Piala Dunia 2018

Piala Dunia Olahan Telur Adalah Kompetisi Lezat yang Cocok Menemani Nobar Bola Kita

Sebuah akun instagram turut merayakan Piala Dunia 2018 dengan menampilkan olahan telur khas dari setiap 32 negara yang berpartisipasi di Rusia.
29 Juni 2018, 8:06am

Piala Dunia adalah salah satu pagelaran olahraga internasional yang paling inklusif: Setiap negara peduli pada sepakbola, dan acara ini menawarkan pertandingan-pertandingan yang menarik dan bisa melampaui hubungan erat perdagangan maupun diplomasi.

Contohnya saja Nigeria dan Islandia jarang memikirkan satu sama lain dalam ranah politik atau budaya bisa jadi lebih mengenal gara-gara bertarung di pertandingan penting yang penyisihan grup) Sepak bola merekatkan negara-negara dunia lewat perselisihan yang sehat.

Akan tetapi, ada satu hal lain yang kita rayakan secara global selain sepakbola: masakan berbahan telur.

Serius, telur adalah segalanya—terkadang telur menjadi salah satu bahan dasar kue, terkadang menjadi bintang utamanya. Telur boleh jadi satu-satunya bahan makanan yang melampaui batasan-batasan pola makan dan selera manusia di seluruh dunia. Jadi, seseorang bernama Charlie di Inggris Raya memutuskan untuk merayakan Piala Dunia 2018 dengan kampanye Instagram yang dia juluki “ The World Cup of Eggs.” Dalam seri foto ini, Charlie memasak telur sesuai tradisi 32 tim sepak bola yang berpartisipasi di kompetisi tersebut. Dia telah memanggang pão de queijo asal Brazil (yang mirip dengan roti keju) dan membuat frittata dengan bacon dan asparagus khas Kroasia. Pagi ini, dia membuat waffle buttermilk a la Belgian, dan kemarin, dia membuat tamago kake gohan, atau nasi dan telur dalam mangkuk khas Jepang.

“Kadang sulit juga menemukan masakan khas yang berbasis telur—Arab Saudi terutama, dan ternyata Brazil dan Argentina juga tidak terlalu senang memasak telur—tapi ada sifat universal pada telur, tak seperti daging atau keju,” kata Charlie saat dihubungi MUNCHIES. “Selain itu, mereka juga sangat serba guna: telur bisa dimasak di salad, makanan penutup, kudapan, dan masakan-masakan lainnya, dan bisa dimasak dengan berbagai cara sehingga kita gak akan bosan makan telur bahkan setelah 32 kali.”

Pada dasarnya, Charlie adalah penggemar sepak bola yang menyukai Piala Dunia, dan punya kenangan manis soal ajang Piala Dunia sebelumnya, pada 2014. Dia dan kawan-kawannya minum bir dan menonton pertandingan sepanjang siang di pub di London. Tapi, dia sudah pindah ke kota lebih kecil sehingga dia jarang keluar untuk nonton. Jadi, dia mulai membuat akun Instagram ini sebagai cara untuk tetap terlibat dengan drama Piala Dunia 2018.

“Saya merasa kesepian, jadi saya mulai masak telur,” katanya.

Charlie bilang dia sangat menggemari masak, dan sejauh ini sangat menyukai resep Iran bernama baghala ghatogh. Pecahkan telur ke dalam penggorengan yang di dalamnya sudah ada kacang-kacangan, dill, dan kunyit, dan kamu jadi punya sarapan yang sangat berwarna.

Saat saya ngobrol sama dia, dia nggak mau ngasih bocoran soal menu Jepang, dan khawatir akan gagal membuat makanan penutup khas Portugal yang sudah dia rencanakan: “Masakan [Portugal] adalah satu-satunya masakan yang akan saya posting hari itu, karena saya tau saya perlu mencobanya berkali-kali dulu sampai berhasil,” ujarnya.

Karyanya bisa jadi pesan moral untuk penduduk Amerika; saat negaramu gagal masuk kualifikasi sepak bola internasional, jangan berkecil hati—masak telur saja.

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES.