masalah lingkungan

Pasar Gelap Membuat Banyak Spesies Kaktus Menjadi Langka

Para ilmuwan konservasi menemukan bahwa 261 dari 1.438 spesies kaktus tidak terlindungi oleh pelestarian atau peraturan konservasi, menyebabkan mereka lebih berisiko punah daripada mamalia dan burung.
27.9.18
Foto: Zacharie Grossen

Hampir seperlima spesies kaktus di seluruh dunia beresiko terancam atau punah karena tindakan konservasi yang lemah, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Conservation Biology.

Penelitian ini, yang dipimpin oleh Bárbara Goettsch dari Persatuan Internasional untuk Pelestarian Alam (IUCN), menegaskan kekhawatiran tentang meningkatnya kerentanan kelompok tanaman berduri yang ikonik ini terhadap perburuan, serangga invasif, dan hilangnya habitat.

Iklan

Tim Goettsch menemukan bahwa 261 dari 1.438 spesies kaktus tidak terlindungi oleh pelestarian atau peraturan konservasi—dan sebagai kelompok, mereka bahkan lebih berisiko daripada mamalia dan burung. “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa persentase yang lebih besar untuk spesies kaktus (18 persen) memiliki perlindungan lebih lemah dibandingkan dengan mamalia (9,7 persen) dan burung (5,6 persen), dan ada juga persentase yang lebih besar dari spesies kaktus yang terancam (32 persen) di luar area konservasi dibandingkan dengan amfibi (26,5 persen), burung (19,9 persen) dan mamalia (16 persen),” tim Goettsch menyimpulkan.

Penelitian ini menandai pertama kalinya sebuah keluarga tumbuhan menjadi subyek “analisis kesenjangan,” yang merupakan perkiraan bagaimana melindungi suatu kelompok dalam rentang geografisnya. Temuan ini mengikuti makalah yang terbit tahun 2015 di Nature Plants, juga dipimpin oleh Goettsch, yang memperkirakan bahwa 31 persen spesies kaktus terancam, sebagian besar karena perdagangan dan pembangunan pertanian.

Cacti mungkin bukan jenis makhluk hidup yang dikaitkan dengan pemburu, tetapi ada nyatanya ada pasar gelap bagi mereka. Di Arizona, di mana kaktus saguaro adalah tanaman resmi negara bagian, pihak berwenang mempertimbangkan microchipping (menaruh chip mikro) ke cacti yang kemungkinan besar akan dicabut dan dijual secara ilegal kepada pembeli, kadang-kadang untuk lebih dari Rp 14 juta per tanaman.

Meksiko dan Brazil rentan terhadap penurunan kaktus, yang menyebabkan para konservasionis mengerahkan upaya nasional untuk melindungi tanaman ini di kedua negara.

Dorongan untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan untuk konservasi kaktus ini sebagiannya didorong oleh penghargaan untuk tanaman dan bisnis yang bergantung pada mereka. Tetapi, para ilmuwan juga prihatin tentang ekosistem rapuh yang mendukung kaktus. Tanaman-tanaman keras ini terkenal karena kemampuan mereka menimbun air di lingkungan yang gersang, dan bertindak sebagai oasis dan sumber makanan bagi banyak makhluk gurun.