COVID-19

Di Korsel, Kucing dan Anjing Juga Wajib Tes Covid-19

Hewan peliharaan turut dites sampai menjalani karantina, jika pemiliknya terinfeksi virus corona. Sudah ada laporan kucing atau anjing dapat tertular Covid-19.
Junhyup Kwon
Seoul, KR
3.2.21
(Kiri) Kucing dan anjing via Pixabay; (Kanan) Lelaki tes COVID-19 via Jung Yeon-je / AFP
(Kiri) Kucing dan anjing via Pixabay; (Kanan) Lelaki tes COVID-19 via Jung Yeon-je / AFP

Akhir pekan lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Korea Selatan mengumumkan tes COVID-19 berlaku untuk semua, termasuk hewan peliharaan. Itu berarti kucing dan anjing yang menunjukkan gejala harus diperiksa dan dikarantina layaknya manusia.

Keputusan ini diambil setelah tersebar berita anak kucing di kota Jinju dinyatakan positif Covid-19, menjadikannya hewan peliharaan pertama di Korea yang terpapar virus corona.

Iklan

“Hewan peliharaan yang tertular virus wajib menjalani karantina mandiri,” ujar otoritas kesehatan dalam siaran pers, Minggu (31/1/2021). Isolasinya bisa dilakukan di fasilitas pemerintah setempat jika pemilik tidak dapat mengarantinanya sendiri.

Pemerintah mengatakan sejauh ini tidak ada bukti virusnya dapat ditularkan dari hewan ke manusia, tapi mereka tidak bisa mengesampingkan kemungkinan itu.

“Menjauhkan hewan dari hewan lain dan manusia adalah cara terbaik mencegah penularan virus,” Lyoo Young-soo, guru besar Kedokteran Hewan Universitas Konkuk, memberi tahu VICE World News.

“Berhubung pemilik sering melakukan kontak [fisik] dengan peliharaannya, hewan mesti dites juga apabila pemiliknya positif [COVID-19].”

Yoo Han-sang, guru besar Kedokteran Hewan Universitas Nasional Seoul, menganjurkan pemilik agar selalu menjaga kebersihan hewan peliharaannya “karena kita takkan pernah tahu penyakit apa yang dibawa hewan jalanan.”

Sebelumnya, kasus positif juga terjadi pada kucing, anjing, singa dan harimau di Hong Kong dan Amerika Serikat. Studi menunjukkan enam dari 50 kucing peliharaan terkena virus dari pemiliknya yang sakit. Namun, tidak ada gejala yang ditunjukkan oleh hewan itu.

Iklan

Sejumlah ilmuwan bahkan menekankan pentingnya vaksin untuk anjing dan kucing guna menekan penyebaran virus.

“SARS-CoV-2 dapat menginfeksi berbagai spesies inang, seperti kucing, anjing, cerpelai dan lain-lain. Dengan demikian, hewan peliharaan tampaknya perlu divaksin untuk menghentikan evolusi virus lebih lanjut,” bunyi artikel yang terbit di jurnal medis Virulence bulan lalu.

“Vaksin hewan memang penting [untuk mencegah penyebaran virus], tapi vaksin untuk manusia jauh lebih penting sekarang,” Yoo menegaskan.

Follow Junhyup Kwon di Twitter.