kesehatan

Berapa Hari Sih Idealnya Kita Boleh Pakai Celana Dalam Bolak-Balik?

Walau engga bau pas diendus, jangan pernah merasa celana dalam kalian higienis lho.
19.4.17
Berapa Hari Sih Idealnya Kita Boleh Pakai Celana Dalam Bolak-Balik?
Foto oleh Jesse Weinberg/Stocksy.

Artikel ini pertama kali tayang di Tonic.

Tonic—situs kesehatan bagian dari VICE.com—sekarang punya rubrik khusus untuk menjawab semua pertanyaan kalian seputar kesehatan yang paling tolol sekalipun.

Skenario: kamu punya teman yang males banget bersih-bersih. Temanmu ini juga malas cuci baju—apalagi yang namanya celana dalam—dan punya kebiasaan jorok memakai celana dalam yang sama beberapa hari. Engga nyuci baju dan pakai baju yang sama selama beberapa hari kan hemat air dan ramah bagi lingkungan, kilah temanmu. Yang bikin bete, temenmu punya prinsip ini: selama celananya lolos tes cium—dan engga ada noda kotornya—celana dalam itu bisa dipakai dua sampai tiga hari berturut-turut.

Iklan

Alasan Kalian Khawatir: karena tempatnya berada tepat di antara baju luar dan bagian pribadimu, celana dalam terpapar langsung pada bekas cairan yang keluar dari anumu. Dengan kata lain, ada banyak kotoran yang menjijikan yang terkumpul di sana. Lantas jangan juga lupa kalau bakteri doyan banget berkembang biak di lingkungan yang lembab dan hangat. Jadi, memakai celana dalam yang sama selama beberapa hari sama saja dengan
Mengundang bakteri bersarang di dekat bagian pribadimu.

"Lengas atau keringat yang terkumpul memicu pertumbuhan ragi," terang Lauren Eckert Ploch, seorang dermatologis asal New Orleans. Kondisi demikian bisa menyebabkan berbagai macam ruam, seperti intertigo (yang biasanya terjadi di lipatan kulit) dan tine cruris (atau gatal-gatal di daerah selangkangan). Bakteri jika berkembang biak tanpa bisa dikontrol. Sebenarnya, banyak patogen yang hidup dengan damai di kulit manusia, namun jumlah bisa meningkat tajam dalam kondisi tertentu. Nah, "kondisi-kondisi" tersebut bisa muncul lantaran ada bagian tubuh yang lembab dan kena panas—dan kira-kira begini iklim kulit di balik celana dalam kita. Menurut Ploch, perkembangan bakteri dan ragi yang terkontrol bisa menyebabkan gatal, rasa sakit dan ruam. Jika jumlah bakteri di daerah selangkangan terus bertambah, maka ada dua konsekuensi yang sudah pasti kita hadapi: kista atau benjolan jerawat di selakangan. Engga ada yang enak pilihannya?

Risiko terburuk: di samping ruam yang mengganggu, membiarkan bakteri "berkuasa" di selangkangan bisa mengakibatkan infeksi bakteri parah seperti staph, yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus. Terkena infeksi di daerah paling pribadi jelas sudah tidak mengenakkan dan jika dibiarkan saja, dampaknya bisa lebih parah. Dalam beberapa kasus—tapi jarang sih, infeksi staph bisa mematikan. Untung, infeksi staph bisa diobati dengan antibiotik.

Apa yang akan terjadi: dengan semua segerombol bakteri bandel yang bersarang di selangkangan, yang anumu pasti bakal bau banget. Kamu bakal jadi pusat bau yang engga enak bagi orang di sekitarmu. Dijamin engga ada yang sudi duduk di sebelah kamu pas naik kendaraan umum seperti TransJakarta. Ploch juga mewanti-wanti jika yang malas mengganti celana dalam itu perempuan, pelakunya bisa diserang ragi candida. Iritasi juga kemungkinan besar bisa terjadi, begitu pula ruam dan jerawat di daerah selangkangan. Namun, satu yang pasti kamu bakal jadi sumber bau berjalan.

Apa yang perlu kamu lakukan: minta temanmu—kalau perlu dengan sepenuh hati—untuk mengganti celana dalam mereka! Jangan sampai menggunakan dalih "kan enggak bau pas dicium!" Ploch merekomendasikan untuk mengganti celana minimal sehari sekali, atau dua kali sekali kalau kamu aktif bergerak dan gampang keringatan. Jadi, kalau temanmu berkeringat setelah lari-lari mengejar bus di pagi hari, ada baiknya dia ganti celana dalam di sore hari, ngerti kan? Nah, kalau temanmu keukeuh tak mau ganti celana dalam karena mau menghemat air—mungkin karena dia seorang pecinta lingkungan, bilang saja: menyelamatkan selangkanganmu dari bakteri itu lebih penting dari menghemat air. Lagipula, kalau mau hemat, cuci saja celana dalammu di wastafel dengan air dingin lalu jemur. Gitu aja kok repot.