media sosial

Instagram Akan Sembunyikan Foto Hasil Photoshop dari Timeline

Upaya ini dilakukan untuk membasmi hoax dari platform mereka.
15.1.20
Peringatan False Information pada gambar lelaki berdiri di atas gunung pelangi
Foto via Facebook 

Dalam langkah terbaru melindungi pengguna dari konten ‘berbahaya’, Instagram memutuskan akan memfilter foto-foto hasil editan di platform.

Fitur ini pertama kali dirasakan oleh fotografer Toby Hariman dari San Francisco. Foto yang diduga telah di-photoshop akan ditimpa banner hitam bertuliskan ‘False Information’. Sama seperti fitur ‘konten sensitif’, pengguna tetap bisa melihat gambar yang ditutupi peringatan dan mempelajari kenapa ditandai seperti itu.

Iklan

Kedengarannya seperti langkah progresif membendung disinformasi yang mencemari platform, tetapi dianggap merugikan bagi kalangan seniman dan pekerja kreatif—terutama bagi mereka yang mengunggah karya seni digital. Dalam kasus Toby, konten yang disensor adalah foto lelaki berdiri di atas gunung berwarna pelangi.

Hal ini memicu kekhawatiran, "Instagram x Facebook salah sasaran menyensor foto/seni digital," demikian bunyi postingan Facebook-nya. "Saya sangat mengapresiasi seni digital, dan tidak mau mengklik sensor satu-persatu untuk melihatnya."

Lalu, bagaimana tepatnya platform membedakan antara gambar ‘asli’ dan editan? Menurut Instagram, mereka mengandalkan “umpan balik dari komunitas dan teknologi” dan kemudian mengirimkan fotonya ke pemeriksa fakta pihak ketiga untuk memastikan gambarnya diedit atau tidak.

Bukankah ironis bahwa Facebook selaku perusahaan induk Instagram mengumumkan takkan mengecek fakta iklan politik demi alasan kebebasan berbicara, tetapi mereka justru menyensor foto-foto editan yang tidak selamanya mengandung disinformasi? Tampaknya orang berdiri di atas gunung pelangi lebih berbahaya daripada para buzzer yang menyebarkan berita bohong untuk memprovokasi perpecahan.

Artikel ini pertama kali tayang di i-D