanya Faceless Ophelia. Mereka juga akan males ketika harus memulas mukanya dengan cat minyak dan bilang "oke, sekarang waktunya kita gladi resik buat pentas drama tentang tai nyangkut di jendela!" Yang ingin saya bilang sih gampang: peristiwa tai nyangkut di jendela pas kencan tinder ini bakal jadi roman modern paling spektakuler sepanjang masa. Tapi, tentu saja, sesuai judul artikel ini, saya punya beberapa pertanyaan:

Iklan

KENAPA SIH UDAH EE' TRUS NGOTOT MAU KENCAN LAGI?

Dalam percakapan slack menanggapi berita sensasional ini, saya belajar banyak tentang kolega saya di VICE dan karakter manusia secara keseluruhan. Hikmah yang saya petik dari insiden keren ini adalah: ada dua jenis manusia yang kalau sudah berhadapan kondisi pelik seperti ini (maksudnya kamu eek. Tapi karena sudah di- flush, tainya dibungkus terus dilempar. Sayang, tai bangsat itu nyangkut jendela dan ngendon selamanya di sana). Dan dua jenis manusia itu adalah:

  • RUNNER: ini adalah orang yang lari dari tai mereka dan berpura-pura tai itu enggak pernah ada.
  • RIDER: kalau yang ini adalah orang yang tak pernah lari dari tai mereka. Apapun yang terjadi, tai-tai mereka harus dihadapi.

Dan dua jenis orang ini masih bisa kita sederhanakan jadi begini:

  • Orang jahat
  • Orang baik

Si perempuan malang yang mukanya enggak kelihatan ini jelas masuk kategori kedua. Dia eek (benar). Dia eek di kencan pertama, yang dianggap sebagai hal yang kurang etis (benar). Ada bagian dalam tubuh perempuan ini tak bekerja dengan benar, mungkin karena panik, sampai dia memutuskan untuk membungkus tainya dengan tisu toilet dan melemparnya ke luar jendela (benar). Dan semua ini benar-benar terjadi (ini juga benar). Tapi, seabsurd apapun insiden ini, perempuan malang itu enggak lari dari tai mereka dan mengakui kesalahannya. Dia keluar dari kamar kecil dan bilang "Hei, gue udah eek." Dia setidaknya ngaku. Perempuan ini bisa melakukan skenario segampang itu. Bayangkan! Bayangkan juga salah satu dari sekian skenario di bawah ini juga deh:

Iklan

  • Kamu baru saja kencan pertama dan semuanya berjalan lancar. Suatu yang jarang kamu alami. Kamu seneng abis dan kamu mulai berani mikir "Jangan-jangan ini dia jodohku," di salah satu outlet Nando, sambil degdegan, kamu sekali lagi diam-diam penasaran "Jangan-jangan ini dia jodohku!"
  • Kamu balik ke rumah pasangan kencanmu setelah makan di Nando, perasaan itu makin kuat kamu mikir lagi "Jangan-jangan aku bakal diajak ngewe nih?" kamu mulai berusaha mengingat semua detail malam itu. Ini bakal jadi cerita menarik buat anak cucu nanti, pikirmu. Kamu mencoba merekam semuanya: mood malam itu, musik yang disetel, warna gorden dan lembutnya sprei milik teman kencanmu. Kamu berkhayal bakal mendongengkan hal ini ke anak cucumu kelak. Kamu bakal bilang ke mereka "egini cerita kami pertama ketemu.."
  • Tapi, kamu tiba-tiba kebelet—
  • Kamu langsung minta izin ke kamar mandi dan eek. Namun, seperti yang dikisahkan oleh orang-orang yang pernah eek di kosan mahasiswa dengan harga sewa murah, biasanya wc-nya enggak beres. Peluangnya cuma ada dua: fungsi flush wc-nya enggak berfungsi atau wc-nya berfungsi jika menggunakan teknik khusus. Celakanya, kamu yang eek enggak bisa nge- flush hasil karyamu (tai kamu) dan si tai seperti ngeliatin kamu terus, menolak disuruh pergi (baca: di- flush). Kami terjebak dalam dua pilihan, lari atau menghadapi si tai. Keringat mulai membasahi jidat. Kamu panik, tak kunjung bikin keputusan. Dalam hati kamu tahu, tiap detik yang berlalu terasa lama bagi temanmu yang sedang menunggu di kasur…
  • Kamu akhirnya mengambil keputusan spektakuler: melempar taimu keluar jendela.
  • Taimu nyangkut dan memaksamu selamanya jadi pemilik tai itu.

Iklan

Lalu, setelah melewati segala macam emosi, dari kamu jatuh cinta sampai akhirnya eek sendirian, kamu keluar dan menemui orang yang 80 persen bakal tidur bareng kamu malam ini, kamu ngomong "Ini bakal kedengeran aneh sih, tapi aku baru eek dan tainya aku lempar ke jendela, kita kudu panggil polisi enggak ya?" untuk ngomong seperti itu, di kencan pertama lagi, butuh keberanian ekstra. Butuh orang baik untuk tidak lari dari tai dan berpura-berpura enggak eek dalam skenario ini. Perempuan yang mukanya enggak pernah kita lihat ini mungkin enggak melewati skenario ini, tapi dia keukeuh mau ngambil tai yang nyangkut itu. Mungkin kita harus akui, perempuan itu bisa jadi manusia paling baik sejagat raya.

OPSI LAIN APA YANG SEHARUSNYA DIPIKIRKAN SI PEREMPUAN INI KETIKA TAINYA NYANGKUT?

Kalau kamu melempar tai keluar dari jendela tapi nyangkut, kamu cuma punya tiga opsi: mengaku, kabur secepatnya atau, kalau ditanya, berpura-pura (sebenarnya, saya bisa berargumen kalau sebenarnya, setelah melewati hujan musim panas selama tiga hari berturut, tai dibungkus tisu itu bakal membusuk sampai enggak ada yang tahu itu apa lagi. Kalaupun masih bisa dikenali sebagai tai, kayaknya enggak ada yang bakal sadar kalau tai itu nyangkut di sana, di antara dua jendela. Paling banter, selama semingguan lebih, orang yang pakai wc deket jendela itu bakal bilang "Bangsat! Bau banget kayak tai enggak disiram!" atau gerundelan semacamnya. Padahal kalau dipikir-pikir, usia bau tai itu singkat kok. Tai paling bau ya setelah kita eek. Kalau kamu lempar tai itu terus enggak bilang-bilang, 99 persen baunya bakal menguap cepat dan enggak akan ada yang sadar, apalagi di kosan cowo. Peluangnya enggak akan ada yang nemuin tuh tai. Kalau pun ada yang nemu, enggak bakal ada yang nyangka kalau pelakunya si cewe malang itu).

Atau, mungkin perempuan itu punya opsi lain, misalnya menggayang semua penghuni flat? Mulai nangis) pura-pura anjingnya…enggak enak badan? Dalam momen ketika kamu kebanjiran adrenalin lantaran panik, pilihan-pilihan aneh cenderung terlintas di kepala. Jangan-jangan cewe baik hati itu mikir untuk misalnya, meledakkan apartemen itu biar tai nyangkutnya enggak ketahuan? Bisa saja. Namanya juga lagi panik.

Iklan

APAKAH INSIDEN INI TERINSPIRASI KENCAN ANAK KULIAHAN YANG BIASANYA KACAU JUGA?

Ada suatu yang universal tentang kencan-kencan di masa kuliah: mulai dari nongkrong di Nando's (mungkin KFC kalau di Indonesia) atau malah kantin kampus, balik ke kosan atau apartemen kita atau lawan kencan kita, nonton film di laptop sampai panas, tidur-tiduran di sebelah baju-baju yang belum dilaundry, bir murah dari convenient store terdekat hingga indomie yang dibeli di warung sebelah. Pokoknya kencan yang polos di masa-masa yang polos. Nah, kalau menurutku, kencan dua orang di Inggris ini sudah sempurna sebagai kencan sepasang mahasiswa, tentunya sampai peristiwa tai ini terjadi.

MEREKA JADI NGEWE ENGGA SIH?

Saya enggak bisa menjawab pertanyaan di atas. Tepatnya, saya enggak yakin kalau insiden ini bikin mereka lebih pengen ngewe atau sebaliknya. Kita tahu have sex itu masalah chemistry dua orang. Susah dijelaskan tapi gampang dipahami, apalagi kalau kamu sedang melakukannya. Tapi, bagi kami yang cuma baca berita ini atau mungkin ngintip dari jendela sebelah, ini pertanyaan yang rumit. Tapi, seenggaknya, ada beberapa bukti yang bisa kita pertimbangkan.

Di satu sisi: vibe nonton film sampai laptop anget, bir murah dan "ke kosan gue yuk" menandakan "pertarungan" akan terjadi. Semua preseden menuju seks sudah mengarah ke seks. Lagian, insiden tai ini juga sebenarnya menarik. Kepanikan yang terjadi malah mungkin mendekatkan dua mahasiswa ini lebih cepat dari misalnya nongkrong bareng selama dua minimal dua minggu lamanya. Setelah kejadian sabsurd ini dengan bukti-bukti kuat macam ini: dua orang mahasiswa, sudah penasaran akan petualangan di atas pembaringan, setengah mabuk dan perut penuh (atau dalam kasus perempuan malang ini, kosong), kemungkinan besar mereka akan ngewe.

Iklan

Di sisi lain, mungkin setelah kejepit di jendela dan memandangi taimu sendiri yang dibungkus tisu toilet sampai damkar datang menolongmu, kamu mungkin enggak bisa horny setelahnya. mungkin juga bisa sih. Tapi saya pikir lagi deh biar lebih yakin.

APAKAH FOTO VIRAL ORANG KEJEBAK GARA-GARA MAU BUANG TAI ADALAH BUKTI KEAGUNGAN MANUSIA?

Yang saya rasakan ketika lihat foto-foto insiden ini adalah empati, rasa ingin memahami dan, mungkin ini klise sih, cinta, dengan huruf C kapital. Saya juga bingung kenapa bisa begitu. Yang jelas, saya sampai pengin mewek. Bayangkan, cewe itu merayap di antara dua jendela buat ngambil tainya sendiri. Sekali lagi bayangkan! Ini baru yang namanya kemanusiaan. Inilah Inggris yang ingin yang tinggali. Saya enggak mauu Tories menang. Saya enggak mau Brexit. Saya enggak mau rasismu dan gontok-gontokan semacamnya. Saya enggak mau argumen miring tentang penduduk migran. Saya enggak mau baca berita tentang pekerja yang digaji pas-pasan. Pokoknya saya enggak mau semua itu. Kalau semua ini masih ada, Inggris adalah negara terbelakang titik. Tapi ini Britania Raya. seorang gadis kejepit antara dua jendela, berusaha mengambil tainya sendiri yang nyangkut. Keset kamar mandi yang dijadikan bantalan. Inilah negara saya. Ini Inggris banget! Gadis itu adalah salah satu dari kami. Iya sih dia gegabah ngelempar tai keluar jendela, tapi dia berusaha mengambilnya. Belum lagi, pasangan kencannya bikin kampanye GoFundMe untuk beli jendela baru dan uang sisanya bakal disumbangkan. Keduanya orang baik dan cerita tentang mereka memunculkan harapan aneh dalam diri saya. Saya harap mereka tetap ngewe. Saya mereka sampai ke pelaminan. Saya harap mereka hidup bahagia sampai tua. Apa yang terjadi hari itu hanyalah sepasang orang baik yang melakukan hal yang baik dengan sengat sederhana: melempar tai yang dibungkus tisu toilet. Hal-hal seperti inilah yang bisa dicapai orang-orang Inggris kalau bersatu. Ini dia Inggris Raya yang saya dambakan, Inggris saya yang ingin saya tinggali. Tuhan memberkatimu gadis tai! Tuhan memberkati kalian berdua. Amin!


Follow penulis artikel ngehe ini di akun Twitter @joelgolby

Joel sudah menulis banyak artikel tolol lainnya buat VICE. Dua ini salah satunya:

Cerita Kocak dan Unik Dari Festival Unta Raja Saudi

Mana Lebih Keren: Gangnam Style atau See You Again?