Kurang-Kurangi Sob

Suka Nambah Gula ke Kopi? Sori Sob, Minumanmu Jadi Gudang Kalori dan Tak Bagus Buat Tubuh

Selama ini kalian terlalu banyak mengonsumsi kalori tanpa sadar, karena gemar mengonsumsi kopi berpemanis.
23.7.18
Tetra Images/Getty IMages

Bagi sebagian besar orang, hari baru dimulai setelah ngopi. Jumlah orang yang mengamini adagium ini sepertinya tidak sedikit. Sebagai catatan, di negara besar seperti Amerika Serikat atau Indonesia, lebih dari 160 juta orang minum kopi secara teratur. Nah, kian kemari, kopi tak cuma disajikan dalam bentuk air seduhan saja. Waralaba kedai kopi macam Starbucks, misalnya, sejak lama menambahkan sirup, gula, krim dan sebagainya ke minuman kopi yang kita pesan.

Tapi, seperti biasanya, ilmu pengetahuan selalu mengingatkan bahwa di hidup ini tak ada kenikmatan yang didapatkan dengan cuma-cuma. Menurut sebuah penelitian terbaru, kita semua akan membayar dengan harga yang mahal untuk setiap tambahan bahan yang dimasukkan kopi.

Dalam penelitian tersebut, Roupeng An, seorang dosen kesehatan masyarakat di University of Illinois, menganalisa data kebiasaan mengonsumsi teh atau kopi dari 20.000 responden dalam kurun waktu antara 2001 dan 2012. Fokus penelitian Roupeng adalah perbedaan asupan kalori antara mereka yang menambahkan pemanis atau bahan tambahan lainnya pada teh dan kopi dengan mereka yang meminum kopi serta teh tanpa tambahan apapun.

Iklan

Roupeng menemukan peminum kopi lebih cenderung menambahkan zat aditif seperti gula dan krim dan setiap kali mereka melakukan ini, para peminum kopi bisa mengonsumsi 70 kali lebi banyak dari seharusnya (sebagai perbandingan, satu cangkir kecil kopi di Dunkin’ Donuts tanpa tambahan krim atau gula mengandung sekitar 5 kalori.)


Tonton dokumenter VICE mengenai Shenzen, wilayah yang segera akan jadi ibu kota vape dunia:


Bahkan jika kita mengasumsikan bahwa setiap orang cuma minum satu cangkir kopi sehari, jumlah tambahan kalori ini sudah terlalu tinggi pasalnya dalam seminggu, setiap orang akan mengonsumsi tambahan 500 kalori dalam seminggu—setara dengan dua potong pizza medium size di Pizza Hut.

Sebuah penelitian yang diselenggarakan pada 2010 silam menemukan bahwa rata-rata dalam sehari penduduk AS meminum nyaris tiga cangkir kopi. Artinya, mereka mengonsumsi terlalu banyak kalori hanya dari kopi saja.

Julie McMahon

Ilustrasi oleh Julie McMahon

Lebih dari itu, kebanyakan zat tambahan ini, menurut Roupeng dalam sebuah rilisan pers, tak mengandung banyak nutrisi. Bahan tambahan yang umumnya dibuat dari susu sapi paling banter cuma mengandung 22 miligram Kalsium. (Pakar gizi pada umumnya merekomendasikan kita untuk mengonsumsi antara 1.000 sampai 1.300 miligram kalsium per hari, tergantung pada umur dan status kehamilan seseorang.”

"Temuan kami mengindikasikan bahwa banyak peminum kopi dan teh sering menambahkan zat tambahan untuk meningkatkan cita rasa minuman, tapi kemungkinan besar tak menyadari atau mempertimbangkan banyak kalori yang mereka konsumsi serta dampaknya pada kesehatan mereka."

Terus gimana dong biar tetap ngopi tapi tak kebanyakan kemasukan kalori? Gampang. Intinya kurangi secara bertahan penggunaan pemanis. Kalau bisa, biasakanlah meminum kopi pahit.

Artikel ini pertama kali tayang di Tonic.