Jangan Buang Makanan

Hotel Mewah Ini Memasang Foto Balita Kelaparan Supaya Tamu Tak Buang-Buang Makanan

Di Hotel Monopol, Swiss, pengunjung akan disindir habis-habisan kalau mengambil banyak makanan dan tidak menghabiskannya. Barangkali patut juga kita terapkan untuk Indonesia.
Hilary Pollack
Los Angeles, US
17.8.18
Foto Hotel Monopol tampak depan oleh akun Flickr Gorka Montiel.

Selama hidupmu, kamu pasti pernah melihat atau mendengar ungkapan semacam “Jangan buang-buang makanan. Ingat masih ada orang kelaparan di luar sana” yang keluar langsung dari mulut ibumu atau digembar-gemborkan dalam iklan kampanye anti-sampah makanan. Intinya, jangan kebanyakan ambil kalau enggak sanggup menghabiskannya. Kita dinilai tidak bersyukur kalau menyisakan makanan. Sudah bagus masih bisa makan setiap hari, eh malah dibuang begitu saja. Enggak malu dengan anak kelaparan di Afrika?

Iklan

Peringatan ini memang beralasan. Sampah makanan adalah masalah serius di dunia. Setiap tahun, sisa makanan yang terbuang di negara maju jumlahnya setara dengan produksi pangan di Afrika Sub-Sahara. Sedangkan di AS, penduduknya membuang lebih dari sepertiga pasokan makanan mereka.

Di saat bersamaan, satu dari sembilan orang di dunia mengalami kekurangan gizi. Belum lagi dua pertiga penduduk Asia dan seperempat orang Afrika Sub-Sahara kelaparan. Tingginya kasus kelaparan ini seharusnya menyadarkan kita untuk mengambil porsi seperlunya.

Karena itu, sebuah hotel bintang empat di Swiss memutuskan untuk menyadarkan tamunya yang suka ambil makanan seenaknya dengan memajang foto-foto anak kelaparan di Afrika. Hasil jepretan Kevin Carter yang suram dan menyedihkan juga terpampang di sana.

Sekitar 35 persen tamu yang menginap di Hotel Monopol di Luzern berasal dari Asia—terutama Cina. Menurut Shanghaiist, pengunjung dari Tiongkok sering disindir habis-habisan karena kebiasaannya mengambil banyak makanan dan tidak menghabiskannya.

Foto-foto yang dipajang di restoran hotel diharapkan bisa membuat mereka merasa bersalah saat melihatnya. Selain foto, pihak hotel juga memasang pemberitahuan dalam bahasa Inggris dan Cina yang berbunyi, “Anak-anak meninggal karena gizi buruk … sedangkan turis di Swiss malah membuang sisa makanan. Orang Swiss tidak pernah menyia-nyiakan makanan untuk alasan manusiawi. Tolong ambil makanan seperlunya. Terima kasih atas perhatian Anda.”

Swiss Hotel Uses Starving Kid Pics To Cut Food Waste

Pihak hotel pun secara terang-terangan mengakui imbauan tersebut ditujukan spesifik kepada para turis asal Cina.

Brigitte Heller selaku kepala hotel memberi tahu surat kabar Swiss Blick bahwa foto-foto yang menuai perhatian media Cina itu dibuat karena tamu-tamunya dari Cina kebiasaan mengambil setumpuk makanan dan tidak menghabiskannya.

Iklan

“Saya menerima banyak sekali e-mail dan surat dukungan, bahkan dari Cina dan Jepang,” kata Heller kepada Blick. Dia juga memberi tahu bahwa tamunya menanggapi imbauan ini secara “positif dan terbuka.” Buktinya, mereka melihat penurunan jumlah sampah makanan sejak foto-fotonya dipasang.


Tonton dokumenter VICE soal perjalanan kami menjajal masakan tradisional Hakka yang tersembunyi di Jakarta:


“Saya merasa tidak enak hati saat membuang sisa makanan,” imbuhnya. Heller juga telah mengklarifikasi kalau mereka tidak ada niatan merendahkan tamu dari Cna dan Thailand. Imbauan dibuat karena khawatir dengan sikap turis yang tidak menyadari kebiasaan setempat. Peringatan ini juga berlaku bagi para tamu dari Eropa.

Akan tetapi, media Cina malah menanggapinya dengan buruk, terutama setelah beberapa media Swiss yang asal menilai turis dari Cina “rakus.” Mereka yang tidak terima dengan ini sempat berencana memboikot perjalanan ke Swiss.

Semoga mereka sadar kalau imbauan ini tidak hanya berlaku di Swiss. Kita tidak boleh serakah di mana saja. Banyak anak-anak yang kelaparan di Afrika sana.

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES