Perlindungan Satwa

Katak 'Paling Kesepian di Dunia' Akhirnya Punya Pasangan Juga

Katak jantan jenis Sehuencas itu sebentar lagi melepas masa lajangnya karena dikawinkan sama katak betina liar yang belum lama ini ditangkap.
Katak air Sehuencas dari Bolivia yang terancam punah
Romeo si katak Sehuencas yang lama jomblo. Sumber foto: Robin Moore/Global Wildlife Conservation

Romeo dulu sempat dijuluki para peneliti sebagai 'katak paling kesepian di dunia'. Tapi semuanya berubah setelah ilmuwan baik hati dari Bolivia mencarikannya pasangan dari hutan hujan terpencil. Romeo kini sudah punya pacar, namanya adalah Juliet.

Romeo, si Katak air jenis Sehuencas ini, ditangkap pada 2008 dan dibawa ke Museum Sejarah Alam Alcide d’Orbigny Kota Cochabamba, Bolivia. Anggota konservasi di sana berharap mereka bisa menciptakan program penangkaran bagi katak air Sehuencas. Romeo semakin menua (usia katak bisa mencapai 15 tahun). Seiring waktu, ilmuwan semakin putus asa untuk mengawinkannya. BBC News melaporkan, kalau tim konservasi menyerah, tidak dapat menemukan katak Sehuencas lain di alam liar sejak Romeo ditangkap.

Iklan

Pada ekspedisi terbaru di hutan pegunungan Bolivia (ekosistem neotropis yang lebat dan lembab), ilmuwan menemukan lima katak air Sehuencas—tiga jantan dan dua betina. Teresa Camacho Badani, kepala herpetologi museum, memberi tahu Global Wildlife Conservation bahwa penemuan ini terjadi tanpa sengaja ketika ada katak melompat di kolam terdekat.

"Saya masuk ke kolam, percikan airnya membasahi sekujur tubuh. Saya menceburkan tangan ke dasar kolam dan berhasil menangkap kataknya," kata Badani. "Saya lalu mengangkatnya dan melihat perut oranye. Dari situ, saya baru menyadari kalau itu katak Sehuencas yang sudah lama kami cari."

Global Wildlife Conservation menyatakan katak-kataknya dibawa ke museum untuk dikarantina. Ilmuwan akan memperkenalkan salah satu katak betinanya, yang dinamai Juliet, ke Romeo. Mereka berharap kedua binatang amfibi ini bisa menjadi pasangan rukun.

“Romeo benar-benar tenang dan santai. Dia enggak banyak gerak," kata Badani kepada BBC News. "Dia sehat dan suka makan, tapi agak pemalu dan lambat."

Sebaliknya, Juliet "sangat energik," imbuh Badani. "Dia sering berenang dan makan. Terkadang Juliet mencoba kabur dari kandang."

Juliet the Sehuencas water frog.

Juliet bersama Teresa Camacho Badani. Foto oleh: Robin Moore/Global Wildlife Conservation

Katak air Sehuencas adalah hewan endemik Bolivia dan pertama kali dideskripsikan komunitas ilmiah pada 1998. Menurut penilaian pada 2004 yang dilakukan International Union for Conservation of Nature, hewan amfibi ini rentan punah karena adanya ancaman seperti hilangnya habitat dan polusi.

Iklan

Para ilmuwan juga memantau katak-katak yang ditangkap untuk melihat apakah mereka terkena patogen chytridiomycosis (chytrid) yang mematikan. Menurut artikel National Geographic tahun lalu, chytrid adalah jamur yang menyebabkan punahnya 200 spesies amfibi.

Jamur ini dapat mengubah kulit katak dengan mengganggu kemampuannya menyerap air dan nutrisi lainnya. Juliet akan diberi perawatan sebelum bertemu Romeo. Perawatan ini diharapkan bisa mencegah timbulnya jamur.

The research team on an expedition to a Bolivian cloud forest in search of Sehuencas water frogs.

Teresa Camacho Badani bersama katak air Sehuencas langka yang baru dia temukan. Sumber foto: Stephane Knoll/Museo de Historia Natural Alcide d’Orbigny

Sebelum menemukan lima katak Sehuencas tersebut, para ilmuwan bersusah payah mencari pasangan buat Romeo. Mereka juga giat meningkatkan kesadaran tentang hewan yang terancam punah itu.

Tahun lalu, mereka bikin profil Romeo di situs kencan online Match.com. Biodatanya berbunyi, "Cuma mau ngasih tahu saja, nih, kalau aku adalah spesies terakhir di dunia ini."

Badani mengungkapkan kalau timnya tidak akan berhenti mencari katak Sehuencas lainnya. Para ilmuwan berharap dapat menemukan beberapa katak sehat di alam liar supaya mereka bisa mengamati spesies tersebut di habitat alaminya dan memantau katak-katak ini atas paparan chytrid.

Katak Romeo mengumumkan kabar gembira itu di akun Twitternya Selasa pekan ini : "AKU SUDAH MENEMUKAN JULIETKU!!! Setelah 10 tahun menjadi katak paling kesepian di dunia, akhirnya aku enggak kesepian lagi!"

Mudah-mudahan hubungan katak Romeo dan Juliet berakhir bahagia. Jangan sampai nasib mereka kayak di filmnya, deh.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard