Internet

Konten Orang Tidur Ngetren di YouTube, Kreatornya Bisa Meraup Rp39 Juta Sekali Siaran

Pengalaman YouTuber asal inggris ini definisi sesungguhnya “menjadi kaya sambil tidur”.
2.2.21
Kanal YouTube 'Super Mainstream'
Foto: K 'Super Mainstream' YouTube

Jam menunjukkan pukul 8 malam, YouTuber Super Mainstream tengah mengatur mikrofon, kamera, pencahayaan dan monitor di samping tempat tidur. Dia sudah mengenakan piyama dan siap untuk tidur. Sebelum menutup mata, dia memulai siaran langsung yang nantinya ditonton ribuan orang. 

Tidur sekarang bukan cuma untuk mengistirahatkan tubuh, tetapi juga dapat menghasilkan uang. Minat terhadap video orang tidur meningkat dengan pesat di YouTube, dan pencariannya mencapai titik tertinggi pada pekan pertama Januari 2021 — naik 426 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Ada 170 video lebih yang menayangkan orang tidur sepanjang tiga pekan pertama Januari, sedangkan totalnya ada 500 video sepanjang 2020.

Iklan

Menariknya lagi, tak sedikit penonton yang bersedia mengeluarkan uang untuk menyaksikan orang tidur. Subscriber Super, misalnya, akan melakukan segala cara untuk membangunkan sang YouTuber.

Mereka memutar pesan, video dan lagu melalui speaker Alexa yang aktif menggunakan pesan text-to-speech. Speaker baru bisa dioperasikan jika penonton sudah membayar sekitar £2 (Rp39 ribu) ke atas. Mereka berhak melakukan apa saja, dari menanyakan alamat rumah Super sampai menelepon polisi. 

Menurut pengakuannya kepada VICE, lelaki 21 tahun itu bisa menghasilkan lebih dari £2.000 (Rp39 juta) untuk satu siaran langsung berdurasi enam jam yang tayang seminggu sekali. Dia mendapat tambahan 2.000 subscriber dari siaran langsung terbarunya pada akhir Januari 2021. 

Super menganggap kurangnya kesibukan di akhir pekan menjadi alasan kenapa orang-orang menyukai videonya. “Saya melakukannya saat malam Minggu karena itulah saatnya orang bersenang-senang. Saya memberikan hiburan malam Minggu [kepada mereka].”

Super bukan orang pertama yang dapat uang sambil tidur. Siaran langsung semacam ini pertama kali dilakukan pada 2017 oleh mantan streamer Ice Poseidon di Twitch. Dia sukses meraup $5.000 atau setara Rp70,3 juta dalam semalam. Tren ini kemudian dipopulerkan di YouTube pada tahun berikutnya setelah Asian Andy — vlogger yang memiliki lebih dari sejuta subscriber — tak sengaja menyiarkan saat-saat dia sedang tidur.

“Saya makan permen tanpa sadar itu edible,” ungkapnya lewat Messenger. “Saya pingsan, dan penonton berdonasi untuk membangunkanku. Saya mengumpulkan 800 Dolar (Rp11 juta) saat bangun tidur.”

Iklan

Asian Andy menerima total $2.000 (Rp28,1 juta) dari siaran pertamanya. Video itu bahkan telah ditonton 9,2 juta kali. Pada 2020, dia meraup lebih dari $16.000 (Rp224 juta) lewat dua siaran langsung.

Bagi Asian Andy, kesuksesan ini benar-benar tak terduga. “Saya terkejut siaran langsung tidur sangat populer di YouTube. Agak pusing memikirkan bagaimana caranya supaya siaran langsung saya saat tidur tetap menarik.”

Terinspirasi oleh Asian Andy, banyak streamer lain ikut mencobanya dengan versi mereka masing-masing. Tapi secara garis besar, konsep video mereka sama. Konten kreator mempertontonkan ketika mereka tertidur pulas selama beberapa jam. Hampir tak ada interaksi yang terjadi di antara mereka dan penonton.

Apa sebenarnya yang membuat penonton tertarik menyaksikan orang tidur, atau bahkan menyumbangkan uang kepada mereka?

Lupita, 18 tahun, rutin menonton siaran langsung orang tidur. Perempuan Amerika ini mengaku tertarik dengan kolom live chat yang aktif sepanjang malam.

“Kita biasanya akan begadang dan nonton YouTube kalau tidak bisa ke mana-mana,” tuturnya. “Siaran langsung orang tidur tayang sampai larut malam, jadi saya suka menonton videonya.”

Sementara itu, penonton lain merasa rileks hanya dengan menonton orang terlelap.

Abby tak pernah melewatkan siaran langsung YouTuber favoritnya setiap malam. Alih-alih membangunkannya, perempuan 18 tahun itu lebih tertarik “melihat dan mendengarkan seseorang tidur nyenyak.”

Kebanyakan orang merindukan hubungan manusia yang hilang akibat pandemi. Karena itulah YouTuber bisa mendapat keuntungan dari tidur. Milow Stream membuat kanal pada 23 Desember, dan sekarang videonya telah ditonton lebih dari 40.000 kali. Dia mengumpulkan donasi sebesar $1.200 (Rp17 juta) hanya dalam beberapa minggu saja.

Iklan

Videonya pun apa adanya. “Saya tidur sesuai keinginan dan menganggap tidak ada kamera,” terangnya. Sebagian besar penonton Milow berusia sekitar 18-35. Beberapa menikmati “keheningan, kenyamanan dan sensasi ditemani seseorang” yang ditimbulkan video, sedangkan yang lain memperhatikannya tidur untuk memuaskan fetish.

“Orang merasa tergoda [ketika menonton videonya],” ujar Milow yang tidur mengenakan rompi dan celana. “Mereka menonton bukan karena ingin melihatku bugil atau melakukan aktivitas seksual — itu sudah ada situsnya sendiri.”

Milow senang melakukan siaran langsung ini karena YouTube memiliki peraturan yang ketat untuk konten vulgar. Kebijakan ini meminimalisir tekanan dari penonton mesum yang memintanya memamerkan pantat, penis atau kaki. Berkat peraturan ini, kolom live chat Milow masih dalam batas wajar.

Genre video ini ada dalam spektrum luas yang berkisar dari video prank hingga voyeurisme, yang memberikan daya tarik tersendiri untuk siaran langsung orang tidur. Selama masih menghasilkan uang, YouTuber takkan berhenti memanfaatkan tidur mereka untuk meraup keuntungan.

“Siaran langsung tidur sepertinya akan tetap ada setelah lockdown berakhir,” Super Mainstream menduga. “Saya tak mau melakukan ini selamanya, tapi tak ada salahnya melanjutkan hingga saya mendapat following [yang besar]. Saya hanya ingin membuat orang tertawa.”

Follow penulis artikel ini di akun @lilycsrj


Artikel ini pertama kali tayang di VICE UK