malaysia

Bertemu Grup Neo-Nazi Malaysia yang Mengimpikan Kemurnian Ras Melayu

Ideologi fasis ala Nazi ternyata cukup populer di Asia Tenggara. Kami ngobrol bersama pentolan Neo-Nazi Malaysia demi mencari tahu alasannya.
18.5.17

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US pada 2013, dimuat ulang karena masih relevan.

Beberapa tahun lalu, seorang teman pindah ke Malaysia dalam rangka mencari negara beriklim hangat, sekalian kabur dari hiruk pikuk budaya pop dunia barat yang semakin tidak karuan. Lucunya, dia mendapatkan pekerjaan sebagai manajer bar yang menjadi tempat nongkrong anak-anak punk Malaysia penuh tato swastika, mengenakan kaos Combat 18 (organisasi teroris neo-Nazi), dan mereka rutin ngoceh tentang "Malay power."

Iklan

Ternyata mereka adalah gerombolan kaum nasionalis sayap kanan ekstrem yang ingin mengenyahkan warga Malaysia non-Melayu. Cita-cita mereka menghentikan sepenuhnya arus kaum imigran memasuki negara Jiran. Biarpun pemikiran seperti ini cenderung terbelakang dan tak masuk akal, saya tidak terlalu kaget mengingat situasi politik dunia pun sekarang mengarah ke kebijakan macam itu. Yang paling mengejutkan dan memusingkan sebenarnya fakta bahwa anak-anak muda Malaysia ini mengidentifikasi diri sebagai neo-Nazi, gemar melempar salam nazi (sieg heil), dan mendengarkan band-band neo-nazi seperti Skrewdriver dan Angry Aryan, biarpun mereka bukan ras Kaukasian. Mengadopsi pandangan hidup yang sudah jelas mendiskriminasikan ras anda sendiri kedengarannya aneh banget.

Teman saya itu lalu memberi tahu bahwa salah satu band Malay power terpopuler adalah Boot Axe. Tanpa pikir panjang, saya memutuskan ngobrol bersama salah satu anggotanya, Mr.Slay, membahas alasan di balik munculnya segerombolan warga Malaysia mengalami krisis identitas neo-Nazi yang aneh ini.

VICE: Halo, Slay. "Malay power" ini apaan sih?
Slay: Malay power itu penting karena kami khawatir melihat masa depan komunitas Melayu murni di Nusantara (kepulauan terletak di antara Australia dan Asia Tenggara, dipercaya sebagai daerah asal ras Melayu, termasuk Indonesia-red). Saya adalah generasi kedua pejuang Malay power. Generasi pertama, pencetus gerakan ini sudah tidak terlalu aktif. Gerakan Malay power muncul sejak 13 Mei 1969, ketika komunitas Cina dan Melayu sedang saling gempur. Gerakan Malay power oleh komunitas punk dan skinhead dimulai di Kuala Lumpur di awal dekade 90-an.

Setahu saya, ras Melayu—kabarnya ras asli di Nusantara—adalah konsep yang diajukan peneliti asal Jerman, Johann Blumenbach. Ada banyak perdebatan terkait kebenaran teorinya. Teori Blumenbach menjabarkan awalnya hanya ada lima ras manusia yang berbeda di dunia, dan secara ilmiah ini teori cacat. Bisakah kita bilang kaum pendukung Malay power tergolong rasis?
Kami ekstrem untuk perkara kemurnian ras Melayu, tapi ini bukan berarti kami rasis garis keras. Gagasan kami bukan tentang rasisme, tapi tentang bangga menjadi orang Melayu. OK. Bagaimana bisa kultur Nazi relevan dalam Malaysia? Malaysia tidak ada sangkut pautnya dengan Adolf Hitler atau kebijakan militernya kan.
Malaysia adalah rumah bagi pendatang dari Cina, India, dan imigran asing dari Bangladesh, Afrika, Sri Lanka, Nepal, atau Myanmar. Pemerintah tidak bisa mengontrol arus masuk imigran sehingga banyak sekali imigran di sini. Sudah banyak protes dilancarkan terhadap pemerintah mengenai isu ini, tapi belum ada tindakan yang berarti dari aparat. Isu ras menjadi fokus kami karena angka kaum pendatang di Malaysia yang tidak lagi terkontrol.

Iklan

Apakah arus imigrasi mempengaruhi nasib penduduk Melayu asli?
Banyak orang Melayu terpengaruh secara sosio-ekonomi. Kami juga menjadi korban dari para kriminal pendatang yang menjual narkoba, membunuh, memperkosa, menjarah, dan lain-lain. Pelajaran yang kami ambil dari Nazisme adalah keharusan untuk mengambil sikap yang ekstrem apabila posisi ras asli terancam. Kami tidak akan bertindak rasis apabila ras Melayu tidak dalam bahaya. Apabila sampai terancam, kami akan bertindak.

Jadi saat ini kalian terang-terangan membenci kaum minoritas di Malaysia?
Kami tidak suka minoritas yang tidak bisa tinggal berdampingan dengan orang Melayu di Malaysia. Kalau mereka damai-damai saja, maka kami juga damai.

Bagaimana dengan orang Yahudi? Kebanyakan kaum Nazi tidak suka sama mereka.
Kami dari komunitas Malay power punk dan skinhead adalah anti-Semitik dan anti-Zionis. Apabila anda mempelajari asal muasal ras Melayu sejak beribu-ribu tahun lalu, anda akan melihat ada hubungan antara kami dengan kaum Yahudi. Menurut naskah kuno Yahudi, sebuah "suku yang hilang" dari keturunan Israel yang suci—artinya Muslim—akan membunuh kaum Zionis Yahudi di Palestina. Awalnya, Zionis mengira kaum Indian adalah nenek moyang dari suku yang hilang tersebut. Namun seorang ilmuwan dan teolog asal AS bernama Profesor Ralph Olsen menyimpulkan bahwa kaum Melayu di Nusantara adalah keturunan suku yang hilang. Hipotesa ini memang separuh benar. Orang Melayu bukanlah 100 persen keturunan suku yang hilang ini, tapi teori Ralph Olsen lumayan menarik.

Iklan

Wah saya baru dengar. Jadi kalian ini mencampur ideologi Islam dan Nazisme? Ini bikin pusing.
Malay power itu berhubungan dengan Islam. Tapi tidak ada hubungannya dengan gerakan pro-Islam manapun.

Intinya kalian adalah gerakan neo-Nazi dengan elemen Islam dan percaya pada naskah kuno Yahudi? Saya melihat band kamu menyukai slogan "darah dan kehormatan," nama sebuah kelompok neo-Nazi asal Inggris. Apakah kamu terpengaruh oleh kaum Nazi di Britania Raya?
Kami tidak secara langsung terpengaruh oleh neo-Nazi Inggris karena kami sadar bahwa kaum ekstremis di sana tidak suka orang Asia. Kami hanya mengambil slogan "darah dan kehormatan" untuk menunjukkan identitas kami.

Kamu ndengerin band-band nazi Inggris dan AS?
Iya, saya ndengerin album-albumnya English Rose, Skrewdriver, Brutal Attack, dan Angry Aryan.

Wah ekstrem juga seleranya. Kira-kira Skrewdriver bakal suka band kamu gak?
Enggak, mereka gak akan mau dengerin lagu-lagu kami.

Ada kelompok neo-Nazi di negara Asia lainnya gak sih?
Ada di Indonesia, Singapura, dan Jepang. Di Singapura ada band black-metal Nazi bernama As Sahar.

Apakah semua kaum Melayu anggota neo-Nazi bagian dari komunitas punk? Atau lebih luas dari itu?
Iya, semua warga Malaysia yang neo-Nazi kebetuan ndengerin musik punk dan skinhead.

Banyak komunitas punk yang anti-Nazi di negara lain—di Malaysia ada gak?
Iya, ada juga di sini, tapi mereka tidak berani terang-terangan menantang kami. Mereka takut bersuara.

Iklan

Bagaimana masyarakat umum menilai kiprah kalian? Apakah mereka takut juga?
Jujur, banyak orang yang tidak percaya bahwa warga Melayu pada umumnya setuju dengan sudut pandang kami. Namun, kami tidak main kekerasan atau ekstrem seperti yang tadi saya sudah bilang.

Seberapa sukseskah gerakan Malay power sejauh ini?
Kami berhasil membuat kaum minoritas takut melakukan tindak kriminal di Malaysia. Kami selalu mewanti-wanti mereka supaya tidak menimbulkan masalah. Kekerasan bukan solusi dan kami selalu ngobrol dengan para imigran dengan penuh toleransi dan kesopanan. Apabila mereka keras kepala, kami akan bertindak lebih lanjut. Kami juga melakukan kegiatan amal untuk komunitas mendukung perjuangan negara seperti Palestina, Suriah, Somalia, dan banyak lagi lainnya yang sedang dilanda perang. Kami mencoba berdialog dengan pemerintah tentang solusi masalah peningkatan angka imigran, tapi kami selalu diabaikan. Kami sangat berbeda dengan kaum neo-Nazi Eropa atau AS yang terang-terangan menyatakan bahwa mereka ingin menghapus ras selain kulit putih. Kami lebih menahan diri tapi tidak akan terus bertahan apabila kaum Melayu di Malaysia terancam.

OK. Pertanyaan terakhir, gimana kamu bisa menyatakan diri sebagai seorang Nazi padahal tidak berkulit putih?
Kebanyakan organisasi dunia percaya bahwa Nazisme hanya untuk kaum kulit putih. Memang sih, kami tidak bermata biru, berambut pirang seperti kaum Arya. Komunitas kami berkulit coklat, bermata coklat, dan berambut hitam. Kami hanya mengadopsi semangat yang diasosiasikan dengan Nazisme sebagai simbol pembelaan diri kaum Melayu apabila kami terancam.

Terima kasih Slay atas jawabannya.

Semua foto oleh Slay.