
Iklan
Hard To Kill (1990)
- Film awal karir Seagal. Ia memerankan seorang aparat kepolisian bernama Mason Storm yang bangkit dari koma selama tujuh tahun dan berusaha membalas dendam seorang senator korup yang bertanggung jawab atas kematian istri Mason dan menyebabkannya koma. Ini merupakan salah satu film hit awal Seagal. Artinya, skill akting Steven Seagal yang tebatas—dan memang tidak pernah bagus—terwujud dalam satu cara: menyipitkan mata. Ketika Seagal menyipitkan mata dengan santai, artinya dia sedang mengekspresikan emosi yang positif. Ketika ia menyipitkan mata dengan intens, artinya dia sedang marah. Kalau dipikir-pikir, film ini terlihat dan terasa seperti film semi-porno. Film ini juga memiliki line film laga buruk yang paling keren di filmografinya. Ketika membalas slogan kampanye si senator—musuhnya di film ini—yang berbunyi, "You can take that to the bank," Seagal berkata, "I'm going to take you to the bank…the blood bank." Ia juga mengucapkan line ini saat menonton iklan di TV ketika sedang duduk sendiri. Ini merupakan sebuah momen sinematik paling monumental, momen harum Seagal.
Under Siege (1992)
- Film mahakarya Seagal. Di film ini, Seagal memerankan Casey Ryback, mantan Angkatan Laut yang bekerja sebagai koki di kapal induk USS Missouri. Dia 'diturunkan' jabatannya setelah meninju seorang atasan. Steven Seagal gak bisa disuruh-suruh woy! Ketika kawanan teroris mengambil alih kapal, Ryback menjadi satu-satunya harapan untuk mencegah bencana nuklir terjadi. Ini adalah film blockbuster, film yang mengubah segalanya dan juga satu-satunya film "bagus" Seagal yang dibuat secara kompeten. Ini berkat campur tangan sutradara The Fugitive, Andrew Davis dan Tommy Lee Jones yang memerankan tokoh penjahat di film tersebut. Tokoh antagonis yang diperankan Tommy merupakan cetak biru penjahat anarkis eksentrik 16 tahun sebelum Heath Ledger memerankan Joker yang gemar membakar tumpukan uang.
On Deadly Ground (1994)
- Film "kreatif" Seagal yang jeblok. Film box office gagal ini disutradarai oleh Seagal sendiri. Bukannya memberikan penonton apa yang mereka harapkan dari sebuah film Seagal, ia memutuskan untuk membahas isu lingkungan, kekerasan dan sifat manusia (beneran ini). Seagal memerankan pemadam kebakaran bernama Foresh Shaw yang mengungkap praktik mencurigakan perusahaan minyak tempat ia bekerja. Shaw mendapat pencerahan dari seorang tetua Inuk bahwa ia merupakan perwujudan roh beruang. Ia kemudian berkelana mencari jati diri. Film ini berakhir dengan sebuah monolog dan montase yang mengutuk perusakan lingkungan yang disebabkan oleh perusahaan-perusahaan besar dan mengatakan bahwa mesin pembakaran dalam sudah ketinggalan jaman. Ini film sama edannya dengan film An Inconvenient Truth karya Al Gore. Bedanya, Al Gore gak tahu cara menggunakan pistol.
The Patriot (1998)
- Awal dari akhir karir Seagal. Di film ini, Seagal memainkan seorang dokter (bukan sembarang dokter. Ia spesialis penyakit menular terbaik di dunia loh) yang bertugas menciptakan penangkal virus yang disebar oleh milisi sayap kanan ekstrem (cetak biru pendukung Trump). Saking jeleknya, film ini bahkan tidak diputar di bioskop. Film ini juga akhirnya menggambarkan karir Seagal selama 2 dekade ke depan: 1) film-filmnya tidak diputar di bioskop dan langsung diproduksi dalam bentuk video (VCD,DVD, sekarang jasa streaming) 2) film Seagal juga dinilai berkualitas rendah dan mempunyai plot yang malas 3) tubuh Seagal membengkak dan membuatnya terlihat seperti anggur kelewat matang dengan jenggot kambing. Film ini melakukan kejahatan terburuk yang bisa dilakukan sebuah film Seagal: film ini membosankan.
Iklan
Iklan
Siapapun peran yang ia mainkan, semua karakter Seagal mempunyai satu kesamaan: mereka semua bajingan. Semua line yang ia lontarkan terasa merendahkan. Seakan-akan dia sendiri kesal dengan kamera yang sedang berusaha merekam kekerenan dirinya. Di film-film ini, dia selalu brengsek. Dia selalu sarkastik dan jahat terhadap teman-teman dan musuhnya. Dia juga senang memerintah orang secara arogan. Buktinya, dalam film Under Siege, ia memperlakukan kekasihnya seperti seorang idiot hanya karena si kekasih tidak mahir membuat bom seperti Seagal.Dari mana asalnya kemarahan terhadap orang lain ini (dengan asumsi bahwa ini bukan hanya karena emang dia sebetulnya brengsek di dunia nyata yang akan membuat kasus ini kurang menarik)? Seni bela diri pilihan Seagal adalah aikido. Filosofi dari aikido adalah keharmonisan, menggunakan momentum musuh anda untuk menghentikan serangannya tapi tanpa harus melukainya. Seagal, sebagai ahli dari seni bela diri ini, pasti frustrasi menghadapi dunia yang tidak harmonis. Ia ingin dunia yang ideal, namun terus-terusan diganggu dan diserang oleh senator korup, jenderal yang tidak kompeten, perusahan-perusahan besar, orang-orang udik dan orang-orang bego. Karena inilah dia menarik diri dari dunia setiap kali ia merasa ruang pribadinya diusik.
Iklan
Iklan