Luar Angkasa

Kita Sekarang Bisa Mendaftar Jadi Warga Negara Luar Angkasa

'Asgardia', satelit pertama proyek tersebut, meluncur ke orbit Bumi akhir 2017.
15.6.17
Pesawat ulang alik Cygnus dan robot stasiun luar angkasa di atas bumi. Sumber: NASA.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard.

Ilmuwan yang menggagas pendirian "negara luar angkasa" Asgardia akan mulai melangkah untuk mencapai tujuan akhir mereka: menciptakan masyarakat luar angkasa akhir tahun ini, tepatnya kita kelompok ilmuwan tersebut meluncurkan satelit pertama untuk menguji coba penerapan konsep penyimpanan data jangka panjang di orbit sekitar planet Bumi.

Negara luar angkasa tersebut kini memanggil 100.000 calon penduduk pertamanya untuk mengunggah 300kb data personal mereka ke sebuah satelit yang akan diluncurkan September 2017 mendatang.

Iklan

Asgardia, didirikan pada bulan Oktober 2016 oleh ilmuwan komputer RusiaIgor Ashurbeyli, pada akhirnya ingin membat sebuah negara baru di luar angkasa—yang bakal didiami oleh penduduknya, Asgardia—yang bebas dari hukum dan aturan yang diberlakukan oleh badan pengatur perjalanan luar angkasa atau negara-negara yang ada di bumi. "Inti dari Asgardia adalah kedamaian di luar angkasa, dan pencegahan konflik yang terjadi di permukaan Bumi menular ke luar angkasa," ujar Ashurbeyli.

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Hong Kong Selasa lalu, Ashurbeyli, yang ditemani rekannya Jeffery Manber, CEO perusahan produsen satelit NanoRack dan professor Ram Jakhu, direktur Institute of Air and Space Law at Montreal's McGill University, mengumumkan Asgardia akan segera meluncurkan Asgardia-1, sebuah satelit kecil berkonfigurasi 2U, akhir 2017. Satelit ini akan menjadi klaim pertama keberadaan Asgardia sebagai negara luar angkasa.

Setelit berbentuk persegi tersebut, berukuran 10cm x 10cm x 20cm, akan diterbangkan dengan kapal kargo Cygnus Orbital ATK, yang akan lepas landas dari Wallops Flight Facility dalam misi ke delapannya menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Ashurbeyli menyatakan 100.000 orang terdaftar sebagai Asgardian akan diperkenankan menyimpan 300kb data personal dalam satelit Asgardia-1 .

Nama dan datamu akan selamanya tercetak dalam sejarah umat manusia di luar angkasa.

"Anda sedang kepikiran apa? Foto kucingmu pipis, atau tetanggamu, atau foto ibu atau anakmu. Pokoknya apa saja yang terlintas di pikiran," ujarnya. "Data ini akan tersimpan selama Asgardia ada—atau dalam kata lain, selamanya."

Ribuan orang telah mendaftar menjadi warga negara sejak Progra, Asgardia diumumkan Oktober tahun lalu. Mereka mengajak keluarga dan rekan-rekan mereka dalam program ini. 400.000 penduduk baru ini bakal diberikan ruang penyimpanan gratis di Asgardia-1 sebesar 200kb.

Lalu, satu juta Asgardian berikutnya akan mendapatkan storage sebesar 100kb untuk menyimpan data. "Nama dan datamu akan selamanya tercetak dalam sejarah umat manusia di luar angkasa karena akan diinstal ulang di tiap satelit Asgardia berikutnya, yang akan ditempatkan di dekat Bumi, namun juga di Bulan dan di mana pun Asgardia berada." tukas Ashurbeyli.

Menurut dokumen terbaru US Federal Communications Commission (FCC), Asgardia-1 akan membawa harddisk solid state berkapasitas 512GB yang sudah terlebih dahulu terisi data-data penduduk Asgardia. Data-data tesebut kemudian akan diungah dan diunduh dengan menggunakan konstelasi satelit Globalstar.

Langkah berikutnya untuk mewujudkan Asgardian akan diambil minggu depan. Pada tanggal 18 Juni nanti, akan dibuka voting untuk menentukan Declaration of Unity, konstitusi Asgardia, bendera, lambang negara serta lagu kebangsaan Asgardia. Perlemen Asgardia akan dibentuk dalam enam bulan mendatang.